Connect with us

Humaniora

Hebat! PEREDAM Galang Dana Untuk Korban Banjir Sangihe

Published

on

Peredam
Suasana. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikBOLSEL – Bencana banjir yang menimpa Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 4 Januari 2021 lalu, ternyata turut menjadi perhatian para anak muda Bolmong Selatan.

Buktinya, pada Selasa (12/1/2021), para anak muda yang tergabung dalam Persatuan Relawan muda Molibagu (PEREDAM) menggelar aksi penggalangan dana untuk warga Sangihe yang tertimpa bencana, di sekitar Alun-Alun Ibu Kota Bolsel.

Koordinator Aksi Rafik Gobel, kepada KlikNews, mengungkapkan bahwa aksi ini murni inisiatif dan spontanitas dari PEREDAM, sebagai bentuk kepedulian dan respon atas bencana alam yang menimpa warga Sangihe.

“Pada kejadian bencana alam berupa banjir bandang beserta longsor yang melanda Bolsel pada Agustus 2020 lalu, diketahui relawan yang hadir dari Kabupaten Kepulauan Sangihe datang langsung ke Bolsel untuk memberikan bantuan berupa uang tunai sejumlah Rp10.000.000,” ujar Gobel.

“Maka kami dari PEREDAM juga sebagai representatif masyarakat Kabupaten Bolsel ingin untuk membalas kebaikan yang pernah diberikan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe,” sambungnya.

Kata Rafik, aksi spontanitas penggalangan dana itu rencananya akan berlangsung hingga 14 Januari 2021. “Dengan orasi dan membuka posko penggalangan dana di sekitar kawasan Alun-alun Molibagu Bolsel, Musikalisasi Puisi dan Tari Kontemporer, yang dimana semuanya bertujuan untuk mencari dana yang nantinya disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” terangnya.

“Kalau ada masyarakat yang ingin memberikan bantuan dana, dapat menghubungi Korlap ataupun datang langsung ke Padepokan PEREDAM (Sebelah BRI Toluaya), menghubungi Rafik Gobel (085757331487),” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir terjadi di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (4/1/2021). Bencana ini menelan korban 1 orang meninggal dunia, dan lebih dari 200 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

(Prangki Datu)

Humaniora

H2M Peduli Bencana Manado

Published

on

KlikMANADO – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Manado, pada Sabtu (16/1/2021), ternyata membuat Anggota DPR RI Hi Herson Mayulu (H2M) prihatin.

Sebagaimana pantauan KlikNews pada Minggu (17/1/2021), H2M melalui H2M Network langsung bergerak membagikan bantuan berupa makanan siap makan kepada para korban bencana. Di antaranya di Kampung Tela Mahawu, Bailang, Ternate Baru, Ketang Baru, Sario dan korban tanah longsor.

Terpantau, tim yang membagikan bantuan dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok bantuan korban banjir Tuminting, kelompok bantuan korban banjir Singkil, dan kelompok bantuan korban tanah longsor.

Bantuan yang siap disalurkan. (Sumber Foto: Istimewa)

Hingga Minggu (17/1/2021) malam ini, H2M Network melalui Rumah Aspirasi terus mendistribusikan makanan siap makan. Bahkan terinformasi, mereka akan terus bergerak meringankan beban korban banjir pada Senin (18/1/2021) besok.

Menurut personel H2M Network Yudistira Nusrin, bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian anggota DPR RI dari PDIP dapil Sulawesi Utara, Herson Mayulu, atas bencana yang menimpa masyarakat Manado.

“Tak perlu kami menyebutkan berapa banyak dan bagaimana isi bantuannya. Pastinya, kami berharap bantuan ini bisa mengurangi kesulitan yang sedang dirasakan masyarakat korban bencana,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Humaniora

KKSS Sulut Peduli Bencana Majene dan Manado

Published

on

KlikSULUT – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Utara (Sulut) merespons cepat bencana alam yang menimpa warga.

Setelah menyalurkan bantuan kepada warga Sulawesi Barat (Sulbar) yang ditimpa bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, kini KKSS Sulut membuka donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Kota Manado, pada Sabtu (15/1/2021).

Bahkan terinformasi, organisasi paguyuban ini langsung mengumpulkan bantuan sukarela bagi korban bencana. Menurut Bendahara Hi Sudharmono, aksi tersebut sebenarnya merupakan gerakan spontanitas warga perantau asal Sulawesi Selatan yang ada di Sulut.

“Kami sangat prihatin dengan bencana yang terjadi. Makanya ini gerakan spontanitas,” ungkap Hi Sudharmono.

“Secara pribadi, kami juga telah mengirimkan bantuan ala kadarnya, yang kami rasa sangat dibutuhkan para korban gempa,” katanya.

“Bagi yang mau memberikan donasi, bisa melalui BPP KKSS Bank Sulselbar dengan nomor rekening 400-201-000000118-9,” terangnya.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Gempa Majene Rusak Dua Rumah Warga di Mamuju

Published

on

https://www.kliknews.net/wp-content/uploads/IMG-20210114-WA0039.jpg
Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa Majene. (Sumber Foto: BNPB)

KlikJAKARTA – Sebanyak dua rumah warga di Mamuju mengalami kerusakan saat gempa Majene berkekuatan M5,9 pada Kamis siang (14/1/2021), pukul 13.35 WIB.

Saat ini beberapa BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak gempa tersebut. Laporan sementara lainnya menyebutkan, 1 unit barak Sabhara Polda Sulawesi Barat mengalami kerusakan.

Di samping itu, 1 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan bahwa warganya merasakan guncangan kuat.

Warga merasakan gempa kuat selama kurang lebih 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah. Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Majene melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa terkait dampak dari gempa.

Sedangkan BPBD Kabupaten Mamuju menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat 3 hingga 4 detik. Masyarakat juga panik dan keluar rumah. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak gempa.

Hal serupa juga diinformasikan BPBD Kabupaten Poliwali Mandar. Gempa dirasakan kuat oleh masyarakat sekitar 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah untuk menghindari dampak buruk gempa.

Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak memicu terjadinya tsunami.

Melihat analisis peta guncangan BMKG dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M5,9 memicu kekuatan guncangan IV MMI di Mamuju, III – IV MMI di Majene, Mamuju Utara, Majuju Tengah, III MMI di Toraja, Mamasa, II – III MMI di Pinrang, Pare-pare, Wajo, Polewali Mandar, Tanah Grogot, II MMI di Balikpapan.

Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala IV MMI menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.

Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sedangkan II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Raditya Jati mengungkapkan, BNPB melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD untuk memonitor kondisi pascagempa.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending