Connect with us

Hukrim

Dugaan Penipuan Tanah Leluhur, Keluarga Besar Torindatu Polisikan Conraad Kalumata

Published

on

Keluarga Besar Torindatu

KlikMANADO – Keluarga Besar Torindatu akhirnya melaporkan secara resmi Conraad Kalumata dan oknum lainnya ke Polda Sulut, pada Minggu (28/3/2021).

Langkah tersebut diambil berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan penipuan atas tanah leluhur Torindatu di Manado, sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor STTLP/155.a/III/2021/SPKT/POLDA SULUT tertanggal 28 Maret 2021.

Upaya hukum ini diambil Pengurus Keluarga Besar Torindatu dan para tetua Keluarga Besar Torindatu seperti Dirk Saerang, Vecky Agaatsz, Stenly Wakkary, Fenyl Loing, Piter Torindatu, Neltje Torindatu dan Yantje Torindatu, dan didampingi kuasa hukum Keluarga Besar Torindatu Hendro C Silow SH MH CLA.

Menurut Ketua Pengurus Rukun Keluarga Besar Torindatu Benny Saerang SH MH, langkah hukum ini diambil untuk meluruskan klaim sepihak dari Conraad Kalumata atas leluhur Torindatu, yang mengaku sebagai cucu Linora Torindatu dan bertindak sebagai ahli waris.

“Keluarga besar Torindatu telah menyatakan sikap bahwa Conraad Kalumata bukanlah bagian dari Keluarga Besar Torindatu atau tidak ada hubungan sedarah dengan keluarga besar Torindatu,” tegas Saerang.

Dijelaskannya, dokumen yang dipalsukan Conraad Kalumata di antaranya adalah silsilah keluarga dan akte kematian Linora Torindatu. “Dokumen-dokumen tersebut serta dokumen pendukung lainnya sudah diserahkan ke kepolisian,” jelas Saerang.

Dia menyebutkan , leluhur Torindatu atau Linora Torindatu memiliki tanah seluas 2.206.400.000 m² dan di dalam daftar umum tercatat sebagai tanah yang dikuasai negara.

“Tetapi pemerintah lewat Kementerian Agraria bersedia memberikan sebagian dari tanah tersebut yang atas nama Linora Torindatu seluas 441.280.000 m² diberi sebagai Hak Milik dengan cuma-cuma,” sambungnya

Keterangan tersebut, kata Saerang, berdasarkan Akte Eigendom Verponding nomor 232 tanggal 28 Juni 1879 No Afschrift 117, Meetbrief nomor 272, dan Surat Keputusan Kementerian Agraria No.Sk.537/Ka Tanggal 7 April 1960 yang ditandatangani di Jakarta.

Keluarga Besar Torindatu hanya memberikan mandat untuk mengurus tanah leluhur ini kepada Benny Saerang SH MH dan diberi kuasa penuh dalam memperjuangkan hak-hak Keluarga Besar Torindatu terkait dengan tanah leluhur atau Linora Torindatu.

Sementara, kuasa hukum Keluarga Besar Torindatu Hendro C Silow SH MH CLA mengimbau masyarakat agar waspada terhadap aksi klaim Conraad Kalumata atas tanah leluhur Torindatu.

“Jika ada yang menerima kuasa atau memegang kuasa atas pengelolaan tanah Torindatu dan atau terkait dengan tanah Torindatu yang diberikan kuasa oleh Conraad Kalumata, diimbau untuk segera menghubungi pihak keluarga besar Torindatu, agar terhindar dari upaya hukum yang sedang dilakukan oleh keluarga besar Torindatu,” ujarnya.

Setelah melapor di Polda Sulut, kuasa hukum Keluarga Besar Torindatu juga akan melakukan klarifikasi ke Kanwil Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado.

(***)

Hukrim

Sambut HBP, 3 Iven Olahraga Hentak Rutan Manado

Published

on

Rutan Manado

KlikMANADO – Tiga iven olahraga bergengsi menghentak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado.

Hajatan yang digelar dalam menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-57 itu, Kamis (15/4/2021) pagi dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Manado Yusep Antonius, dengan melibatkan hasil kolaborasi anyar para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan para petugas Rutan.

“Kiranya pertandingan yang dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat yang baik buat kita semua, terutama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas,” pesan Yusep yang didampingi Kepala Satuan Pengamanan Rico Stereo Wendur dan Kasubsi Bimbingan Kegiatan Joutje Sinaulan, sesaat sebelum menendang bola tanda dimulainya pertandingan Futsal.

Yusep juga mengimbau agar tetap jaga kekompakan, dan menghormati umat muslim yang tengah menjalankan Ibadah Puasa. “Jangan karena mengikuti lomba ini menjadi alasan untuk batal Puasa,” pesannya.

Ketua Panitia Rocky Wajong menjelaskan ada tiga iven yang dilombakan yaitu Futsal, Bulutangkis dan Catur. “Futsal akan melibatkan semua Blok yang ada di Rutan, Asoka, Kamboja, Anggrek, Melati dan Sakura. Sedangkan bulutangkis akan dipertandingkan khusus ganda putra. Sedangkan catur siapa saja boleh ambil bagian,” ujar Rocky yang sehari-hari bertugas sebagai staf KPR itu.

Untuk suksesnya semua lomba, telah dipercayakan tiga petugas untuk mengoordinir langsung semuanya berlangsung lancar dan aman. Untuk Futsal diemban kepada Yanes Rantung (Komandan Regu), Catur Meliko Pangemanan (staf KPR) dan Bulutangkis, Suaidi Haftuh Romadhani (staf P2U).

(***)

Continue Reading

Hukrim

Petugas dan Warga Binaan Lapas Manado Terima Vaksin

Published

on

Warga Lapas Terima Vaksin

KlikMANADO – Sebanyak 70 Petugas dan 185 Warga Binaan (WBP) Lapas Manado telah menerima vaksin tahap I.

Menurut Kepala Tim Medis Lapas Manado dr David Tuerah, vaksin akan dilakukan menyeluruh kepada para petugas dan WBP yang telah memenuhi semua persyaratan untuk divaksin.

Apalagi, dari hasil rapid test antigen kepada 242 WBP, semuanya non reaktif. “Pelaksanaan vaksinasi berjalan baik hingga saat ini, WBP yang divaksin tentu harus memiliki KTP,” ujar dr David awal pekan ini.

Untuk petugas, termasuk Kalapas Amri Langkamane dilaksanakan serentak pada 8 April dan esoknya buat WBP, hasil koodinasi antara tim medis Lapas dan Dinas Kesehatan Kota Manado.

Dalam arahannya, tim Paramedis yang dalam hal ini dokter Lapas Manado memberikan edukasi kepada Warga Binaan Lapas agar tidak takutdivaksin, dan apabila terjadi efek pasca divaksinasi untuk tidak khawatir karena merupakan hal yang biasa dan diharapkan untuk terus berkonsultasi dengan Paramedis Lapas Manado.

“Pelaksanaan Swab PCR kepada WBP diikuti 242 orang WBP dan sesuai hasil yang dikirim dari Dinas Kesehatan Kota Manado, semuanya dinyatakan negatif covid-19, sehingga terpilih 185 orang WBP yang memenuhi syarat untuk divaksin,”tambahnya.

(***)

Continue Reading

Hukrim

Sidak Gabungan Sisir Lapas Manado

Published

on

Lapas Manado
Personel Tim Sidak Gabungan. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Setelah Rutan Manado, Sidak Gabungan kembali menyisir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado di Sumompo, Kecamatan Tuminting Manado.

Kali ini, pihak Lapas Manado menggandeng Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sulut dan aparat kepolisian dari Polsek Tuminting untuk melakukan razia dadakan gabungan pada Senin (12/4/2021) pukul 21.00 Wita dan tuntas 23.00 Wita kemarin. Hasilnya, enam telepon selular dan sejumlah barang terlarang berhasil diamankan oleh tim.

Kalapas Manado Amri Langakamane menjelaskan, Sidak Gabungan ini selain dalam rangkaian menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, juga sebagai upaya untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama terjadi, seperti beredarnya barang terlarang di Lapas Manado.

Amri Langakamane yang didampingi Kasi Penindakan BNNP Sulut Kompol Julio Sajangbati dan Kapolsek Tuminting Andi Sukristiyanto menjelaskan, target dalam operasi ini adalah Blok Anoa dan Blok Cakalele dengan melibatkan tiga tim.

“Penggeledahan ini mendapatkan hasil berupa barang-barang terlarang yang tidak diperkenankan untuk ada di dalam Lapas, lalu dikumpul dan diinvestasir untuk didata,” ujar Amri.

Menurut Ketua Tim Humas Hendra Lumataw, Blok Anoa dihuni Narapidana Umum dan Narkoba sementara Cakalele Narapidana Umum dan Tipikor.

“Penggeledahan rutin akan terus dilakukan untuk meminimalisasi gangguan keamanan,” kata Hendra.

Di Lapas Manado, saat ini dihuni 329 Warga Binaan Pemasyarakatan. “Napi Narkoba ada 24 orang,” tambah KPLP Lapas Eduard Kaligis yang didampingi Kasiminkamtib, Meidy Tigau.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending