Harlah ke-95 NU, Ulyas Taha: Warga NU Sulut Harus Mampu Berkontribusi Dalam Pembangunan
Connect with us

Sulut

Harlah ke-95 NU, Ulyas Taha: Warga NU Sulut Harus Mampu Berkontribusi Dalam Pembangunan

Published

on

Rich result on Google's SERP when searching for 'Ulyas Taha'
Ketua PWNU Sulut Hi Ulyas Taha. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikSULUT – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara (Sulut) Hi Ulyas Taha mengungkapkan, sejak 25 Januari 2021 lalu PWNU Sulawesi Utara (Sulut) menggelar berbagai kegiatan, mulai dari Diskusi Islam Washatiyah, Ziarah Kubur, Bersih-Bersih Masjid, Khotmil Qur’an, hingga pembagian sembako bagi korban banjir dan terdampak Covid-19, serta pemberian bantuan bahan bangunan bagi rumah yang terkena longsor di Paal 4, Manado.

Menurut dia, kegiatan tersebut akan berakhir pada 31 Januari 2021 besok, dengan pelaksanaan Istighosah dan Tasyakuran yang diawali Semaan Alquran (tadarus Alquran 30 Juz dengan hafalan). “Ini adalah rangkaian kegiatan PWNU Sulut dalam memperingati Harlah ke-95 NU yang mengambil tema ‘Berkhidmad, NU Menyebarkan ASWAJA dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan’,” ungkap Ulyas Taha kepada KlikNews, Sabtu (30/1/2021).

Kata Taha, target kegiatan tersebut adalah bagaimana upaya NU sebagai organisasi terbesar di Negeri ini untuk senantiasa memperkuat penyebaran Islam Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) sebagai landasan berfikir kaum Nahdliyin, yang diyakini sangat cocok dengan karakter budaya bangsa Indonesia yang sangat plural dan heterogen, baik Agama, Etnis dan Budayanya.

“Adapun Prinsip dasar berfikir NU adalah (Fikrah Nahdliyah) adalah Tawashut (moderat), Tasyammu (toleran) Tawazun (Seimbang) dan Ta’adul (adil),” jelasnya.

Sebagai Ketua PWNU Sulut, dia berharap warga NU Sulut mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Warga NU tidak boleh hanya sekadar nampak pada amaliahnya saja seperti Tahlilan, Yasinan, Manaqiban, Maulidan, Ziarah, dan lainnya,” tegasnya.

“NU tidak boleh hanya menjadi tempat pelarian spiritual bagi orang yang terkena musibah untuk mencari syafaat dan barokahnya, akan tetapi di tengah persaingan dunia global yang semakin maju, Warga NU mampu berkontribusi konkret dalam gerakan yang nyata seperti bergerak di bidang sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” sambungnya.

Dengan demikian, lanjut dia, NU secara kultur tetap tumbuh berkembang sesuai budaya masyarakat dan secara struktur makin kuat mengelola bidang yang menjadi kebutuhan riil masyarakat. “Harapan untuk pemerintah adalah mari saling bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun dan memajukan daerah dengan prinsip mutualisme saling membutuhkan satu sama lain, tidak boleh ada salah satu menjadi sub ordinat dari yang lain. Demikian juga untuk sesama ormas, mari kita bersama-sama untuk sharing saling melengkapi bersama melangkah membangun daerah tercinta Sulawesi Utara,” katanya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending