DPP BKPRMI Angkat Karateker Sulut. Ada Apa?
Connect with us

Sulut

DPP BKPRMI Angkat Karateker Sulut. Ada Apa?

Published

on

Karateker BKPRMI Sulut
Pengurus Karateker BKPRMI Sulut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikSULUT – DPP BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid) ternyata telah mengangkat 9 kader sebagai karateker DPW BKPRMI Sulut (Sulut).

Dari 9 orang itu, 7 di antaranya adalah kader BKPRMI Sulut. Yaitu Noho Poiyo sebagai Pj Bendahara, Suyanto Muarif, Iswadi Amali, Agus Abdullah, Fadly Kasim, Syarif Alif Darea, dan Joko Sutrisno sebagai anggota.

Sementara Ketua dan Sekretaris berasal dari unsur DPP, yakni HM Rusdi Umar sebagai Pj Ketua, dan H Husein Sarujin sebagai Pj sekretaris.

Pengangkatan karateker tersebut tertuang dalam SK DPP BKPRMI Nomor 544-A/SK/BKPRMI/VII/2021 tentang Pengangkatan Karateker Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2021, tertanggal 2 Juli 2021.

Dalam SK tersebut terungkap juga bahwa DPW BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara periode 2019-2023 telah dibekukan kepengurusannya pada 5 Mei 2021 lalu.

Sementara itu, dalam konferensi pers yang digelar di salah satu hotel ternama di Kota Manado, Anggota Karateker Joko Sutrisno membeberkan bahwa sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan koordinasi dan konsolidasi serta melakukan langkah organisatoris dengan seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) di kabupaten dan kota.

Setelah langkah itu dilakukan, lanjut Joko, pengurus karateker DPW BKPRMI Sulut akan melaksanakan Muswil untuk membentuk kepengurusan DPW BKPRMI Sulut yang definitif, representatif dan menjadi harapan seluruh kader BKPRMI Sulut.

“Selanjutnya kami, karateker BKPRMI Sulut berharap support dan kerja sama dari seluruh pengurus dan kader BKPRMI se-Sulut dalam menyukseskan tugas dan amanah dari DPP,” sambungnya.

Saat ditanya terkait apa sebenarnya yang terjadi sehingga DPW BKPRMI Sulut periode 2019-2023 dibekukan dan memunculkan pengangkatan karateker, Joko enggan menjawabnya.

“Ini bukan kewenangan kami untuk menjawabnya. Biarlah DPP yang menjelaskannya saat berada di Sulawesi Utara nanti,” pungkasnya.

(***)

Advertisement

Trending