Driver adalah Keluarga Besar Go-Jek. Ini Buktinya!!!
Connect with us

Humaniora

Driver adalah Keluarga Besar Go-Jek. Ini Buktinya!!!

Published

on

KlikMANADO – Salam Satu Aspal menjadi slogan yang begitu kuat di hati setiap driver Go-Jek. Bahkan slogan tersebut membuat para driver merasa seperti berada di dalam sebuah keluarga besar.

“Sejak bergabung di Go-Jek, seorang driver otomatis menjadi keluarga besar Go-Jek. Slogan Salam Satu Aspal benar-benar menyatukan kami yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan profesi,” ujar driver Go-Jek yang biasa disapa Opa Gojek Manado, Rabu (9/8/2017).

Sebenarnya, lanjut dia, pekerjaan driver Go-Jek hanya dijadikan sampingan oleh kebanyakan driver. “Sebenarnya ada yang pekerjaan tetapnya karyawan swasta, polisi, tentara, security, ojek pangkalan, dokter, dan lainnya,” sambung pria yang enggan menyebutkan nama lengkapnya ini.

“Karena sering bertemu di jalan atau rumah makan, kami menjadi saling akrab antara satu dengan yang lain. Bila ada yang mengalami masalah di jalan, maka teman-teman yang lain siap mendekat untuk membantu,” tambahnya.

Pun demikian jika ada driver yang sakit, kata dia, maka driver lainnya akan berupaya membantu menyelesaikan keperluannya. “Seperti biaya rumah sakit, maka itu akan kami kumpul sumbangan. Kami juga akan menjenguk driver yang sakit itu,” ungkapnya.

“Demikian juga bila ada yang meninggal dunia, maka kami turut berduka. Kami satu nasib, satu rasa, satu aspal, satu perjuangan, dan otomatis jadi satu keluarga,” tegasnya.

Para driver mengusung keranda jenazah salah satu keluarga yang meninggal dunia. (istimewa)

Senada dikatakan Amar, driver lainnya. Dia mengaku bangga bisa tergabung dalam keluarga besar Go-Jek. “Saya benar-benar merasakan kekeluargaan yang sangat kuat saat pertama kali bergabung di Go-Jek,” tuturnya.

“Pernah satu waktu, ban motor saya bocor. Sehingga kesulitan untuk mencari bengkel. Alhamdulillah ada driver yang lewat dan membantu saya,” tambahnya.

Apa yang dikatakan Opa Gojek terbukti. Rabu (9/8/2017), seorang driver Go-Jek, Kasim (nama disamarkan) diketahui meninggal dunia. Hari itu pula dia dimakamkan.

Yang menarik adalah, dari rumah duka yang berada di Kelurahan Banjer hingga tempat pekuburan umum, dia di antar oleh ratusan orang berseragam Go-Jek. Sejumlah warga pun terlihat mengabadikan momen tersebut. Tidak hanya itu, beberapa netizen terpantau mengupload foto-foto itu. (Ayi)

Advertisement

Trending