Elektabilitas AHY Konsisten Naik
Connect with us

Headline

Elektabilitas AHY Konsisten Naik

Published

on

KlikJAKARTA – Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) konsisten mengalami kenaikan.

Hal itu terungkap dalam rilis hasil survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) tentang tren politik terkini, yang disampaikan Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA, pada Sabtu (4/9/2021).

Mendrofa membeberkan bahwa elektabilitas AHY mencapai 16,83 persen atau tetap berada di peringkat kedua jika dibandingkan hasil survei CISA sebelumnya.

Adapun Ganjar Pranowo yang mendapat 16,92 persen berada di urutan teratas, menggeser Anies Baswedan yang melorot ke posisi tiga.

Menariknya, Airlangga Hartarto justru menunjukkan peningkatan signifikan terhadap elektabilitasnya. Sedangkan Prabowo Subianto mengalami penurunan.

“Prabowo Subianto justru menunjukkan penurunan elektabilitas dari Mei 2021 dan hanya mendapatkan 10,08 persen. Sedangkan Airlangga Hartarto justru menunjukkan peningkatan signifikan dan meraih 7,58 persen disusul Ridwan Kamil 5,92 persen, Sandiaga Uno 5,08 persen, Muhaimin Iskandar 5 persen, Puan Maharani 3,67 persen serta yang Tidak Tahu/Tidak Menjawab sebanyak 12,17 persen,” terang Herry.

Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini mendominasi peta elektoral parpol di Indonesia. “PDIP justru menunjukkan kenaikan elektabilitas sejak survei sebelumnya dan mendapatkan 24,58 persen,” jelasnya.

“Kenaikan elektabilitas juga membuat Partai Demokrat konsisten di peringkat kedua dan meraih 18,75 persen. Hal yang sama juga menguatkan kembali Partai Golkar di posisi ketiga yang meraup 14,25 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 10,67 persen,” jelas Herry.

Herry juga menyampaikan bahwa Survei yang melakukan wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara surveyor dan responden kembali menempatkan Gerindra dan Nasdem tidak berada di posisi lima besar serta adanya penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera yang membuat PAN dan PPP tetap berada di posisi terakhir.

“Gerindra mengalami penurunan dan mendapatkan 7,25 persen sedangkan PKS kembali konsisten menguat di angka 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 5,33 persen. Di posisi terakhir, ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,75 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,92 persen. Namun masih terdapat 3,17 persen masyarakat yang Tidak Tahu/Tidak Menjawab,” pungkasnya.

(***)

Advertisement

Trending