Hari Anti Korupsi, GTI: Aparat Hukum Sulut Harus Selesaikan 'PR'
Connect with us

Hukrim

Hari Anti Korupsi, GTI: Aparat Hukum Sulut Harus Selesaikan ‘PR’

Published

on

GTI Sulut

KlikSULUT – Hari Anti Korupsi se-dunia yang diperingati setiap 9 Desember adalah hari yang diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya korupsi dan juga sebagai momen untuk bersama-sama mengambil peran memerangi dan mencegah kejahatan korupsi.

 

Hari Anti Korupsi dirayakan oleh berbagai negara di seluruh dunia. Di Sulut sendiri, berbagai kasus korupsi bertebaran. Geliat laporan sejumlah kasus dugaan korupsi disampaikan baik secara individu maupun berkelompok.

 

Salah satu kelompok yang konsisten mengawal dugaan kasus korupsi di Sulut adalah Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulut. Untuk tahun ini sedikit memberikan apresiasi kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut karena dalam kurun waktu satu tahun belakangan bisa mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh masyarakat.

 

“Kami mempunyai data yang baik atas kinerja Kejati Sulut dan beberapa Kejari yang ada di Sulut. Seperti Kejari Talaud yang menunjukan kinerja baik, walaupun memang ada beberapa Kejari yang ada di Sulut tidak menunjukkan kinerja yang tidak baik alias bagi kami bisa memberikan raport merah,” terang Berty Lumempouw Pembina GTI Sulut, Sabtu (9/12/2017).

 

Meski demikian, dia tetap menyoroti pihak kejaksaan bahkan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sulut, yang menurut dia, masih jauh dari harapan masyarakat terkait pengungkapan kasus-kasus dugaan korupsi yang terjadi.

 

“GTI Sulut sendiri mempunyai data tentang ada beberapa kasus dugaan korupsi yang sepertinya tidak ada kemajuan sama sekali dalam proses pengungkapannya, seperti kasus dugaan korupsi peralatan Sawmil senilai Rp8,8 M, kasus dugaan korupsi APBD Talaud tahun 2015, kasus dugaan korupsi pengadaan Mobil Dinas Bupati Talaud berjenis Rubicorn, kasus dugaan korupsi mahkota Bupati Talaud, Kasus dugaan korupsi solar cell Kabupaten Talaud dan kota Manado, kasus dugaan korupsi ADD Kabupaten Minahasa, kasus dugaan korupsi ADD Kabupaten Minsel, kasus dugaan korupsi dana PAUD Dinas Pendidikan Kota Bitung, yang semuanya ini menurut saya merangkak di kejaksaan maupun kepolisian di Sulawesi Utara,” ungkap Lumempouw.

 

Sementara itu, khusus kasus-kasus yang sudah dalam tahap penyidikan Kejati Sulut dan bahkan sudah ada penetapan tersangka dan penahanan seperti Kasus dugaan korupsi pemecah ombak Minut dengan total kerugian negara Rp8,8 Miliar, kasus dugaan korupsi di RS Ratumbuysang serta kasus dugaan korupsi dana Paskibraka di Minsel, Lumempouw berharap pihak kejaksaan dapat terus mengembangkan.

 

“Kiranya kasus-kasus tersebut terus dikembangkan sehingga aktor intelektualnya bisa terungkap,” tegasnya.

 

Untuk itu, di hari anti korupsi se-dunia ini, GTI Sulut lewat pembina Berty Lumempouw berharap kepada masyarakat bahkan media pers yang ada di Sulut untuk tetap memberikan dukungan dan mengawal terus terkait kinerja aparat hukum kejaksaan dan kepolisian.

 

“Jangan segan-segan untuk melaporkan langsung dengan bukti-bukti yang ada tentang indikasi tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

 

(Janni Kasenda)

Advertisement

Trending