Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kodam XIII/Merdeka Gelar Istigosah
Connect with us

Hukrim

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kodam XIII/Merdeka Gelar Istigosah

Published

on

Kesaktian Pancasila

KlikMANADO – Jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017, Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka telah menyiapkan sejumlah kegiatan. Diantaranya istigotsah dan noreng film pengkhianatan G30S PKI.

 

Hal ini disampaikan Kepala Bintaldam XIII/ Merdeka Kolonel Inf Thomas Heru Rinawan, Jumat (29/9/2017). Informasi kegiatan itu juga sudah disampaikan melalui surat pemberitahuan yang ditujukan untuk masyarakat Sulut.

 

“Iya, ini merupakan undangan untuk warga Sulut dalam memaknai peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang tiap tahun diperingati tanggal 1 Oktober. Adapun giat peringatan ini diawali dengan Istigotsah dan doa bersama,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan, kegiatan ini pula, sebelumnya, telah diadakan rapat koordinasi antar pimpinan umat beragama Provinsi Sulut.

 

“Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 25 September telah dibahas rangkaian kegiatan ini bersama para pimpinan agama dan tokoh-tokoh agama se-Sulut. Adapun pelaksanaannya akan digelar di Masjid Kodam Merdeka mulai pukul 17.30 Wita,” aku Rinawan.

 

Usai Istigosah dan doa bersama, tambah Rinawan, seluruh peserta akan bergerak pindah ke Aula Kodam XIII/Merdeka untuk menyaksikan penayangan film Gerakan 30 September/ Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

[irp posts=”2007″ name=”Berkali-kali Dirongrong, Pancasila Tetap Sakti”]

“Konsepnya nonton bareng (nobar) film G30S PKI bersama jajaran Kodam XIII/Merdeka dan masyarakat,” jelas Rinawan.

 

Seperti diketahui, Hari Kesaktian Pancasila selalu diperingati setiap 1 Oktober. Sejarah Hari Kesaktian Pancasila tidak bisa dilepaskan dari terjadinya peristiwa pemberontakan G30S PKI, yang kabarnya didalangi oleh PKI.

 

Gerakan G30S PKI sendiri terjadi pada 30 September 1965 tepatnya saat malam hari. Peristiwa itu menelan korban enam jenderal TNI AD dan satu perwira pertama.

 

Peran tersebut diketahui dilakukan oleh sekelompok pasukan Cakrabirawa, yaitu pasukan pengawal presiden yang melakukan aksi pembunuhan dan penculikan kepada enam jenderal senior TNI AD.

 

Usai melakukan aksi biadab, Letkol Untung yang merupakan salah satu bagian dari pemberontak melalui RRI mengumumkan terbentuknya ‘Dewan Revolusi’ dan mengumumkan telah berhasil menghentikan upaya ‘Dewan Jenderal’ yang disematkan pada jenderal TNI Angkatan Darat yang mau melakukan kudeta terhadap pemerintah.

 

Di saat itu, Soeharto (Mantan Presiden) yang saat itu menjabat Mayor Jenderal namanya tidak tercantum dalam daftar tokoh yang harus dimusnahkan oleh pemberontak.

 

Sehingga Soeharto mendapatkan kesempatan untuk memegang kendali komando dan membuat beberapa kebijakan strategis penting, yang kemudian berhasil merebut kembali Jakarta dari genggaman pemberontak (PKI) dalam tempo sehari.

 

Sehingga upaya pembentukan ‘Dewan Revolusi’ dapat digagalkan. Setelah beberapa tahun kemudian, untuk mengenang jasa para pahlawan Revolusi, dibuatlah monumen Pancasila Sakti dengan di daerah lubang buaya.

 

(Jak)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending