Gaji Karyawan PD Pasar Manado Dibayarkan, Berbasis Kinerja
Connect with us

Manado

Gaji Karyawan PD Pasar Manado Dibayarkan, Berbasis Kinerja

Published

on

Gaji Karyawan PD Pasar Dibayarkan
Proses pembayaran.

MANADO – Direksi PD Pasar Manado sepertinya belajar dari pengalaman. Salah satunya terkait pembayaran gaji karyawan yang sebelumnya selalu menjadi masalah pelik karena menunggak.

Tepat sebulan pascadilantik, direksi langsung membayar hak para karyawan tersebut dengan dasar perhitungan berbasis kinerja. Pembayaran dilakukan masih secara manual. Seperti masa kepemimpinan direksi sebelumnya.

Pembayaran gaji karyawan perdana di masa kepemimpinan Direktur Utama dr Roland Roeroe itu pun dipantaunya secara langsung, pada Jumat (18/6/2021).

Usai melakukan pemantauan, Roland mengatakan bahwa komitmen membawa PD Pasar Manado menjadi lebih baik dan profesional, sesuai harapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Andrei Angouw – Richard H Sualang, memang dipegang kuatnya sejak awal mendapatkan amanah tersebut.

Namun, Roeroe menilai, upaya sehingga pihaknya mampu meraih hasil baik bukan semata karena jerih payah tim. Ini sepenuhnya bisa tercapai atas kehendak dan pertolongan Tuhan.

Gaji Karyawan PD Pasar Manado Dibayarkan
Proses pembayaran gaji. (Sumber Foto: Istimewa)

Pada sisi lain, dia mengakui bahwa pembenahan terhadap sistem masih harus dilakukan, agar semakin baik lagi ke depan. “Apa yang dicapai saat ini karena pertolongan Tuhan. Kami PD Pasar, diberikan kelancaran, sehingga saat rekapitulasi keuangan, hasil yang bisa didapatkan, cukup untuk membayarkan gaji seluruh karyawan berbasis kinerja, dihitung sejak kami dilantik 17 Mei hingga 17 Juni 2021,” kata Roeroe.

Sementara itu, Direktur Umum Lucky Senduk dan Direktur Operasional PD Pasar Irving Kurniawan Biki mengatakan, saat ini mereka tidak menampik adanya kekurangan terkait sistem pembayaran gaji.

Mereka berharap, pembayaran gaji secara manual terakhir dilakukan bulan ini. Ke depan, semua harus bersifat digitalisasi. “Ke depan, target kami, jika sudah bisa bulan depan, pembayaran gaji sudah lewat sistem cashless atau sistem perbankan,” kata Senduk diamini Biki.

Lanjut Senduk, adanya pemotongan gaji sejumlah karyawan dilakukan karena saat ini pihaknya menggunakan indikator penilaian berbasis kinerja, yaitu kehadiran para karyawan.

“Jika karyawan alpa (tidak hadir), ada pemotongan yang disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Undang-undang yang jadi acuan adalah undang-undang Ciptaker,” terangnya.

Selain kinerja atau kehadiran, catatan pemotongan gaji juga dilakukan terhadap karyawan yang memiliki tunggakan utang, yang ironisnya melebihi gaji yang seharusnya diterima.

“Kami tetap kedepankan asas kemanusiaan. Jadi, walaupun tunggakan kas bon mereka sangat tinggi, kami tidak memotong semuanya. Artinya, kami tetap memberikan upah, agar ada yang akan mereka bawa pulang ke rumah,” pungkas Roeroe diamini Senduk dan Biki.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending