Connect with us

Humaniora

Indahnya Pemandangan Gunung Payung, Negeri di Atas Awan

Published

on

SUBHANALLAH. Itulah kalimat pertama yang terucap di lidahku saat menginjakkan kaki di puncak Gunung Payung, yang berada di Desa Poopo Barat, Minahasa Selatan, Jumat (7/9/2018) dini hari.

 

Rasa penasaran untuk melihat dan merasakan keindahan pemandangan alam dari puncak, yang muncul sejak mulai mendaki pada Kamis (6/9/2018) malam, seakan terobati.

 

Luar biasa. Kumpulan awan tebal yang mengelilingi puncak Gunung Payung terlihat seperti menutupi wajah Desa Poopo Barat. Kicauan burung yang saling sahut menyahut pun makin menyejukkan suasana.

 

Tak lama kemudian, awan tebal itu menipis, seakan membuka tirai perkampungan. Perlahan, perkebunan dan persawahan warga mulai terlihat. Pun dengan rumah-rumah warga yang tampak kecil.

 

Semua keindahan tersebut seakan membayar lunas rasa lelah yang menghinggapi sekujur tubuh. Ya, untuk mencapai gunung yang belum begitu terkenal ini, kita memang harus melalui medan berat.

 

Noval, salah satu pendaki yang berasal dari Kota Bitung, mengatakan bahwa rasa penasaran untuk melihat langsung negeri di atas awan Gunung Payung, mengantarnya ke Poopo Barat.

 

“Saya tahu dari media sosial. Dari situlah saya dan beberapa teman lainnya langsung melakukan pendakian ke tempat ini,” kata Noval.

 

Sementara itu, staf pemerintah setempat Tommy Lumintang mengatakan, gunung ini ditemukan oleh warga yang memang membuka perkebunan cengkeh di atasnya, sejak tiga tahun lalu.

 

“Mulanya warga tersebut berniat untuk bermalam di sini dan akan kembali pada esok harinya. Tapi ketika dia bangun dari tidurnya, dia melihat fenomena alam yang sangat luar biasa, yakni kumpulan awan menutupi perkampungan Desa Poopo ini. Tapi karena pada waktu itu belum ada handphone Android untuk bisa mengabadikannya maka belum tersebar,” katanya.

 

“Nanti pada tahun 2018 ini, barulah pemandangan alam yang tak biasa ini terpublikasi ke masyarakat, melalui salah satu postingan warga, Cindy Ruslan, hingga banyak masyarakat yang merasa penasaran langsung datang ke sini untuk melihat langsung, bahkan ada yang menginap di atas dengan bermodalkan sejumlah bekal, hanya untuk melihat sunrise dari sini, negeri di atas awan,” ujarnya.

 

“Untuk sementara yang menjadi pengelolanya masih dipegang oleh pemilik perkebunan cengkeh ini yakni kita sering menyebutnya Pak Rasyid. Nanti setelah ada perhatian dari pemerintah kabupaten dan provinsi, barangkali akan dikelola oleh pemerintah desa,” jelas Tommy.

 

“Langkah yang diambil dari pemerintah desa untuk sementara ini adalah tetap melakukan pemantauan dan membentuk panitia, untuk menerima tamu-tamu yang akan datang ke lokasi ini. Dari pemerintah desa sendiri sangat bersyukur lah karena nantinya lokasi ini bakal menjadi tempat wisata nantinya,” terangnya.

 

“Dalam hal ini kami sangat berharap, baik dari pemerintah provinsi, kabupaten maupun kementerian untuk melihat lokasi ini menjadi tempat wisata,” kunci dia.

 

(Rifa Datunugu)

Humaniora

Yayasan Kans Peduli Nusantara Bantu Korban Banjir Ketang Baru

Published

on

KlikMANADO – Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah kelurahan di Kota Manado mendapat perhatian dari Yayasan Kans Peduli Nusantara.

Yayasan Kans Peduli Nusantara yang berada di Gorontalo, menyumbangkan pakaian bekas layak pakai, dan kebutuhan perempuan dan anak untuk korban banjir di Ketang Baru.

Sebagaimana diungkapkan koordinator yayasan di Gorontalo Agung S melalui perwakilan di Manado Gladys Mawaty, bantuan tersebut terkumpul berkat jerih payah seluruh personel yayasan.

Menurut dia, bantuan yang terkumpul di Gorontalo bisa tiba di Ketang Baru atas kerja sama banyak pihak. Makanya, dia mengapresiasi para pihak tersebut.

“Di antaranya Baznas Sulawesi Utara yang dipimpin Hi Abid Takalamingan yang telah memfasilitasi transportasi bantuan dari Gorontalo sampai di Ketang Baru,” ujar Gladys, Sabtu (23/1/2021).

Yayasan Kans Peduli Nusantara
Suasana pengumpulan bantuan di Gorontalo. (Sumber Foto: Istimewa)

Adapun personel Anak Ketang Baru Rantau Selvioda Monoarfa mengapresiasi kepedulian banyak pihak atas musibah yang dialami warga.

“Kami juga sangat mengapresiasi Koordinator Anak Ketang Baru Rantau bung Jefry Kadjuju yang telah melakukan lobi-lobi sehingga bantuan ini bisa ada,” terangnya.

Dia mengungkapkan, bantuan tiba di Ketang Baru pada Kamis (21/1/2021) malam. “Sebenarnya kami berencana menyalurkan bantuan itu pada Jumat (22/1/2021). Tapi karena ternyata banjir lagi, sehingga baru Sabtu (23/1/2021) hari ini bisa disalurkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Ketang Baru Muhammad Jabir Awal mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan Anak Ketang Baru Rantau. “Aksi ini patut diapresiasi,” pungkasnya.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Peduli, Anak Ketang Baru Rantau Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Published

on

Pemuda Ketang Baru membagikan bantuan dari Anak Ketang Baru Rantau kepada korban banjir, beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Kampung yang menjadi tempat kita dibesarkan akan selalu membawa cerita indah. Makanya, kampung tersebut akan senantiasa teringat di hati dan pikiran.

Hal itu pula yang terjadi pada Anak Ketang Baru Rantau. Meski telah bekerja dan menetap di luar daerah, mereka tetap tak melupakan kampung dimana mereka dibesarkan.

Saat banjir menerjang kampung yang terletak di Kecamatan Singkil ini, Anak Ketang Baru Rantau langsung bergerak. Dengan berbagai kekuatan, mereka menghimpun bantuan untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana.

Pada Selasa (19/1/2021) kemarin, bantuan berupa ratusan dus makanan siap santap mereka salurkan.

Menurut Koordinator Anak Ketang Baru Rantau Jefry Kadjuju, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas warga asal Ketang Baru yang kini berada di rantau.

“Minimal bisa mengurangi beban kebutuhan. Apalagi biasanya di saat seperti ini (banjir surut), adalah saat-saat yang melelahkan,” kata Kadjuju, kepada KlikNews, Rabu (20/1/2021).

Aksi ini, lanjut dia, adalah aksi spontanitas mereka atas kejadian yang terjadi di kampung. “Akan ada bantuan lainnya yang akan diberikan dari para anak rantau,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Ketang Baru Muhammad Awal mengapresiasi bantuan yang diberikan anak rantau. “Ini sangat membanggakan dan bisa jadi contoh untuk yang lain,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Ketang Baru merupakan salah satu kelurahan yang diterjang banjir, pada Sabtu (17/1/2021) lalu.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Bantu Korban Bencana, Sinergi Amal Dirikan Dapur Umum

Published

on

Dapur Umum
Suasana dapur umum Sinergi Amal. (Sumber Foto: Istimewa)

MANADO – Relawan Sinergi Amal kembali beraksi pascabencana banjir dan tanah longsor Manado.

Kali ini, lembaga sosial yang terdiri dari beberapa komunitas mendirikan dapur umum guna men-support makanan siap santap bagi para korban, sejak Sabtu (15/1/2021) hingga Senin (18/1/2021).

Ketua Sinergi Amal Sulut Imam Muhlisin mengatakan, pada Sabtu (15/1/2021), dapur umum Sinergi Amal mendistribusikan 1.000 paket makanan siap santap di titik-titik paling parah dan terisolir. Di antaranya Ponpes Assalam Manado, Darul Istiqamah Manado, kampung Argentina dan kelurahan Banjer.

“Pada Minggu (16/1/2021), mendistribusikan 5.000 paket makanan siap santap di seluruh titik yang terdampak banjir. Dan membuka sejumlah pos hangat di beberapa titik evakuasi,” katanya, Selasa (18/1/2021).

“Pada Senin (17/1/2021), kembali mendistribusikan 1.000 paket makanan siap santap di beberapa titik yang masih terendam dan yang masih dalam tahap pembersihan diantaranya kampung Tanjung, Komo, Banjer dan Paal Dua,” sambungnya.

Dia menyebutkan, total keseluruhan donasi yang tersalurkan hingga Senin (17/1/2021) kurang lebih 7.000 paket makanan siap santap dengan nilai Rp20 juta.

“Terima kasih kepada Muzakki dan para donatur yang telah mempercayakan donasinya kepada kami. Semoga Allah membalas seluruh kebaikan dan niat tulus dari bapak ibu,” ujar Imam.

Sebagaimana diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Manado Sulawesi Utara selama dua hari telah mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor hampir di seluruh kecamatan, pada Sabtu (15/1/2021).

Bencana tersebut menelan korban tewas sejumlah 6 orang dan lebih dari 500 jiwa mengungsi, serta sejumlah lainnya bertahan dilantai dua rumah masing-masing.

Di antara daerah yang terdampak adalah Kecamatan Tikala, Paal Dua, Sario, Malalayang, Bunaken, Tuminting, Wenang, Mapanget dan Singkil.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending