Connect with us

Mitra

Dandim 1302 Minahasa Cek Aktivitas Posko Covid-19

Published

on

KlikMITRA – Komandan Kodim (Dandim) 1302 Minahasa Letkol Inf Slamet Raharjo melaksanakan pengecekan situasi dan aktivitas Posko Covid-19 Corona di Gunung Potong wilayah perbatasan Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Kamis (2/4/2020) pukul 09.30 Wita.

Dalam kunjungan ini, Dandim 1302 Minahasa memberikan arahan kepada para petugas dan masyarakat yang sedang antre di tempat tersebut.

“Untuk masyarakat yang sementara antre agar tetap jaga kesehatan dan jaga jarak, sesuaikan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, buat inovasi-inovasi yang dapat membantu mengurangi bencana non alam ini, jangan menambah masalah baru,” katanya.

“Jangan ada kegaduhan, ikuti instruksi para petugas di tempat ini, sayangi diri dan keluarga. Kemudian untuk para petugas, laksanakan tugas dengan baik, berikan pengertian kepada masyarakat agar memahami betul akan bahaya yang bisa ditimbulkan apabila tidak mengindahkan himbauan pemerintah,” imbaunya.

Selanjutnya, Dandim mengecek suhu badannya sendiri, dan menanyakan jam Operasional Portal Posko pelintas batas yang sudah dibuat pemerintah.

Sesuai petunjuk Bupati Minahasa, Portal dibuka pada pukul 06.00 Wita dan ditutup pukul 18.00 Wita.

(Vikni Samadi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukrim

Kodim 1302 Minahasa Gencar Kawal Poskovid

Published

on

KlikMINAHASA – Jajaran Kodim 1302 Minahasa gencar mengawal Poskovid bersama kepolisian, aparat Kecamatan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Dinas Kesehatan yang berada di wilayah masing-masing, dan pemerintah desa atau kelurahan. Sebagaimana terpantau, jajaran Kodim 1302 Minahasa juga melakukan pengawalan Poskovid, pada Senin (13/4/2020).

Menurut Komandan Kodim (Dandim) 1302 Minahasa Letnan Kolonel Inf Slamet Raharjo, hal ini dilakukan untuk lebih mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 Corona di setiap wilayah teritorial Kodim 1302 Minahasa.

Kegiatan yang dilakukan oleh aparat gabungan di Poskovid-19 tersebut antara lain, setiap pengguna jalan atau pelintas batas wajib diperikasa apakah mereka membawa surat keterangan berbada sehat dari dinas kesehatan daerah asal, memeriksa suhu tubuh dengan alat Thermo Cheeker, melakukan penyemprotan terhadap kendaraan yang digunakan dengan cairan disinfektan, dan mengarahkan mereka untuk cuci tangan sebelum diadakan pemeriksaan lanjutan.

Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kodim 1302 Minahasa yang sampai saat ini terus terlibat langsung dalam penanganan dan penanggulangan penyebaran Virus Covid-19 Corona di wilayah ini.

Lanjut Dandim, Masalah Covid-19 bukan lagi masalah yang bisa dianggap remeh, karena merupakan bencana Nasional bahkan Dunia. “Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dan keseriusan dalam menangani hal ini, agar penyebaran virus ini bisa cepat teratasi, maka kalian harus terus menyampaikan kepada masyarakat untuk memperhatikan imbauan pemerintah yang sudah dikeluarkan untuk ditaati,” tandasnya.

Kegiatan di bebrapa Poskovid ini ditinjau langsung oleh Dandim 1302 Minahasa. Salah satunya adalah Poskovid yang berada di Kelurahan Kasuang, Kecamatan Tondano Selatan yang juga didampingi oleh Camat Tondano Selatan Johny Tendean, Wakapolsek Tondano Ipda PM Muntu, Lurah Tataaran 2 Sony Supit.

(Vikni Samadi)

Continue Reading

Minahasa

Seperti Tak Kenal Lelah, Jajaran Kodim 1302 Minahasa Kembali Patroli Gabungan

Published

on

KlikMINAHASA -Jajaran Kodim 1302 Minahasa yang terbagi di empat wilayah, yaitu Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara, kembali melaksanakan patroli gabungan untuk mencegah penyebaran Covid-19, pada Jumat (10/4/2020).

Patroli kali ini lebih diarahkan kepada pemantauan posko-posko di tiap-tiap desa dan kelurahan.

Mereka tak henti-hentinya menyerukan masyarakat agar tetap berada di rumah, jangan berkeliaran jika tidak ada hal mendesak, dan melakukan pemeriksaan suhu badan terhadap masyarakat yang ditemui di jalan.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1302 Minahasa Letnan Kolonel Inf Slamet Raharjo menekan, perhatian seluruh jajarannya terhadap penanggulangan Covid-19, sampai saat ini, belum kendor.

“Kegiatan tersebut masih terus berjalan, bahkan lebih diintensifkan. Oleh karena itu patroli gabungan harus kita laksanakan guna memutus mata rantai penularan virus ini,” katanya.

Dia mengaku tahu seluruh jajarannya lelah melakukan patroli, siang malam, untuk menjaga dan mengimbau masyarakat di wilayah binaan.

“Oleh karena itu saya tekankan, jaga kondisi fisik masing-masing, makanlah makanan yang bergizi dan selalu mengonsumsi vitamin agar kondisi fisik kalian tetap prima, lakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat agar mereka bisa dengan mudah memahami apa-apa yang kalian sampaikan,” tandasnya.

(Vikni Samadi)

Continue Reading

Headline

Kapolda Sulut Tindak Tegas PETI, Perhapi-Walhi Sulut Harap Bisa Konsisten

Published

on

KlikSULUT – Aksi penertiban dan penghentian PETI yang dilakukan Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut) pimpinan Irjen Pol Royke Lumowa, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, di antaranya Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulut.

Apresiasi tersebut diberikan karena aksi penambang ilegal, apalagi menggunakan alat berat, sulit ditertibkan selama bertahun-tahun. Upaya pemerintah daerah, termasuk Sulut, untuk menertibkan selalu terbentur di lapangan.

Selain itu, aksi penghentian PETI juga sudah ditunjukkan. Bahkan Kapolda Sulut turun langsung menertibkan tambang ilegal di Bolmong dan Minahasa Tenggara (Mitra). Yang terkini, Kapolda turun langsung di Potolo, Desa Tanoyan, Bolmong, pada Selasa (17/3/2020) lalu.

“Langkah Kapolda Sulawesi Utara yang baru ini harus diapresiasi dan diberikan penghargaan. Kita pun berharap agar upaya penertiban dapat dilakukan secara konsisten,” ujar Ketua Umum PERHAPI Rizal Kasli, Kamis (19/3/2020).

Rizal berpendapat, penertiban ini akan efektif jika aparat penegak hukum turun ke lapangan secara bersama-sama dan konsisten menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

“Apabila ada aparat di daerah yang terlibat juga dilakukan penegakan hukum sampai pada pemecatan. Kapolda harus membentuk Satgas Khusus untuk langkah tersebut dan bekerja secara terus menerus dalam menertibkan tambang tanpa izin (ilegal) yang banyak terdapat di daerah-daerah,” sarannya.

Dia juga meminta Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk serius menangani masalah PETI. “Aktivitas pertambangan emas tanpa izin ini merugikan negara, daerah dan masyarakat. Juga merusak lingkungan dan keselamatan kerja,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah juga harus proaktif melakukan pembinaan terhadap tambang rakyat yang memiliki izin. “Sehingga pengoperasian tambang-tambang tersebut dilakukan dengan mengedepankan ‘good mining practice’,”terangnya.

Senada disampaikan Koordinator Walhi Sulut Theodoron Berenc Victor Runtuwene. Dia mendukung langkah Kapolda Sulut yang baru itu. “Ini langkah maju dari Pihak Kepolisian yang tidak hanya memberi statement di media tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kehadiran tambang ilegal di Sulut, khusus di Bolmong dan Mitra, sudah sangat meresahkan. “Terutama di Bolaang Mongondow yang sempat menjadi perhatian nasional karena ada kecelakaan yang menyebabkan sejumlah penambang meninggal dunia,” bebernya.

Dia berharap, aksi Kapolda Sulut dan Bupati Mitra tetap dilanjutkan, hingga tidak ada lagi aktivitas penambangan ilegal. “Langkah ini positif untuk memberi kepastian hukum dan menciptakan rasa keadilan bagi banyak orang. Kami berharap langkah ini juga diikuti oleh beberapa kepala daerah di Sulawesi utara yang di wilayahnya punya tambang illegal,” pungkas Theo.

Sekadar informasi, Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa merealisasikan janjinya untuk menertibkan PETI. Dia turun langsung ke Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, untuk menutup PETI di Perkebunan Patolo.

Menurut Kapolda, ada dua cara penegakan hukum bagi pelaku PETI.Untuk yang menggunakan alat berat itu harga mati ditindak tegas. Begitu juga bagi pemodal besar, tidak akan ada perlindungan.

“Saya sampaikan yang ada di Potolo, semua tidak boleh beroperasi, semua di police line. Kapolda tidak berat sebelah dan tidak memihak pada yang ilegal,” tandasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending