Gunung Agung Masih Erupsi, 22 Desa Masuk Zona Berbahaya
Connect with us

Headline

Gunung Agung Masih Erupsi, 22 Desa Masuk Zona Berbahaya

Published

on

Zona Berbahaya

KlikBALI – Pusat Data Informasi dan Humas BNPB merilis, ada 22 desa yang terdapat dalam zona berbahaya saat erupsi Gunung Agung. Sayang, tidak ada data akurat tentang jumlah penduduknya yang harus diungsikan.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, jumlah penduduk yang tinggal di dalam zona berbahaya tersebut 90.000-100.000 jiwa. Namun tidak adanya data valid dari berbagai sumber telah menyulitkan penghitungan jumlah penduduk yang harus diungsikan.

 

“Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk terdampak di radius yang berbahaya adalah 63.000 jiwa. Sementara itu data dari Open Street Map sebanyak 117.000 jiwa, Asia Pop sebanyak 68.000 jiwa, dan pernyataan Gubernur Bali sebanyak 140.000 jiwa,” ujarnya, Selasa (28/11/2017).

 

Untuk itu, kata dia, BNPB akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan jumlah penduduk yang harus dievakuasi.

 

Data sementara menunjukkan, jumlah penduduk 29.023 jiwa yang tersebar di 217 titik pengungsian. “Belum semua data pengungsi tercatat oleh petugas. Selain di Bali, ada juga yang mengungsi ke Lombok

 

Gubernur Bali telah mengimbau agar masyarakat mengungsi di sekitar Kabupaten Karangasem saja. Apalagi, tidak semua masyarakat yang berada di radius berbahaya bersedia mengungsi. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tetap tinggal di dalam rumahnya.

 

“Ada berbagai alasan yang menyebabkan mereka enggan mengungsi, seperti alasan masih merasa aman meski Gunung Agung sudah erupsi, alasan menjaga ternak dan kebun, alasan kepercayaan, dan lainnya. Petugas masih terus membujuk masyarakat untuk mengungsi dan membantu pengungsian ternak,” terangnya.

 

“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung,” tambahnya.

 

Sebagaimana diketahui, erupsi Gunung Agung terus berlangsung hingga Selasa (28/11/2017) saat ini. Status gunung ini pun sudah dinaikkan menjadi awas.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending