Diduga Like Video Peserta Pilkada, Anggota KPU Bolsel Ini Disidang DKPP
Connect with us

Totabuan

Diduga Like Video Peserta Pilkada, Anggota KPU Bolsel Ini Disidang DKPP

Published

on

Teradu. (Sumber: dkpp.go.id)

KlikBOLSEL – DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menggelar sidang pemeriksaan terhadap Anggota KPU Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) Topan Balilio, atas dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP), pada Senin (11/1/2021).

Dalam sidang yang dilaksanakan secara virtual itu, diketahui bahwa pemeriksaan DKPP dilangsungkan setelah Topan diadukan Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii, melalui kuasanya Jein Djauhari.

Topan diduga telah memberikan tanda atau simbol like (suka) pada video kampanye yang diposting tim kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bolsel Riston Mokoagow-Selviah Van Gobel.

Tidak hanya itu, Pengadu juga menduga Teradu mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Calon Bupati Bolsel Riston Mokoagow. Namun, menurut Pengadu, hal itu belum pernah diumumkan Teradu kepada publik.

Dalil-dalil pengaduan itu pun dibantah Topan selaku Teradu. Soal dugaan pemberian simbol like pada postingan video paslon, Topan mengaku dihubungi salah satu staf KPU Bolsel, yang menanyakan kepadanya tentang hal itu, pada 25 Oktober 2020, sekira pukul 12.00 Wita.

Topan mengaku, pertanyaan staf itu membuatnya terkejut dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan tanda suka (like) terhadap postingan itu. Bahkan ia mengatakan tidak mengetahui adanya postingan video salah satu tim kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bolsel.

Dalam dalil Pengadu, video tersebut diposting oleh akun bernama Pieter Nasiki dan disukai oleh akun Facebook Teradu pada 21 Oktober 2020. “Untuk membuktikan keyakinan, saya langsung membuka log aktivitas Facebook dari tanggal 21-25 Oktober 2020, dalam log aktifitas tersebut tidak ada satu pun riwayat yang memberikan bukti teradu memberikan tanda suka (like) pada salah satu postingan yang dimaksud,” ungkap Topan.

Dia menambahkan, dirinya juga telah menonton video yang diposting berulang-ulang. Hasilnya, tidak ada nama akun facebook miliknya yang memberikan tanda suka untuk video tersebut. Tak hanya itu, Topan juga menyatakan bahwa dirinya telah menghubung akun facebook atas nama Pieter Nasiki selaku akun yang mempublikasi video itu melalui aplikasi pesan singkat messenger.

Akun facebook atas nama Pieter Nasiki memberikan balasan bahwa akun facebook atas nama Topan Bolilio tidak pernah memberikan tanda suka pada postingan miliknya. Bantahan juga dilontarkan oleh Topan atas dalil Pengadu terkait hubungan kekerabatan yang dimilikinya dengan Calon Bupati Bolsel, Riston Mokoagow. Menurutnya, tidak ada yang ditutup-tutupi terkait ini.

Kepada majelis, dia mengakui memang memiliki hubungan kerabatan dengan Riston Mokoagow. Tapi Topan telah menyerahkan surat pernyataan terkait ini kepada Kasubbag Teknis Grace Winda dan menyampaikannya kepada koleganya sesama komisioner KPU Kabupaten Bolsel.

Menurut pengakuannya, Riston adalah adik iparnya. Istri dari Riston, kata Topan, adalah adik kandungnya. “Pada tanggal 19 September 2020, Teradu menyatakan diri untuk tidak terlibat dalam proses verifikasi dokumen pencalonan paslon Bupati dan Wakil Bupati Riston Mokoagow dan Selvia Abdul Wahab Van Gobel dan juga penyusunan jadwal kunjungan ke sekolah dan kampus di mana pasangan calon ini pernah mengenyam pendidikan,” jelas Topan.

Dia menambahkan, dirinya juga telah menyatakan tidak terlibat dalam proses penyusunan dan verifikasi dokumen setelah kunjungan KPU Bolaang Mongondow Selatan ke Sekolah dan Kampus pasangan calon pada 27 September 2020. “Lebih lanjut teradu telah melaksanakan Konferensi Pers tanggal 8 Oktober 2020 di hadapan wartawan terkait dengan penyampaian adanya hubungan keluarga/sanak saudara penyelenggara pemilu dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan,” tandasnya.

Untuk diketahui, sidang ini diadakan secara virtual dengan Ketua Majelis dan seluruh pihak berada di daerah masing-masing. Ketua majelis adalah Anggota DKPP Prof Teguh Prasetyo yang didampingi oleh Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sulawesi Utara yang bertindak sebagai Anggota Majelis, yaitu Trilke Erita Tulung (unsur Masyarakat) dan Herwyn JH Malonda (unsur Bawaslu).

(Prangki Datu)

Advertisement

Trending