Budaya Sulawesi Utara Bakal Makin Dikenal Lewat Kabasaran
Connect with us

Headline

Gunakan Kostum Kabasaran, Yusak Rumambi Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

Published

on

Pakaian Adat Kabasaran. (mulpix.com)

KlikMANADO – Budaya Sulawesi Utara diprediksi bakal semakin dikenal, setelah Yusak Rumambi yang mengenakan kostum tarian kabasaran terpilih menjadi peserta dengan busana pakaian adat terbaik pada upacara penurunan bendera merah putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/7/2017) sore.

 

Yusak diketahui menjadi satu dari lima peserta upacara yang dinilai terbaik dalam menggunakan busana adat Indonesia. Dia pun berhak menerima sebuah sepeda dari Presiden RI Joko Widodo, dan berhak langsung mengendarai mengelilingi istana dan sekitarnya.

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menyerahkan lima sepeda kepada lima peserta upacara pengibaran bendera merah putih yang mengenakan busana adat terbaik.

 

Untuk diketahui, kostum tarian kabasaran hanya terdiri atas tirai-tirai kain berwarna merah. Warna merah itu adalah melambangkan keberanian. Sedangkan bentuk tirai ditunjukkan selayaknya baju tempur pada zaman dulu.

 

Adapun penutup kepala, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, biasanya diberi hiasan berupa paruh burung yang menjulang ke atas, ditambah dengan bulu-bulunya. Dulu, informasinya, paruh burung itu diambil dari Burung Taong. Pemilihan paruh burung ini dimaknai sebagai satu kebesaran.

 

Sedangkan pada bagian depan kostum, biasanya diletakkan beberapa kepala tengkorak yang bermakna seorang waraney atau pasukan perang pernah membunuh musuhnya di medan tempur, dan kepala musuhnya itu dipergunakan sebagai tanda kehebatan.

 

Sebenarnya, setiap penari juga dilengkapi dengan pedang perang, yang biasa disebut santi, dan perisai atau kelung untuk menangkis serangan musuh. Setiap orang yang mengenakan kostum tarian kabasaran pasti akan merasa terlihat gagah, seperti seorang prajurit yang siap bertempur.

 

Hal ini pula yang terlihat saat Yusak maju tampil ke atas panggung kehormatan. Dia tampak layaknya seorang prajurit perang yang siap bertempur. Dia pun sempat mendapat sambutan hangat dari peserta dan undangan upacara penurunan bendera.

 

Sementara itu, sejumlah warga yang menyaksikan proses pemberian hadiah bagi pemenang busana adat terbaik mengaku bangga. “Kami yakin hal ini akan membuat budaya Sulawesi Utara makin dikenal di seluruh Indonesia,” kata sejumlah warga.

 

Mereka pun berharap, adat budaya Sulawesi Utara bisa terus dijaga dan dilestarikan. (Ayi)

Advertisement

Trending