Gunung Agung Erupsi, Mataram Hujan Abu
Connect with us

Headline

Gunung Agung Erupsi, Mataram Hujan Abu

Published

on

Erupsi

KlikBALI – Erupsi Gunung Agung terus berlangsung sejak Sabtu (25/11/2017). Alhasil, sejumlah desa di Bali dilaporkan mengalami hujan abu.

 

Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melaporkan, hujan abu terjadi di beberapa desa, seperti Desa Duda Utara, Desa Duda Timur, Desa Pempetan, Desa Besakih, Desa Sideman, Desa Tirta Abang, Desa Sebudi, Desa Amerta Bhuana di Klungkung, dan di beberapa desa di Gianyar.

 

Erupsi

Sebuah kendaraan di Mataram yang terlihat dipenuhi abu dampak erupsi Gunung Agung. (Foto: Twitter)

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri dengan tertib dan tenang. “Jumlah pengungsi masih dalam pendataan,” katanya.

 

Turunnya hujan abu itu pun, lanjut Sutopo, membuat BPBD bersama SKPD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan membagikan masker kepada masyarakat. Apalagi terinformasi bahwa hujan abu sudah tiba di Kota Mataram, NTB.

 

 

“BPBD Provinsi NTB telah menginstruksikan agar BPBD Lombok Barat, BPBD Kota Mataram dan BPBD Lombok Utara segera melaporkan dampak hujan abu di wilayahnya. Masker agar segera didistribusikan kepada masyarakat,” katanya.

 

“Masyarakat diimbau menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar rumah. BPBD NTB dan instansi lain telah menyiapkan 500.000 lembar masker,” tambahnya.

 

Sekadar informasi, sejak erupsi freatik pertama pada (25/11/2017) pukul 17:30 WITA dengan ketinggian 1.500 meter dari puncak kawah, erupsi Gunung Agung berlangsung secara beruntun. Bahkan hingga pukul 23.00 WITA.

 

Selanjutnya, pada Minggu (26/11/2017) pukul 05.05 WITA, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu kelabu gelap bertekanan sedang mencapai 2.000 meter, dan pukul 05.45 WITA ketinggian mencapai 3.000 meter.

 

[irp posts=”3826″ name=”Sidang Perdana, HTI Ajukan 41 Alasan Menggugat Pemerintah”]

 

Pada pukul 06:20 WITA, tinggi erupsi mencapai 3.000 meter hingga 4.000 meter dari puncak mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam. Analisis sebaran abu vulkanik dari satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu mengarah ke timur hingga tenggara menuju ke daerah Lombok.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending