Gunung Ili Lewotolok Diisukan Meletus, Ini Keterangan BNPB
Connect with us

Humaniora

Gunung Ili Lewotolok Diisukan Meletus, Ini Keterangan BNPB

Published

on

KlikJAKARTA – Pascagempa bumi beruntun berkekuatan 3,9-4,9 SR dengan pusat gempa di sekitar Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10/10/2017) dinihari hingga sore, banyak berita hoax bermunculan yang menyatakan bahwa gunung itu meletus.

 

Akibatnya, sebanyak 160 orang mengungsi di Kantor Camat, dari Desa Lamawolo sebanyak 60 orang mengungsi ke Lewoleba, dan dari Desa Napasabok dan Desa Lamabute sebanyak 503 orang mengungsi di Kantor Camat Ile Ape dan Pustu Waipukang.

 

Menanggapi berita hoax tersebut, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, Gunung Ili Lewotolok tidak meletus. “Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada (level 2),” ungkapnya, dalam rilis yang diterima Rabu (11/10/2017) pagi.

 

“Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik dan tidak ada letusan. Berita tersebut tidak benar. PVMBG menyatakan Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada sejak 7/10/2017 pukul 20.00 Wita,” sambungnya.

 

Pria yang akrab dengan wartawan ini mengatakan, BMKG mencatat, terjadi lima kali gempa dengan guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat karena berpusat di darat, dengan kedalaman 10 – 30 kilometer, sehingga telah menyebabkan masyarakat panik.

 

Gempa dirasakan kuat di Desa Lamabute, Desa Napasabok, Desa Lamawolo, dan Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata pada Selasa dini hari hingga sore hari (10/10/2017). “Tidak ada korban jiwa dari gempa tersebut,” katanya.

 

Diperoleh data sementara, terdapat 5 rumah rusak karena tertimpa batuan dari lereng gunung dan akibat guncangan gempa. “BPBD masih melakukan pendataan. BPBD Kabupaten Lembata Bersama Polsek Lembata, Koramil 1624/03 Lembata Barat, PLAN Lembata, Forum PRB, Dinas PU dan Perhubungan, PMI Lembata, Dinas Sosial, dan BPMD, serta Yayasan Bina Sejahtera Lembata mendatangi lokasi terdampak gempa untuk melakukan pendataan serta evakuasi warga yang terdampak ke tempat yang aman,” sambungnya.

 

“BPBD membangun tempat penampungan sementara dan memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar,” tambahnya.

 

Kepala BNPB Willem Rampangilei, lanjut dia, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD. Bantuan logistik dari BPBD Provinsi NTT dan BPBD sekitar Kabupaten Lembata dapat dikirimkan untuk membantu pengungsi.

 

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Pemantauan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dilakukan secara kontinyu dari Pos PGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape,” imbaunya.

 

Dia menambahkan, PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung, pendaki maupun wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak atau pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

 

“Seluruh pihak agar menjaga ketenangan suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya,” tandasnya.

 

Sekadar informasi, Gunungapi Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut. Sejarah erupsi Gunung Ili Lewotolok pernah terjadi pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending