Hina Suku Bugis, Mahathir Mohamad Dituntut Minta Maaf
Connect with us

Headline

Hina Suku Bugis, Mahathir Mohamad Dituntut Minta Maaf

Published

on

Mahathir

KlikINTERNASIONAL – Asosiasi Cluster Bugis Malaysia United Sabah menegaskan, Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad harus meminta maaf atas ucapannya yang diduga menghina orang Bugis dengan sebutan bajak laut pada sebuah demonstrasi Pakatan Harapan (PH), pekan lalu.

 

Presiden Asosiasi Samsul Alang Hamsah mengatakan, ucapan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang mantan perdana menteri. Apalagi, dia sudah memimpin Malaysia selama 22 tahun.

 

“Apakah ini kata-kata yang seharusnya berasal dari pemimpin yang disebut orang Malaysia? Apakah dia tidak menyadari bahwa Malaysia adalah peleburan masyarakat adat dan migran?” katanya.

 

Dia mengatakan, tindakan yang diduga telah merekayasa orang Bugis sebagai “lanun” atau bajak laut sama seperti menghina orang-orang China dengan sebutan gangster atau triad.

 

“Dia harus ingat bahwa dia juga anak seorang imigran. Apakah dia suka jika seseorang mengatakan kepada nenek moyangnya untuk kembali ke Kerala?” katanya. Sebagaimana diketahui, Mahathir memiliki asal usul dari Kerala di India.

 

Samsul menilai, kata-kata yang diucapkan oleh Mahathir pada unjuk rasa tersebut tidak hanya menyinggung masyarakat Bugis, tapi juga menunjukkan langkah politiknya yang sembrono.

 

Dia mengatakan, Mahathir seharusnya menyampaikan kata-kata bijaksana dan berbentuk bimbingan kepada generasi muda di masa senja, bukan memecah belah dan menyebabkan ketidakharmonisan di antara orang-orang.

 

Selain itu, Ketua Persatuan Asosiasi Bugis di Kota Tinggi Abdul Kader Basok telah melaporkan Mahathir ke Kantor Polisi Kota Penawar. Dalam laporannya, Mahathir harus segera meminta maaf kepada masyarakat Bugis.

 

Sementara itu, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla tersinggung dan terluka oleh ucapan Mahathir Mohamad yang menghina orang Bugis.

 

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengungkapkan, Kalla secara pribadi menyampaikan ketersinggungannya itu selama diskusi informal pada KTT Developing-8 (D-8) di Turki.

 

”Sebagai Wakil Presiden Indonesia keturunan Bugis, dia sangat tersinggung oleh kata-kata, yang tampaknya telah menghina orang Bugis, baik mereka yang berasal dari Malaysia atau Indonesia,” kata Zahid kepada wartawan Malaysia.

 

Zahid mengatakan bahwa istilah “bajak laut” yang disebutkan oleh Mahathir tidak pantas. Sebab, sejarah telah membuktikan sejumlah pejuang Melayu yang menjaga kedamaian di kepulauan berasal dari keturunan Bugis.

 

Untuk diketahui, ucapan Mahathir yang menyinggung warga Suku Bugis disampaikannya saat demonstrasi “Love Malaysia, End Kleptocracy” yang digelar oleh PH di Padang Timur, Petaling Jaya.

 

“Ini negara kita hari ini. Hal seperti ini dimana seorang perdana menteri adalah seorang perampok belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Mahathir, yang ditujukan kepada pada Perdana Menteri Malaysia saat ini, Najib Razak.

 

“Ya, mungkin karena dia berasal dari bajak laut Bugis. Kami tidak tahu bagaimana dia tersesat dan sampai di Malaysia.”

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending