Dua Kecamatan di Pohuwato Terendam, Tinggi Muka Air Hingga 1 Meter
Connect with us

Nasional

Dua Kecamatan di Pohuwato Terendam, Tinggi Muka Air Hingga 1 Meter

Published

on

Evakuasi warga akibat banjir
Evakuasi warga. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikJAKARTA – Sebanyak dua kecamatan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, terendam banjir, pada Kamis (15/7/2021). Banjir terjadi setelah hujan mengguyur secara terus menerus selama dua hari di kabupaten tersebut.

Dua kecamatan yang terdampak banjir adalah Kecamatan Dengilo, meliputi Desa Pepaya, Padengo, Karangetan, dan Hutamoputih. Selain itu, Kecamatan Paguat yang termasuk wilayah administrasi Kabupaten Pohuwato juga terdampak banjir, yakni Desa Bumbulan, Sipayo, Molamahu, Kelurahan Pentadu, dan Siduan dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi mulai dari 30 cm hingga satu meter.

Menurut laporan yang diterima Pusdalops Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), terdapat sebanyak 2.355 jiwa terdampak atau sebanyak 644 Kepala Keluarga (KK), dengan 37 KK di antaranya telah mengungsi ke tempat pengungsian, sementara sebagian warga lain memilih bertahan di rumah masing-masing.

Kerugian materil akibat banjir ini sebanyak 644 unit rumah warga terdampak, irigasi induk di Desa Padengo jebol, tanggul Desa Bumbulan dan Sipayo jebol, dua jembatan rusak berat, area perkebunan terendam, dua fasilitas pendidikan dan lima fasilitas ibadah terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato sejak banjir terjadi terus melakukan pendataan dan proses evakuasi korban di lokasi terdampak bencana.

Selain itu, petugas juga telah membuka dapur umum yang berlokasi di halaman kantor Desa Pepaya. Bantuan berupa tikar, selimut, nasi bungkus sebanyak 1.213 bungkus, family kit, serta paket kebersihan telah didistribusikan. Penyedotan air dengan menggunakan pompa air juga terus dilakukan di berberapa titik banjir. 

BPBD Kabupaten Pohuwato bersama Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman serta pemerintah Kecamatan dan Desa melakukan pendampingan saat Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir.

Menyikapi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato sedang memproses status Tanggap Darurat (TD) selama 14 hari yakni 15 Juli hingga 28 Juli 2021 mendatang.

Laporan terkini di lokasi kejadian, cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi, namun TMA telah berkurang menjadi 20 hingga 30 sentimeter. Warga juga secara mandiri membersihkan rumahnya masing-masing dari sisa banjir dan lumpur. Sementara pengungsi masih bertahan di kantor Koramil dan Masjid Pendatu.

Menurut kajian analisis InaRISK, wilayah Kabupaten Pohuwato memiliki risiko bencana banjir sedang hingga tinggi dengan luas risiko 17.383 hektar atau sekitar 13 kecamatan terpapar.

“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat guna upaya penanggulangan bencana pasca banjir. Warga juga diimbau untuk waspada terhadap ancaman banjir susulan maupun potensi adanya penyakit pasca banjir,” ujar Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

(***)

Advertisement

Trending