Wacana Pemutaran Film G30S PKI Makin Kencang. Ini Tanggapan Netizen
Connect with us

Headline

Film G30S PKI Diputar Lagi? Ini Hasil Polling Netizen

Published

on

KlikMANADO – Wacana penayangan film Pemberontakan G30S PKI di Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan berbagai televisi swasta kembali berhembus sejak awal September 2017.

 

Wacana tersebut dihembuskan dengan alasan kondisi bangsa yang berada di ambang perpecahan. Pemutaran film Pemberontakan G30S PKI dinilai menjadi salah satu upaya untuk mempererat dan menguatkan kembali jiwa nasionalisme rakyat Indonesia.

 

Menariknya, wacana tersebut langsung disambut sejumlah akun media sosial dengan melakukan polling. Sebagaimana diunggah dalam akun twitter masing-masing, hasilnya cukup mengejutkan.

 

Mayoritas hasil polling menunjukkan bahwa masyarakat menilai penting untuk menayangkan kembali film yang sempat ditarik karena alasan sejarah itu. Berikut hasil polling yang dilakukan empat akun twitter:

 

 

https://twitter.com/SuaraTauhid/status/907271776375148544?s=03

Sebelumnya, beredar informasi bahwa TNI-AD akan menggelar nonton bareng film itu. Bahkan, informasi itu sudah tersebar ke sejumlah grup WhatsApp.

 

“Menjelang 1 Okt 2017, sebagai pendahuluan diinformasikan bahwa Seluruh jajaran TNI AD akan mendapatkan perintah mengajak masyarakat untuk menyaksikan film sejarah G30S PKI,” bunyi pesan itu.

 

Tidak hanya itu, terinformasi, ajakan untuk ikut serta dalam nonton bareng termuat dalam surat edaran yang ditujukan kepada para kapten dan tembusan Kepala Dinas Penerangan AD dan Kepala Subdinas Dispenad.

 

Personel TNI-AD pun diminta menyiapkan tempat di wilayah binaan satuan jajaran masing-masing hingga unsur terdepan agar nonton bareng berlangsung sukses.

 

Selain itu, sarana seperti televisi, layar proyektor, komputer atau laptop, alat multimedia, meja-kursi, sound sistem, tikar, dan tenda dimintakan untuk disiapkan.

 

Jajaran AD juga diminta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menonton dengan kerja sama semua pihak.

 

Jika film tersebut diputar lagi di stasiun TV tertentu, Mendagri Tjahjo Kumolo mempersilakannya. Menurut dia, sejarah tentang gerakan PKI tersebut perlu diketahui masyarakat dan generasi muda.

 

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid pun setuju dengan rencana pemutaran film G30S PKI. “Dengan film itu kemudian mengingatkan rakyat kembali tentang tragedi kemanusiaan ini, ya itu satu hal yang wajar saja publik diberi informasi yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

 

Meski versi tentang kudeta itu cukup banyak, Hidayat menegaskan, PKI adalah partai terlarang. Sesuai TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

 

TAP MPRS itu juga bermuatan pelarangan penyebaran ajaran ateisme, komunisme, maupun leninisme. “Apakah yang namanya kudeta PKI terhadap Indonesia atau pun pembunuhan terhadap tujuh jenderal dan apa pun itu, itu realitas sejarah,” tuturnya.

 

Untuk diketahui, film berjudul Pengkhianatan G30S PKI diproduksi oleh Pusat Produksi Film Nasional (PPFN) pada tahun 1984.

 

Film itu sangat populer di era Orde Baru dan diputar di stasiun televisi nasional setiap tahun, tepatnya pada tanggal 30 September.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending