Gojek, Grab, dan Uber Dinilai Belum Sepenuhnya Kooperatif
Connect with us

Hukrim

Gojek, Grab, dan Uber Dinilai Belum Sepenuhnya Kooperatif

Published

on

Gojek, Grab, dan Uber

KlikJAKARTA – Perusahaan teknologi transportasi online dinilai belum sepenuhnya kooperatif dengan pemerintah. Bahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengatakan, sampai saat ini ketiga perusahaan yakni Gojek, Grab, dan Uber belum memberikan data perjalanannya.

Dikutip dari CNN Indonesia, pernyataan itu pertama kali dilontarkan Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta Priyanto, dalam sebuah forum diskusi yang mereka selenggarakan.

 

 

Priyanto mengaku telah berusaha untuk berprasangka baik tentang sikap ketiga aplikator itu. “Mungkin mereka masih menyiapkan data-data terkait itu karena banyak kan dan itu berdasarkan aplikasi masih perlu dipilah-pilah,” ujarnya, Rabu (15/11/2017).

 

 

Senada dikatakan Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko. Dia meminta aplikator lebih kooperatif terkait data perjalanan, seperti janji yang telah dibuat.

 

 

“Seharusnya kalau mereka konsisten terhadap ketentuan dan aturan terkait juga masalah mirroring data perjalanan mereka, itu bisa jadi feeding data yang baik untuk penetapan regulasi ke depan,” ucap Sigit.

 

 

Sigit berpendapat, data perjalanan dari ketiga aplikator itu sangat berharga. Sebab dari situ akan diketahui jumlah kendaraan yang beroperasi dari masing-masing perusahaan, pola perjalanan, dan pembebanan lalu lintas, serta ke setiap segmen jalan.

 

 

Dia pun meminta Gojek, Grab, dan Uber agar secepatnya memasukkan data perjalanannya, karena hal itu tak hanya memudahkan pekerjaan Dishub DKI, namun juga seluruh masyarakat.

 

 

Sementara itu, Pakar transportasi Dharmaningtyas menambahkan, pihak aplikator sudah semestinya lebih kooperatif kepada dishub soal data perjalanan ini. Sebab, hal ini terkait kebijakan transportasi yang akan dibuat regulator nanti. “Sebaiknya kooperatif, ini yang memerlukan regulator,” tukasnya.

 

 

Dari diskusi Dishub DKI Jakarta yang berfokus kepada manajemen lalu lintas, diketahui bahwa volume kendaraan sepeda motor, dalam sehari, yang berasal dari Gojek, Grab, dan Uber mencapai 14.834 unit kendaraan atau sekitar 25 persen dari total sepeda motor yang melintas di sana.

 

 

Data volume kendaraan tersebut didapat melalui pengamatan Dishub DKI, yang dianggap kurang lengkap karena belum mengetahui data perjalanan ketiga armada transportasi online tersebut.

 

 

Padahal, salah satu isi Peraturan Menteri 108 Tahun 2017 menyebutkan, pihak aplikator harus membagi sejumlah data kepada pemerintah dalam bentuk dashboard.

 

 

(Tim)

Advertisement

Trending