Gerakan Tanah dan Tanah Longsor Terjang Kuningan
Connect with us

Headline

Gerakan Tanah dan Tanah Longsor Terjang Kuningan

Published

on

Gerakan Tanah

KlikMANADO – Bencana kembali menerjang Jawa Barat. Kali ini, gerakan tanah dan tanah longsor terjadi di empat desa di Kecamatan Cilebak, Kuningan.

 

Berdasarkan rilis BNPB, gerakan tanah dan tanah longsor terjadi sejak Senin (8/1/2018) dan terus mengancam warga hingga saat ini, setelah intensitas curah hujan di kabupaten ini diprakirakan terus meningkat hingga Februari nanti.

 

Bencana yang menimpa Desa Cilebak, Desa Bungurberes, Desa Legokherang, dan Desa Patala itu mengakibatkan lima titik akses jalan utama tertutup longsoran. Empat titik Jalan Lingkungan pun tertimbun Longsor, yakni di Dusun Wage Desa Cilebak.

 

Selain itu, terhitung ada 43 unit rumah yang dihuni 44 KK, dan 129 jiwa ikut terdampak bencana tersebut. 3 KK, 15 jiwa diungsikan.

 

Tidak hanya itu, gedung Sekolah SDN 1 Patala terancam, 3 unit kolam ikan tertimbun longsoran, 1 unit mesjid Attaqwa terancam, 1 unit tembok penahan tebing rumah warga longsor, sawah seluas 1.400 m² retak ratak, dan pipa pamsimas air bersih terputus.

 

Pemerintah daerah setempat pun terinformasi sudah mengambil tindakan penanganan, di antaranya berupa pemapasan lerengan, dan pembuatan saluran drainase di area dampak longsor yang menutup Akses Jalan Utama Ciwaru-Cilebak, dengan menggunakan alat berat (beko) mencapai 100 %.

[irp posts=”5067″ name=”Pilkada Minahasa 2018, Politik Ideologis vs Genetik Biologis”]

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending