Ferry Liando: Parpol Jangan Sekadar Jadi Alat Mendapat Kekuasaan
Connect with us

Headline

Ferry Liando: Parpol Jangan Sekadar Jadi Alat Mendapat Kekuasaan

Published

on

Ferry Liando

KlikMANADO – Parpol jangan hanya dijadikan sarana untuk mendapatkan kekuasaan. Hal itu diungkapkan pengamat politik dan pemerintahan Ferry Liando, Kamis (25/1/2018).

 

“Parpol itu bukan hanya sekadar instrumen kekuasaan. Tapi parpol itu juga merupakan sarana pembinaan ideologi dan platform partai bagi setiap anggota dan kader parpol,” ujar Ferry Liando.

 

Sehingga, lanjut dia, parpol bukan sekadar tempat persinggahan. “Kemudian ketika tidak mendapat apa-apa lantas pindah ke parpol yang lain,” ketusnya.

 

“Jika sulit berkompetisi dan tidak mendapatkan kekuasaan di suatu parpol, lalu meninggalkan parpol itu dan pindah ke parpol lain, sepertinya tidak elok untuk dicontohi,” katanya.

 

Dengan kata lain, lanjut dia, elit-elit parpol yang terbiasa pindah-pindah parpol sepertinya tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” terangnya.

 

“Jika terjadi anggota masyarakat hobi pindah-pindah parpol, lantas ideologi seperti apa yang ada di benaknya. Di satu sisi ini juga suatu koreksi bagi parpol yang sepertinya tak punya rasa malu mencaplok kader-kader yang dimiliki parpol lain. Harusnya setiap parpol percaya diri atas setiap anggota parpol yang dimilikinya,” ungkapnya.

 

“Rajinlah merekrut anggota masyarakat dan kaderkan mereka sesuai ideologi politik masing-masing parpol. Serta persiapkan mereka sebagai calon-calon pemimpin. Jangan tiba saat tiba akal. Nanti sibuk caplok sana sini jika saat Pilkada atau pilcaleg,” sambungnya.

 

Seharusnya, lanjut dia, jauh hari sebelum Pilkada atau pilcaleg, setiap parpol sudah mempersiapkan calon-calon pemimpin mereka.

 

Meski demikian, dikatakannya, sikap gemar pindah parpol tidak melanggar undang-undang. “Malah dalam konstitusi menjelaskan bahwa setiap warga negara bebas berkumpul dan berserikat,” terangnya.

 

“Baik Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 yang diubah dengan UU nomor 2 tahun 2011 tentang parpol tidak ada larangan bagi anggota parpol pindah ke parpol yang lain. UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada tidak secara tegas menyebutkan berapa tahun usia keanggotaan parpol lalu dapat dicalonkan parpol sebagai calon anggota DPRD atau sebagai calon kepala daerah. Kedua UU itu juga tidak melarang jika suatu parpol mencalonkan kader dari anggota parpol lain,” pungkasnya.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending