E2L dan T2 Ikuti Fit and Proper Tes Calon Kepala Daerah
Connect with us

Headline

E2L dan T2 Ikuti Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah Partai Hanura

Published

on

E2L dan T2

KlikMANADO – Elly Lasut (E2L) dan Telly Tjangkulung (T2) mengikuti Fit dan Proper Test calon kepala daerah yang digelar DPD Partai Hanura Sulut di Radiva Group, Jalan Pumorow, Sabtu (26/8/2017) kemarin.

 

Selain E2L dan T2, beberapa nama besar juga ikut dalam kegiatan yang menjadi salah satu syarat untuk menjadi calon kepala daerah dari Partai Hanura. Yaitu Aditya Didi Moha (ADM), Nasrun Koto, Jainudin Damopolii, Welly Titah, dan Jetty Pulu.

 

Ketua Tim Pilkada Partai Hanura Sulut Riston Mokoagow, tepatnya ada 31 calon kepala daerah yang mendaftar di Partai Hanura. “Jadi kemarin (26/8/2017) itu ada 15 yang ikut Hari ini direncanakan 16 calon yang siap mengikuti Fit and Proper Test, setelah mereka masuk sendiri beberapa waktu lalu,” ujarnya, kepada KlikNews.

 

Dia mengaku, Fit and Proper Test masih akan berlanjut dan diikuti oleh beberapa nama yang cukup dikenal. Beberapa diantaranya adalah Tatong Bara yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Kotamobagu, dan Abdul Kadir Mangkat.

 

Dia menjelaskan, kegiatan yang dirangkaikan dengan pemaparan visi dan misi calon kepala daerah itu dilakukan Tim Pilkada Partai Hanura Sulut berdasarkan petunjuk organisasi.

 

“Petunjuk organisasi adalah setiap calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah wajib mengikuti Fit dan Proper Test sekaligus pemaparan visi dan misi di depan Tim Pilkada Sulut,” kata dia.

 

Menurut dia, kegiatan itu sudah menjadi ketentuan partai yang harus ditaati, dengan tujuan agar Partai Hanura dapat menilai keberadaan kandidat dari berbagai aspek. “Khususnya terkait kesiapan dan keseriusan kandidat,” ungkapnya.

 

“Sehingga kandidat bisa menunjukkan keseriusan dan kesiapannya dalam pilkada, dan pascapilkada. Esensinya adalah Partai Hanura mengharapkan berupaya melahirkan kepala daerah yang berkualitas, berkomitmen, dan visi misinya terukur, sehingga bisa menjadi modal bagi Partai Hanura untuk mengkampanyekannya,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, Partai Hanura tidak menginginkan pilkada hanya dijadikan ajang mengejar popularitas. “Atau sekadar memainkan strategi bergaining untuk menaikkan ratting dengan modal form pendaftaran.

 

“Kegiatan ini adalah bagian dari tahapan internal sebelum disampaikan ke DPP Partai Hanura, bahwa calon kepala daerah ini sudah mengikuti tahapan-tahapan, mulai dari pendaftaran di tingkat DPC hingga akhirnya disampaikan ke DPP, untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Yakni survei, sebelum resmi diusung sebagai calon kepala daerah oleh Partai Hanura,” tandasnya.

(Ayi)

Advertisement

Trending