Dituduh Hendak Menculik Anak, Penderita Bipolar Nyaris Diamuk Warga
Connect with us

Daerah

Dituduh Hendak Menculik Anak, Penderita Bipolar Nyaris Diamuk Warga

Published

on

ET(3
KlikMINUT -ET, alias Ester(30-an) warga Kelurahan Manembo-Nembo Kota Bitung yang diduga menderita Bipolar(gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah depresif/tertekan ke tertinggi/manik) nyaris diamuk warga di Desa Kolongan Tetempanganjaga dua Kecamatan Kalawat Minut Minggu, (05/12/2021) karena dituduh hendak menculik anak.
Kronologisnya, ET bersama lelaki FL(61) warga Kelurahan Mapanget Barat Kecamatan Mapanget Kota Manado yang diduga pacar ET dipergoki warga menunjukan gerak-gerik mencurigakan karena ET turun dari mobil jenis Datsun yang dikemudikan FL, kemudian bersikap seperti mencari sesuatu.
Warga yang curiga kemudian menangkap mereka berdua. Peristiwa penangkapan ini cepat menyebar, warga kemudian berkumpul, bahkan mencapai 1000-an orang. Cepatnya warga berkumpul karena isu penculikan anak belakangan ini sedang menjadi trending topic di tengah masyarakat.
Wargapun mulai memukuli ET dan FL,
namun beruntung Pemerintah Desa yang terdiri dari Hukum Tua Demas Kasegel, Kepala Jaga 7 Heidy Kampuratu dan Kepala Jaga 2 Rubby Worek dibantu anggota Reskrim Polres Minut langsung mengamankan ET dan FL bersama mobil yang mereka gunakan ke Kantor Polsek Airmadidi.
Belakangan ET diketahui diduga menderita bipolar. Hal ini dibenarkan ayah ET yang kemudian datang menjemput anaknya dan dibawa pulang.
“Anak saya memang menderita gangguan kejiwaan, dirinya sering mengalami halusinasi yang tidak beralasan dan sering tidak terkendali, Ester sering mengatakan ditinya hendak dibunuh, padahal tidak ada yang mengancamnya seperti demikian,” ungkap HT ayah ET.
Terpisah Kapolsek Airmadidi melalui Bintara Piket Aiptu Suprapto menerangkan, benar yang bersangkutan tidak melakukan penculikan anak, karena saat dibawa ke Polsek tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.
“Sebelumnya yang bersangkutan bersama lelaki FL hendak menggunakan jasa tukang pijat di desa tersebut, namun sebelum tiba di tempat pijat yang dituju keburu di tangkap warga karena gerak gerik mereka dianggap mencurigakan. Ayah Ester yang tiba di Polsek dua jam kemudian menjelaskan bahwa benar anaknya mengalami gangguan jiwa dan sering kondisinya tidak terkendali dan pergi tanpa diketahui,” jelas Suprapto.
Ditambahkan Suprapto, oleh karena kondisi ET yang diduga mengalami gangguan jiwa, ditambah tidak ada bukti melakukan penculikan anak maka kami menyerahkannya kepada keluarga.
“Papa, mama dan kakak datang dari Manembo-nembo ke Polsek menjemput ET dan di bawa pulang setelah kami hubungi,” imbuh Suprapto.
Terpisah, Hukum Tua Desa Kolongan Tetempangan Demas Kasegel, membenarkan peristiwa penangkapan dua orang tersebut.
Menurut Kasegel, dua orang yang ditangkap warga tersebut, oleh warga yang curiga digelandang ke pangkalan ojek. Warga yang terpancing emosi dan mulai tidak terkendali mulai memukuli kedua tersangka. Menyaksikan hal tersebut pemdes berusaha mengendalikan warga yang sudah termakan isu penculikan anak.
“Dibantu anggota Reskrim Polres Minut kami langsung membawa keduanya ke Polsek Airmadidi. Kami tidak ingin terjadi hal anarkis main hakim sendiri terhadap kedua orang tersebut.  Setelah berada di kantor polisi, terungkap, ET diduga mengalami gangguan kejiwaan dan sedang dalam perawatan, dan yang satunya lagi adalah teman atau pacar ET,’ tukas Kasegel.
Kasegel-pun menghimbau warganya untuk tidak cepat bertindak bila terjadi hal seperti ini. Meskipun demikian dirinya tetap menghimbau untuk tetap waspada menjaga Kamtibmas.(Rubby Worek)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending