Ini Dia Sejarah Penggunaan Bra
Connect with us

Headline

Ini Dia Sejarah Penggunaan Bra

Published

on

Bra

KlikMANADO – Tanggal 13 Oktober dikenal juga dengan hari tanpa bra sedunia. Bra adalah salah satu pakaian dalam yang sering dipakai perempuan. Tapi tahukah Anda, bagaimana sejarah penggunaannya?

 

Sejak dulu kala, pakaian dalam ini menjadi pelengkap berbusana. Perempuan dari berbagai kalangan mengenakannya dengan berbagai, seperti alasan kesopanan, tanda kedewasaan, hingga status sosial.

 

Berikut sejarah perkembangan bra di dunia, sebagaimana dikutip dari Majalah Historia.

 

1. Apodesmos

Adalah secarik kain yang dipakai perempuan untuk menutup dada pada 3000-2700 SM. Kain ini terbuat dari bahan wol atau linen. Keberadaan Apodesmos diketahui karena terdapat pada lukisan dinding di Minoa, yaitu sebuah peradaban di Pulau Kreta pada tahun 3000-2700 SM.

 

2. Strophium

Adalah penutup dada yang dikenakan perempuan Romawi pada rentang waktu 753 SM-476 M. Penutup dada berbahan kulit ini digunakan agar payudara menjadi kecil. Saat itu, payudara kecil sangat didambakan.

 

3. Dudou

Dudou adalah penutup perut, yang dirancang untuk meminimalkan bentuk payudara. Perempuan yang mengenakan Dudou adalah mereka yang hidup pada masa Dinasti Ming dan Jing di abad 14.

 

4. Korset

Istri Raja Henri II dari Prancis Catherine de’ Medici memperkenalkan Korset, pada pertengahan abad ke-16 M. Umumnya, korset terbuat dari tulang yang dimasukkan ke dalam kain.

 

5. Pengganti Korset

Luman Chapman pada tahun 1863 berinovasi dengan merancang “pembungkus payudara” dan “tali bahu yang elastis”. Penutup dada ini didesain agar gesekan pada payudara yang diakibatkan penggunaan korset konvensional, bisa berkurang.

 

6. Corselet gorge

Herminie Cadolle, yang merupakan produsen korset di Paris, Prancis, pada tahun 1889 adalah pencetus Corselet gorge. Dia memotong korset menjadi dua bagian terpisah. Bagian atas menyokong payudara, sedangkan bagian bawah untuk korset pinggang.

 

7. Breast supporter

Breast supporter mirip dengan yang kita kenal hari ini, karena memiliki cup terpisah untuk payudara, kancing cantel, dan tali bahu. Hak paten breast supporter dimiliki Marie Tucek pada 1893.

 

8. Brassiere

Brassiere, dalam bahasa Prancis berarti “dukungan”. Pertama kali digunakan majalah Vogue pada 1907. Kata ini ditambahkan pada kamus Oxford, Inggris, pada 1911.

 

9. The “Backless Brassiere”

Merupakan bra modern yang dikreditkan pada Mary Phelps Jacob, sosialita muda Amerika. Model ini digunakannya setelah Mary mendapati korsetnya merusak gaun malam yang dipakainya. Sapu tangannya pun dijahit dua dengan pita merah muda. Dia mendapatkan hak paten pada 1914.

 

10. The flapper-friendly bra

Tren fashion pada tahun 1920-an memerlukan bra bergaya minimalis, agar bisa meratakan dada, sehingga pas dengan gaun yang memiliki garis pinggang rendah.

 

11. Bra dengan cup

Bra dengan cup dikembangkan melalui perusahaan Maidenform, oleh Ida Rosenthal yang merupakan pebisnis Amerika bersama suaminya William Rosenthal, dan Enid Bissett, pada tahun 1922. Berbeda dari sebelumnya yang dibuat untuk meratakan dada, model ini bisa menyokong payudara secara alami.

 

12. Bra dengan kawat

Underwire bra muncul pada 1930-an. Kemunculannya dilatarbelakangi keinginan untuk memberi dukungan ekstra bagi payudara wanita, karena menggunakan kawat yang kaku namun tipis, berbentuk setengah lingkaran yang dipasangkan pada kain bra. Kawat bisa terbuat dari logam, plastik, maupun resin.

 

(Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending