Gerindra-Demokrat Berkoalisi? Ini Pendapat Ferry Liando - Klik News
Connect with us

Headline

Gerindra-Demokrat Berkoalisi? Ini Pendapat Ferry Liando

Published

on

KlikSULUT – Pengamat politik dan pemerintahan Ferry Liando mengaku sulit untuk berspekulasi bahwa Partai Gerindra dan Partai Demokrat akan benar-benar berkoalisi. Pertemuan antara Prabowo dan SBY beberapa waktu lalu belum bisa jadi acuan yang pasti bahwa dua partai tersebut sudah benar-benar berkoalisi.

 

“Politik saat ini cukup dinamis sehingga bisa berubah kapan saja. Selama pasangan calon belum didaftarakan partai politik atau gabungan partai politik di KPU, maka perubahan komposisi masih memungkinkan untuk berubah,” ujarnya, Selasa (31/7/2018).

 

“Selama ini King Maker secara tunggal dikelola oleh Prabowo. Saya meyakini betul, dia amat sulit mengambil keputusan soal dengan siapa dia harus berpasangan. Sebab jika akhirnya dia memilih AHY (Agus Harimukti Yudhoyono), kemungkinan besar PAN dan PKS akan membuat poros baru, artinya tidak akan bergabung lagi dengan Gerindra. Sebab Prabowo menyadari bahwa baik PAN ataupun PKS menyodorkan kader masing-masing untuk dicawapreskan,” terangnya.

 

“Sebaliknya demikian, jika bukan AHY yang jadi cawapres, kemungkinan besar Demokrat akan berpaling. Untuk memutuskan ini, Prabowo dalam posisi sulit. Pertemuan SBY dan Prabowo tidak langsung disimpulkan bahwa mereka akan berkoalisi. Bisa jadi pertemuan itu hanya sekadar memancing, taste the Water, atau sekadar memancing reaksi pasar, termasuk cara membaca reaksi PKS atau PAN,” sambungnya.

 

Reaksi itu, lanjut Liando, bisa menjadi pegangan bagi SBY maupun Prabowo, apakah nantinya akan berkoalisi atau bubar. “Berbeda dengan Jokowi, ia sepertinya tidak sesulit Prabowo dalam menentukan pasangannya. Pertemuan terkahir Jokowi dengan partai koalisi, disepakati dalam pertemuan itu bahwa partai koalisi menyerahkan sepenuhnya kepada jokowi untuk menentukan sendiri siapa pasangannya,” ungkapnya.

 

“Namun demikian biar Jokowi aman, akan lebih menguntungkan baginya jika ia mengambil pasangannya berasal dari non parpol koalisi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kecemburuan parpol peserta koalisi. Jika bukan dari parpol koalisi, tidak akan ada parpol yang merasa diuntungkan atau dirugikan. Sehingga kemungkinan besar partai koalisi tetap solid memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Jadi sebelum ada pendafaran di KPU, belum ada yang bisa memastikan apakah yang dipertontonkan selama ini benar-benar akan terwujud atau tidak,” tandasnya.

 

[irp posts=”8128″ name=”Ini Tanggapan KPU Manado Soal Dharmawati Dareho”]

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending