Fenomena Film Lokal Masuk Bioskop
Connect with us

Catatan Publik

Fenomena Film Lokal Masuk Bioskop

Published

on

Film Lokal

KlikJAKARTA – Dua tahun terakhir ini, atmosfir kebangkitan film Negeri ini semakin terasa. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 36,5 juta orang yang berkunjung ke bioskop untuk menyaksikan film Nasional.

 

Sejalan dengan perkembangan film Nasional, kini semakin banyak produksi film lokal di berbagai daerah di tanah air. Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan fenomena film lokal daerah yang saat ini lagi booming. Tahun lalu, jagad perfilman nusantara dikejutkan dengan sukses komersial Uang Panai. Uang Panai merupakan salah satu film lokal asal Makassar yang mendapatkan 500 ribu penonton.

 

Selain film lokal Uang Pinai. Film Surau & Silek asal Padang juga mendapatkan pujian banyak, dikarenakan keseriusan mereka menggarap sisi teknis. Sehingga film Surau & Silek tersebut patutlah untuk ditonton di layar lebar.

 

Banyak kalangan yang turut bangga akan kebangkitan film local ini. Salah satunya adalah produser Ichwan Persada. Dia berpendapat bahwa kearifan lokal dan budaya dapat menjadi kekuatan baru sebuah film.

 

“Biasanya sineas lebih mengandalkan adaptasi novel sebagai film agar laris. Maka kedepannya sepertinya trend seneas terutama sineas lokal akan mengambil tema yang dekat disekitar mereka sebagai idenya”. Kata Ichwan kepada JawaPos.com Kamis (29/6/2017).

 

Menyajikan Kearifan Lokal Sebagai Pendekatan

Fenomena film lokal daerah yang saat ini lagi booming, menyajikan kearifan lokal sebagai pendekatan terhadap pemirsanya. Indonesia memang sangat kaya akan adat budaya yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Hal inilah yang digunakan untuk menarik para pemirsa.

 

Para sineas menyajikan kearifan lokal daerah dengan pendekatan populer. Sehingga dalam film lokal yang diproduksi sentuhan akar budaya akan tetap kental, tidak berubah.

 

Film lokal daerah yang sedang booming adalah film dari Makassar yang menggunakan bahasa dan logat khasnya. Bahkan sifat dan budayanya sangat mencerminkan wilayah Makassar. Maka tidak heran bila penontonnya kebanyakan orang setempat.

 

Tidak jarang hal ini membuat kesulitan penonton yang tidak mengerti bahasa Makassar. Namun, kini masalah ini telah ditemukan solusinya yaitu dengan memberikan teks terjemahan di bagian bawah video.

 

Banyak pihak berharap agar daerah-daerah yang ada di Indonesia saling berlomba-lomba mengangkat kearifan lokal dan budaya sebagai film. Agar setiap wilayah akan lebih dikenal secara luas.

 

(***)

Advertisement

Trending