Kebakaran di Pentadio Barat, Seorang Nenek Tewas
Connect with us

Hukrim

Kebakaran di Pentadio Barat, Seorang Nenek Tewas

Published

on

Nenek

KlikGORONTALO – Kebakaran hebat terjadi di Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/10/2017) kemarin. Seorang nenek, Hadijah Luawo (52), harus meregang nyawa karena terjebak kobaran api.

 

Dikutip dari Harian Gorontalo, kebakaran bermula saat salah satu cucu dari Kisman Ponu (65), pemilik rumah, bermain korek api di salah satu kamar pada bagian depan rumah.

 

Percikan api hasil dari permainan korek api selanjutnya menyentuh bagian kasur. Setelah itu, api begitu cepat menyebar ke bagian lain. Api yang sudah menjalar cepat membuat sang bocah berlari memberitahukan kepada Titien yang merupakan keponakan korban.

 

Titien pun segera mengambil air di dapur untuk memadamkan api. Namun, saat masuk ke dalam kamar, ternyata api sudah semakin besar dan mulai menjalar ke bagian dinding dan plafon kamar.

 

Saat itu juga, Titen langsung menyelamatkan bocah itu sembari berteriak meminta pertolongan warga. Pada saat bersamaaan, Anggota TNI gabungan dari Brigif 22/Oms, Yonif 713 dan Yonif 715 sedang berlatih renang di area Pentadio Resort.

 

Melihat ada kepulan asap yang berasal dari salah satu rumah, para anggota TNI itu pun langsung menuju lokasi kebakaran.

 

Dibantu warga setempat, anggota TNI berusaha memadamkan api. Sebagiannya lagi berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.

 

Tak lama kemudian, Titien menginformasikan bahwa di dalam kamar ketiga, ada seorang nenek sedang sakit. Saat itu juga beberapa anggota TNI berusaha menyelamatkan nenek tersebut.

 

Sayang, korban ditemukan sudah dalam keadaan terbakar. Korban pun langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit MM Dunda Limboto. Tapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi.

 

Selang beberapa menit kemudian, Tim Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gorontalo tiba di lokasi dan langsung berupaya memadamkan api. Tidak butuh waktu lama bagi pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api.

 

Titien mengaku, saat kejadian, dia sedang memasak di dapur. Tiba-tiba keponakannya datang untuk menanyakan caranya memadamkan api yang sedang berkobar di kamar.

 

Tapi, saat memasuki kamar, lanjut dia, ternyata api sudah membesar. “Saya berusaha mencari kain basah untuk memadamkan api, tapi saat masuk ke kamar api sudah mulai menjalar dan saat itu juga saya langsung berteriak minta tolong, dan saya baru sadar ternyata di dalam kamar lain si nenek terjebak di dalam kepulan api,” ungkap Titien.

 

Sementara itu, Letnan Dua Infanteri Suyono yang memimpin pasukan TNI, menjelaskan, sesaat setelah melakukan latihan renang, pihaknya melihat kepulan asap dari sebuah rumah di dekat lokasi latihan.

 

Dia pun langsung memerintahkan anggotanya untuk menuju lokasi asal dari asap tersebut, dan langsung memberi pertolongan dengan alat seadanya.

 

”Melihat ada kepulan asap, kami langsung menuju TKP dan mendobrak pintu rumah untuk menyelamatkan barang barang berharga dan memadamkan api, selanjutnya kami juga mengevakuasi salah satu korban yang terjebak di salah satu kamar. Dan saat kami temukan korban sudah dalam keadaan terbakar,” ujar Suyono.

 

Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Husni Deka mengungkapkan, setelah menerima laporan warga, pihaknya langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pertolongan.

 

“Setelah menerima laporan warga, kami langsung menuju lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman, dan untuk selanjutnya kita masih melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial terkait bantuan yang akan diberikan,” katanya.

 

Sementara itu, BPBD masih melakukan identifikasi terhadap kerugian akibat kebakaran. Untuk sementara, kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending