Hasil Mufakat Di Istana Kepresidenan Belum Diterima Kadin Daerah
Connect with us

Nasional

Hasil Mufakat Di Istana Kepresidenan Belum Diterima Kadin Daerah

Published

on

KADIN

KlikJAKARTA – Kadin Daerah (Kadinda) belum menerima usulan Ketua Umum Kadin Rosan Roslani yang mengusulkan dan mengumumkan hasil pertemuan di Istana Kepresidenan, Senin (28/6/2021).

Pertemuan tersebut yang termuat dalam siaran pers diketahui menjelaskan bahwa Calon Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid telah bermusyawarah mufakat. Hasilnya, Anindya Bakrie akan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, sementara Arsjad Rasyid menjadi Ketua Umum Kadin.

Menurut Kadinda Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat dan Gorontalo, kemufakatan pembagian posisi ketua itu baru gagasan, belum final. Semua keputusan organisasi harus melalui munas.

“Munas adalah alat tertinggi organisasi dalam membuat keputusan. Semua keputusan mesti didasari AD/ART. Tak ada satu pun kebijakan sah, sebelum disahkan di munas,” tegas Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadinda Jawa Timur.

Dia menilai pengumuman musyawarah dan mufakat oleh Ketua Umum Rosan, sebelum munas, bisa jadi preseden buruk bagi Kadin Indonesia.

Senada dilontarkan Waketum Kadin DI Yogyakarta Wawan Hendrawan, yang menyindir kesepakatan tersebut. “Kok sudah ada keputusan sebelum munas. Kalau begitu munas tidak perlu lagi. Keputusan organisasi itu melalui munas,” kata Wawan, yang menegaskan Kadin Yogya ikut munas secara online, tidak ke Kendari, karena prihatin akan pandemi Covid-19.

Pendapat juga disampaikan Ketum Kadin Gorontalo Muhalim Litty. Dia mengatakan, walaupun sudah disepakati Anin, Ketua Dewan Pertimbangan, dan Ketua Umum, tapi itu belum final, masalah ini harus diputuskan di munas.

Cucu Sutara, Ketum Kadin Jawa Barat, juga menegaskan, kesepakatan membagi posisi ketua boleh boleh saja, tapi tetap harus melalui keputusan munas.

“Marwah Kadin jadi hancur, kalau jabatan ketua berdasarkan penunjukan. Semua harus didasari keputusan munas,” kata Cucu, yang saat ini sedang isoman, karena positif Covid-19, dan tak habis pikir kenapa munas tetap berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

(***)

Advertisement

Trending