Ini Deretan Kasus yang Pernah Dihadapi Eks Bupati Konawe Utara Sebelum Jadi Tersangka KPK
Connect with us

Headline

Ini Deretan Kasus yang Pernah Dihadapi Eks Bupati Konawe Utara Sebelum Jadi Tersangka KPK

Published

on

Aswad Sulaiman

KlikJAKARTA – Sebelum ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan korupsi terkait perizinan tambang, mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman ternyata pernah beberapa kali diterpa persoalan hukum.

 

Bahkan, dia sempat menjadi terdakwa dalam sebuah kasus dugaan korupsi. Berikut penelusuran KlikNews yang dihimpun dari berbagai sumber.

 

Pertama, Aswad sempat terjerat kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu pada tahun 2014 lalu. Kepolisian Daerah (Polda) Sultra menetapkan Aswad, yang kala itu masih menjabat Bupati Konawe Utara, sebagai tersangka pada kasus itu setelah terindikasi melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) dan menggunakan fasilitas negara untuk kampanye salah satu caleg dari Partai Demokrat.

 

Bahkan, kasus pidana pemilu ini sempat berlanjut ke meja hijau, setelah berkas perkara Aswad, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dinyatakan lengkap atau P21.

 

Pada akhirnya, persidangan kasus ini memutuskan Aswad tidak bersalah dan divonis bebas. Semua tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak terbukti secara sah menurut hukum.

 

Aswad Sulaiman juga ternyata sempat jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor Bupati Konawe Utara pada tahun 2016 lalu. Pihak Kejati Sultra pun sempat melakukan pencekalan terhadapnya.

 

Kasus ini diungkap pihak kejaksaan setelah mendapat laporan hasil audit BPK. Dari laporan hasil audit itu ditemukan adanya kelebihan pembayaran dan kesalahan kontrak kerja.

 

Proyek tersebut dianggarkan senilai Rp15,8 miliar, dan dibagi dalam dua tahap pada tahun 2008-2010. Tahap pertama yaitu tahun 2008 sebesar Rp7,3 miliar, kemudian dianggarkan lagi sebanyak Rp2,4 miliar pada tahun 2009. Adapun untuk tahap dua dianggarkan sebesar Rp5,9 miliar.

 

Proyek itu sendiri dikerjakan PT Voni Bintang Nusantara tanpa melalui proses tender, namun mendapat persetujuan langsung dari Bupati Konawe Utara Aswad Sulaeman.

 

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut umum (JPU) menuntut Aswad 3 tahun penjara, namun pengadilan tindak pidana korupsi Kendari justru memutus bebas Aswad.

 

Sekadar informasi, Aswad Sulaiman awalnya menjadi Penjabat (Pj) Bupati Konawe Utara pada tahun 2008 hingga 2009. Jabatan itu selanjutnya dipegang Herry Hermansyah Silondae pada tahun 2009-2011.

 

Aswad akhirnya menjabat bupati definitif periode 2011-2016, sebelum akhirnya kalah dalam Pilkada serentak 2015 lalu.

[irp posts=”2101″ name=”Diduga Korupsi Rp2,7 Triliun, Mantan Bupati Konawe Utara Jadi Tersangka KPK”]

 

(Tim)

Advertisement

Trending