Connect with us

Headline

Heboh, Remaja Putra Melahirkan Bayi Laki-laki

Published

on

Ganang Yudho Putra Duri

KlikJAKARTA – Kabar menghebohkan datang dari Kota Semarang. Beredar kabar, seorang remaja pria berusia 17 tahun, Ganang Yudho Putra Duri, telah ‘melahirkan’ bayi pada 24 Oktober 2017 lalu, di RSI Sultan Agung Semarang.

 

Sayang, dikabarkan, bayi yang dilahirkan Ganang Yudho Putra Duri itu, sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Bahkan informasinya telah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Panunggalan, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah.

 

Dikutip dari Tribunnews.com, bayi yang tak bernyawa itu ditemukan dalam perut Ganang melalui proses operasi di RSI Sultan Agung Semarang. Bayi itu berjenis kelamin laki-laki, dengan bobot 3 kilogram.

 

Anggota Babinkantibmas Polsek Pulokulon Bripka Purwono Adi Mulyawan membenarkan kabar itu. “Pihak keluarga membenarkan kabar itu. Bayi sudah tidak bernyawa itu berjenis kelamin laki-laki dan berbobot 3 kilogram,” katanya, Rabu (25/10/2017).

 

“Operasi kemarin di RSI Sultan Agung Semarang dan bayi langsung dibawa pulang untuk dimakamkan di TPU setempat. Tiba di rumah duka kemarin sore,” sambungnya.

 

Ganang menjalani perawatan di ICU RSI Sultan Agung Semarang sejak Kamis, 19 Oktober 2017, dan menjalani operasi pada Selasa, 24 Oktober 2017. “Saat ini Ganang masih dirawat di RSI Sultan Agung Semarang,” tutur Bripka Purwono Adi Mulyawan.

 

Informasinya, sejak kecil hingga dewasa perut Ganang sudah membuncit. Kondisi perut yang membesar itu membuat Ganang kesulitan untuk bergerak bebas.

 

“Oleh warga dan teman-teman sebayanya, Ganang dikenal laki-laki tulen. Sejak kecil perutnya sudah besar. Bahkan akhir-akhir ini sebelum kejadian itu, ia mengeluh kesakitan pada perutnya dan kesulitan bernapas,” kata warga setempat, Jamal.

 

Sementara itu, kata ibu kandung Ganang, Sri Munastatik, benjolan di perut kanan anaknya muncul sejak berusia 1,5 tahun, dan terus membesar.

 

Kata dia, Ganang dulu sering mengeluh perut sakit karena ada yang gerak-gerak. “Lalu baru-baru ini, dia mengeluh perut sakit dan dada sesak. Maka saya langsung larikan dia ke RSI Sultan Agung Semarang,” jelasnya.

 

Karena sering mengeluh rasa sakit pada benjolan di perutnya itu, orang tuanya membawa Ganang ke klinik dokter di Purwodadi. Di klinik itu, dia didiagnosa liver membengkak. Keluarga pun diminta membawa Ganang ke dokter umum RS di Purwodadi.

 

Selanjutnya dokter umum mendiagnosa Ganang menderita tumor, sehingga menganjurkan Ganang dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang.

 

“Kami membawanya ke RSI Sultan Agung pada Kamis pekan lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dirontgen, diketahui ada janin di perutnya. Janin tersebut dinyatakan sebagai kembarannya dulu yang tidak jadi,” ungkap Sri Munastatik.

 

Kemudian, rumah sakit melakukan operasi pada benjolan di perut Ganang, dan berhasil mengangkat janin berjenis kelamin laki-laki yang tidak bernyawa.

 

“Sesampainya di rumah pukul 17.00 langsung kami makamkan bersama keluarga di pemakaman desa di Dusun Ngampel, Desa Panunggalan ini,” jelasnya.

 

Untuk diketahui, Ganang adalah siswa SMA di Kecamatan Pulokulon. Dia merupakan anak ketiga dari pasangan Masduri dan Sri Munastatik. Ayah Ganang, Masduri adalah anggota Babinsa Jambon, Kodim 0717 Purwodadi yang berpangkat Serda.

 

(Tim)

[irp posts=”2800″ name=”Ini Tanggapan Medis RSI Sultan Agung Tentang Remaja Putra Melahirkan Anak”]

Headline

Senator Djafar Alkatiri Minta Presiden Copot Oknum Komisaris dan Direksi PT Pelni Yang Batalkan Kajian Ramadan

Published

on

Senator Djafar Alkatiri
Senator Hi Djafar Alkatiri

KlikJAKARTA – Senator RI dari Sulawesi Utara Hi Djafar Alkatiri turut menyoroti pembatalan Kajian Ramadan di PT Pelni yang dilakukan komisaris dan direksi.

Menurut Djafar, pembatalan kajian agama pada Bulan Ramadan merupakan kebijakan yang sangat meresahkan masyarakat, khususnya umat Islam.

“Karena itu tindakan arogansi, sewenang-wenang, tidak mendasar, diskriminasi, provokatif dan berbau SARA,” terangnya kepada KlikNews, Minggu (11/4/2021).

Apalagi, lanjut “Singa Podium” ini, kebijakan tersebut diikuti dengan pencopotan pejabat PT Pelni yang menyelenggarakannya.

“Itu tindakan sangat tidak profesional. Ini akibat komisaris dan direksi yang tidak memiliki pemahaman dan prasangka yang keliru,” tegas mantan Sekjen Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini.

Apalagi menganggap kajian Ramadan itu sebagai tindakan radikalisme. “Ini jelas tertuang dalam cuitan twitter-nya, yang menyebut bahwa ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme,” katanya.

Dia juga berpendapat, komisaris dan direksi PT Pelni telah menjadikan radikalisme sebagai jualan untuk tindakan diskriminasi dan intoleran. “Ini preseden buruk dan ancaman integritas bagi PT Pelni,” tegasnya, lagi.

Dia menegaskan, Kajian Ramadan itu bersifat umum dan terbuka. Apalagi sudah rutin dilakukan tiap tahun oleh PT Pelni dan dilaksanakan hanya secara online.

“Bahkan yang diundang adalah Penceramah yg sangat moderat, dikenal luas dan memiliki pemahaman keislaman yang dalam, seperti KH Kholil Nafis pengurus pusat MUI,” jelasnya.

“Ini sangat memukul integritas keulamaan MUI dan Ustadz Riza Syafiq Basalamah yang sangat dikenal luas masyarakat Indonesia dan kajian-kajiannya sangat terbuka dan mudah ditemukan di medsos,” sambung Ketua KB PII Sulut ini.

Dia juga mengingatkan oknum Komisaris dan Direksi PT Pelni, jangan memancing kegaduhan yang tidak pada tempatnya.

“Bangsa ini sedang berada pada titik nadir recovery kesadaran berbangsa. Rasa persatuan yang ternodai kebencian dan prasangka atas dasar agama jangan terulang lagi. Negeri ini hanya makmur dan maju jika kita bersatu dan menghargai keberagaman dan keberagamaan,” jelasnya.

Makanya, dia mengajak MUI, Ormas Islam, dan masyarakat luas, untuk meminta Presiden segera mencopot Komisaris dan Direksi yang terlibat secara sepihak dan tanpa dasar kuat memberhentikan Kajian Ramadan tersebut, hingga mencopot pejabat pelaksana acara tersebut.

“Jangan menganggap masalah ini sepele. Karena moralitas agama sangat penting untuk menjaga aspek profesionalitas dan prilaku bisnis yang sekarang sangat banyak penyimpangan, yang ujungnya bisa merugikan negara,” ungkapnya.

“Kalau perlu, oknum komisaris dan direksi yang melakukan tindakan intoleran dan diskriminasi yang gampang menjual isu tak berdasar itu, wajahnya diviralkan agar umat dan masyarakat tahu,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia, ada unsur mengajak semua BUMN melakukan tindakan serupa, seperti dilakukan mereka di PT Pelni.

“Ini sangat provokatif, tidak profesional dan mengancam kohesitas keberagaman dan keberagamaan,” timpalnya.

Dia juga meminta Jokowi sebagai presiden harus tegas merespons masalah ini, karena sangat dan sudah meresahkan masyarakat luas, khususnya umat Islam.

(***)

Continue Reading

Headline

Gempa M6,1 Guncang Jatim, 6 Meninggal Dunia

Published

on

804 gempa

KlikJAKARTA – Gempa dengan kekuatan M6,1 mengguncang beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00 WIB.

Guncangan gempa tersebut ternyata telah menimbulkan korban jiwa. Data BNPB per Sabtu (10/4/2021) pukul 18.00 WIB, tercatat total warga meninggal dunia berjumlah 6 warga dan 1 lain mengalami luka berat.

Rincian korban meninggal dunia, 3 orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, sedangkan masing-masing 2 warga meninggal di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang dan 1 di Kabupaten Malang.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang mencatat ada titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. Jumlah warga mengungsi masih dalam pendataan.

Sedangkan di Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung belum ada laporan warga yang mengungsi.

“Terkait kerusakan, BPBD beberapa wilayah masih terus melakukan pendataan di lapangan. Informasi sementara, BPBD Kabupaten Tulungagung menginformasikan kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan,” beber Raditya Jati, Kepala Pusdatinmas BNPB.

Di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kata dia, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang. Sedangkan di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat.

BNPB terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur.

(***)

Continue Reading

Headline

AHY Silaturahmi dengan Haedar Nashir dan Buya Syafii Maarif

Published

on

Muhammadiyah
Suasana. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikJAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersilaturahmi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof KH Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro Nomor 23, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Sabtu (3/4/2021).

Usai pertemuan dengan PP Muhammadiyah, AHY melanjutkan silaturahmi dengan Buya Syafii Maarif secara virtual.

Pertemuan tersebut, sebagaimana rilis yang diperoleh dari Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, berlangsung selama lebih dari sejam.

Dalam kesempatan itu, AHY dan Haedar Nashir membahas empat hal yang berkaitan dengan isu-isu terkini dan masalah kebangsaan.

AHY menyampaikan bahwa empat hal yang didiskusikan mulai dari menegakkan demokrasi, Pancasila, menjaga nilai-nilai keagamaan, dan juga persatuan dan kemajuan.

“Yang pertama adalah terkait dengan bagaimana menegakkan demokrasi berpijak pada konstitusi yang berlaku di Indonesia ini. Kita tahu ujian dan tantangan demokrasi akan terus kita hadapi, termasuk di masa pandemi ini,” jelas AHY.

“Jadi, harapannya ke depan kita bisa sama-sama merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada konstitusi yang berlaku,” sambungnya.

AHY, PP Muhammadiyah dan Buya Syafii Maarif
Silaturahmi secara virtual antara AHY dan Buya Syafii Maarif. (Sumber Foto: Istimewa)

Lanjutnya, hal kedua yang dibahas adalah Pancasila. “Terkait dengan Pancasila yang sudah menjadi keputusan negeri atau bangsa kita, harus terus dijaga, diterapkan sebenar-benarnya,” katanya.

“Jangan sampai kita mudah atau lantang menyuarakan tentang Pancasila, padahal kita tidak menerapkan itu dengan sejatinya. Tentu kita juga berharap Pancasila itu tidak jadi pelabelan saja, untuk satu kelompok melawan kelompok yang lain. Justru Pancasila sebagai konsensus bersama dan mengakomodasi segala perbedaan dan keberagaman di Indonesia,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta sudah lama diniatkannya. “Dan telah saya haturkan kepada beliau (Ketua PP Muhammadiyah) niatan saya sejak awal, ketika saya mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, dan hari ini terjadi,” jelasnya.

“Kita tahu beliau (Buya Syafii Maarif) adalah seorang toko besar, guru bangsa, sebagai seseorang yang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam berbagai hal. Tadi saya juga menyampaikan harapan saya, untuk mendengarkan wejangan-wejangan dari beliau dan beliau tadi menitipkan berbagai pesan. Pesan-pesan secara khusus yang tadi saya dengarkan diantaranya adalah, ke depan semua elemen bangsa harus  bersatu padu untuk bisa menjaga demokrasi serta juga untuk mengejar ketertinggalan kita dan menjadikan Indonesia semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending