Connect with us

Headline

Ini Daftar 21 Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata Papua yang Jadi DPO

Published

on

DPO

KlikJAKARTA – Sebanyak 21 orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Tembagapura, Papua, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Mimika.

 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Achmada Mustofha Kamal menyatakan, 21 nama DPO itu adalah mereka yang diduga menguasai senjata api dan selama ini ikut melakukan teror penembakan di wilayah Distrik Tembagapura, Provinsi Papua, sejak 17 Agustus hingga 24 Oktober 2017.

 

“Mereka ini dijerat dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 1 Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api,” ujar Kamal di Papua, dikutip dari sindonews, Sabtu (12/11/2017) pagi.

 

Saat ini, 21 orang tersebut terus diburu aparat kepolisian, yang memastikan akan mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum bagi mereka yang masuk DPO.

 

Kamal menyebutkan, intimidasi dan ancaman terhadap masyarakat di Kampung Banti dan Kimberly terus dilakukan KKB. Mereka melarang seluruh masyarakat untuk bepergian.

 

Saat ini, ada sekitar 300 warga mayarakat pendatang di Kampung Kimberly, sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang, yang dilarang bepergian oleh KKB.

 

Sedangkan di Kampung Banti, ada sekitar 1.000 orang asli Papua yang dilarang bepergian oleh KKB. Berikut kami sajikan nama-nama 21 anggota KKB masuk DPO Polres Mimika:

 

1. Ayuk Waker, alamat Kampung Utikini, 4 laporan polisi.

 

2. Ferry Elas, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

3. Obeth Waker, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

4. Konius Waker, alamat Timika, warga negara Indonesia, 4 laporan polisi.

 

5. Jack Kemong, alamat Tembagapura, 3 laporan polisi.

 

6. Yopi Elas, alamat Timika, warga negara Indonesia, 4 laporan polisi.

 

7. Nau Waker, alamat Kampung Utikini, 4 laporan polisi.

 

8. Joni Botak, alamat Kampung Utikini, 5 laporan polisi.

 

9. Sabinus Waker, alamat Kampung Utikini, 5 laporan polisi.

 

10. Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

11. Tabuni, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

12. Tandi Kogoya, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

13. Ewu Magai, alamat Kampung Utikini, 4 laporan polisi.

 

14.Yumando Waker alias Ando Waker, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

15. Guspi Waker, alamat Kampung Utikini, 5 laporan polisi.

 

16. Yohanis Magai alias Bekas, alamat Kampung Utikini, 5 laporan polisi.

 

17. Elan Waker, alamat Kampung Utikini, 4 laporan polisi.

 

18. Yosep Kemong, alamat Kampung Utikini, 7 laporan polisi.

 

19. Lis Tabuni, alamat Kampung Utikini,7 laporan polisi.

 

20. Gandi Waker, alamat Kampung Utikini, 4 laporan polisi.

 

21. Anggau Waker, alamat Kampung Utikini, 4 laporan polisi.

 

(Tim)

Headline

Update Zonasi Risiko Covid-19: Sulut Membaik, Zona Kuning Makin Banyak

Published

on

Peta Risiko Covid-19
ilustrasi

KlikSULUT – Update terbaru zonasi risiko penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) per 28 Februari 2021 menunjukkan kabar gembira.

Dari 15 kabupaten dan kota di Bumi Nyiur Melambai, sudah ada delapan daerah yang berstatus zona kuning. Sisanya ditetapkan ada pada zona oranye.

Berikut daftar daerah beserta status zona penyebaran Covid-19 per 28 Februari 2021.

Bolmong zona oranye (Risiko Sedang)

Minahasa zona oranye (Risiko Sedang)

Kepulauan Sangihe zona kuning (Risiko Rendah)

Kepulauan Talaud zona kuning (Risiko Rendah)

Minahasa Selatan zona kuning (Risiko Rendah)

Minahasa Utara zona oranye (Risiko Sedang)

Minahasa Tenggara zona kuning (Risiko Rendah)

Bolmut zona kuning (Risiko Rendah)

Kepulauan Sitaro zona kuning (Risiko Rendah)

Boltim zona kuning (Risiko Rendah)

Bolsel zona kuning (Risiko Rendah)

Manado zona oranye (Risiko Sedang)

Tomohon zona oranye (Risiko Sedang)

Kotamobagu zona oranye (Risiko Sedang)

Bitung zona oranye (Risiko Sedang)

(***)

Continue Reading

Headline

Diguncang Gempa M5,2, 60 Rumah di Halsel Rusak

Published

on

KlikJAKARTA – Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada Jumat (26/2/2021) pukul 18.02.32 WIB. Akibatnya, sedikitnya 60 rumah mengalami rusak ringan.

Hal itu sebagaimana menurut data sementara yang dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat, (26/2/2021) pukul 21.23 WIB.

Dari total kerusakan rumah tersebut, Pusdalops BNPB juga melaporkan ada sebanyak 40 KK atau 80 jiwa yang terpaksa harus mengungsi ke beberapa lokasi yang masih dalam pendataan.

“Selain kerusakan rumah, gempabumi yang berpusat pada Lintang 0.54 LS dan Bujur 127.51 BT serta kedalaman 10 kilometer tersebut juga merusak beberapa bagian gedung DPRD Halmahera Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha,” ujar Kapusdatinmas BNPB Raditya Jati.

Menurut informasi sementara, beberapa para pasien RSUD Labuha telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Adapun personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan juga telah mendirikan tenda darurat untuk tempat pengungsian sementara bagi para pasien.

Sebagaimana diketahui, gempabumi sempat dirasakan kuat oleh warga Desa Labuha, Kabupaten Halsel, selama kurang lebih 2-3 detik. Para warga pun berhamburan keluar rumah saat gempabumi terjadi dan saat ini listrik dipadamkan.

Adapun dalam hal ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa gempabumi yang mencakup wilayah Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Bacan Timur, Bacan Barat, Bacan Barat Utara dan Bacan Timur Tengah tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Dalam rangka percepatan penanganan Gempabumi Halsel, BNPB segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang akan diberangkatkan pagi, Sabtu (27/2/2021),” ungkap Raditya.

Hingga saat ini BPBD Kabupaten Halsel terus melakukan koordinasi dengan lembaga dan instansi terkait dalam rangka penanganan darurat bencana gempabumi.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Headline

Partai Demokrat Sulut Minta DPP Segera Pecat Kader Pengkhianat

Published

on

Plt Ketua Partai Demokrat Sulut Mor Dominus Bastiaan

KlikSULUT – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) meminta Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk segera memecat kader yang berkhianat kepada partai.

Permintaan tersebut disampaikan Plt Ketua Partai Demokrat Sulut Mor Dominus Bastiaan, menanggapi pemberitaan yang berkembang bahwa ada anggota partai yang tergabung dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

“Sudah jelas dan nyata bahwa keinginan mereka adalah hanya ingin menghancurkan partai,” tegas Mor kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Menurut dia, mereka (kader berkhianat) sudah disusupi oleh oknum dari eksternal partai yang punya kepentingan agar Partai Demokrat bisa dikuasai, dan dijadikan kendaraan politik ke depan.

Apalagi, lanjut dia, sekarang ini Partai berlambang Mercy ini sedang naik ratingnya. “Dan ini menjadi tantangan bagi partai,” tegasnya.

“DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara beserta dengan seluruh DPC se-Sulawesi Utara memintakan agar supaya Ketua Umum Bapak Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi pemecatan kepada oknum-oknum tersebut,” pintanya.

“Untuk itu sekali lagi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat harus mengambil tindakan yang tegas demi kelangsungan dan kejayaan Partai Demokrat ke depan,” tandasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending