Connect with us

Ekobis

Mau Beli Sambal Roa? Kunjungi Christine Klappertaart

Published

on

KlikSULUT – Kota Manado memiliki banyak tempat yang khusus memproduksi dan sekaligus menjual oleh-oleh khas Manado. Salah satunya adalah Christine Klappertaart.

 

Christine Klappertaart layak dijadikan tujuan berbelanja, karena rasanya yang telah mendunia dan beberapa kali meraih penghargaan.

 

Untuk mengetahui pasti apa saja yang dijual di tempat itu, KlikNews pun mendatangi Christine Klappertaart, pada Rabu (12/9/2018), sekira pukul 9.00 Wita.

 

Saat itu, situasi toko tersebut sudah mulai ramai dikunjungi calon pembeli, baik dari dalam maupun luar Kota Manado. Banyak jenis oleh-oleh terpajang.

 

Namun dari banyaknya oleh-oleh itu, Sambal Roa terlihat menjadi target buruan paling diminati pengunjung. Disebut-sebut, sambal yang satu ini memiliki cita rasa khas tinggi, serta sangat enak untuk dimakan bersama makanan apa saja.

 

Sambal roa. (Foto: KlikNews)

 

Susi, pembeli yang mengaku berasal dari Kota Bekasi, mengaku bahwa sebelum dirinya pulang dari kunjungan kerja di Manado, dia sengaja mendatangi Christine Klappertaart untuk sekadar membeli oleh-oleh.

 

“Saya tahu tempat ini dari teman-teman yang sudah pernah datang ke Kota Manado. Kata mereka di sini dijual bermacam-macam oleh-oleh khas Kota Manado dengan harga yang terjangkau. Makanya sebelum pulang saya mampir ke sini dulu hanya untuk membeli oleh-oleh yang dimaksud,” kata Susi.

 

Sementara itu, pemilik Christine Klappertaart Christine mengatakan, jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja tidak menentu setiap harinya. “Tapi untuk Sambal Roa banyak peminatnya,” ungkapnya.

 

“Untuk pembuatan Sambal Roa, biasanya bahan-bahan yang digunakan daging roa yang sudah diasapi, cabe kriting, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, dan minyak nabati,” jelasnya.

 

“Untuk kemasan yang digunakan, kita sudah memakai yang siap untuk dibawa. Karena sambal roa itu dijadikan oleh-oleh Manado, kemasannya sudah aman, dan bisa dibawa keluar negeri,” terangnya.

 

Dia mengungkapkan, sambal roa tidak memakai pengawet apapun dan tidak memakai gula. “Tidak memakai MSG,” tegasnya.

 

“Sambal Roa kami hanya bisa bertahan sampai empat bulan lamanya karena tidak memakai pengawet apapun. Dan untuk pemasaran Sambal Roa sendiri, syukurlah sudah sampai ke Asia dan Eropa,” sambungnya.

 

Sebagaimana pantauan KlikNews, Sambal Roa dijual dengan harga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. “Untuk sehari produksi dari Sambal Roa bisa mencapai 50 hingga 100 botol. Produksi Sambal Roa ini sudah sekitar tiga tahun lamanya,” kata dia lagi.

 

Dia menambahkan, Sambal Roa dijadikan oleh-oleh khas Manado karena orang Manado menyukai makanan yang pedas. “Itulah mengapa mengambil inisiatif untuk membuat sambal roa dijadikan oleh-oleh,” tambahnya.

 

“Saya berharap pembuatan Sambal Roa sebagai oleh-oleh khas Manado ini bisa mendunia,” kuncinya.

 

(Rifa Datunugu)

[irp posts=”8923″ name=”20 Oktober, Manado Miliki Sekkot Definitif”]

Ekobis

Roland Roeroe Jabat Dirut, Irving Biki Dirops PD Pasar Manado

Published

on

Direksi PD Pasar Manado

KlikMANADO – Pemerintah Kota Manado melalui Wakil Wali Kota dr Richard Sualang resmi mengumumkan dan melantik jajaran Direksi dan Dewan Pengawas PD Pasar Manado yang baru.

Proses serah terima jabatan dilaksanakan tertutup di Ruang Dinas Wakil Wali Kota Manado, yang ikut disaksikan Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Micler Lalat.

Dari pengumuman tersebut diketahui bahwa Direktur Utama dijabat Roland Roeroe, Jeffrie Salilo menjabat Direktur Pengembangan, dan Direktur Umum dijabat Lucky Senduk, serta Direktur Operasional diamanatkan kepada Irving Kurniawan Biki.

Sementara Dewan Pengawas diketuai Novie Lumowa, Sekretaris Philip Sondakh (Asisten II), dan Anggota Marko Tampi.

(Sahril Kadir)


Continue Reading

Ekobis

Dengan Andrei Angouw, Dirut JFX Yakin Makin Banyak Investor Akan Berinvestasi di Manado

Published

on

Dirut JFX Stephanus Paulus Lumintang
Dirut JFX Stephanus Paulus Lumintang. (Sumber Foto: jfx.co.id)

KlikJAKARTA – Direktur Utama (Dirut) JFX (Jakarta Futures Exchange) atau Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang berkeyakinan bahwa dunia ekonomi dan bisnis di Kota Manado akan makin bergairah di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang.

Bahkan, dia yakin bahwa duet AARS akan mampu menarik banyak investor untuk berinvestasi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara ini.

Keyakinan tersebut, kata Lumintang, bukan tanpa alasan. “Wali Kota Andrei Angouw memiliki background sebagai seorang businessman. Dengan latar belakang itu pasti memiliki network luas dan pengetahuan bisnis sangat mumpuni,” tegasnya.

Dia juga meyakini bahwa dengan visi dan misi yang jelas, Kota Manado akan menjadi lebih baik dan lebih hebat di tangan wali kota yang baru.

“Sebagai seorang visioner, bapak wali kota pasti akan mengedepankan kemajuan dan kemakmuran kota Manado dan masyarakatnya. Selamat bertugas,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Ekobis

Buka Puasa Bersama, KPS Jago Kaji Koperasi dan Ekonomi Umat Bersama Aktivis Muslim

Published

on

KlikMANADO – Koperasi Pemasaran Sahabat (KPS) Jawa Gorontalo (Jago) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama, di Cafe Pondol Manado, pada Sabtu (8/5/2021).

Kegiatan ini juga dirangkaikan diskusi bertema “Quo Vadis Ekonomi Umat di Tengah Pandemi Covid-19”, dengan Anggota DPRD Sulut Hilman Idrus Abubakar, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Sulut Roy Sendow, dan Ketua El Perisai Sulut Muhammad Nur Andi Bongkang sebagai pembicara.

Menurut Ketua KPS Jago Noho Poiyo, kegiatan ini merupakan salah satu agenda koperasi yang dipimpinnya untuk tidak hanya sekadar melakukan usaha ekonomi saja, melainkan juga aktif mengkaji berbagai persoalan ekonomi.

“Jadi tidak hanya sekadar silaturahmi biasa saja di antara pengurus KPS Jago dan aktivis serta masyarakat saja,” ujar Poiyo.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Sulut Roy Sendow mengungkapkan bahwa sekarang ini banyak bantuan yang diberikan kepada koperasi yang notabene sudah berbadan hukum.

Dia juga membeberkan sejumlah bantuan yang disiapkan Kementerian Koperasi. Di antaranya dengan adanya Lembaga Penjamin Dana Bergulir.

Meski demikian, dia berharap koperasi yang akan dibangun bisa berbeda dari biasanya. “Harus ada inovasi dan sesuai dengan kondisi yang ada sekarang,” ungkapnya.

Adapun Anggota DPRD Sulut Hilman Idrus Abubakar mengajak aktivis untuk bisa mengkaji pengoperasian UMKM, yang menyumbang PAD cukup besar.

“Kajian ini penting di tengah pandemi Covid-19. Karena perekonomian masyarakat harus terus berjalan maksimal,” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para aktivis muslim Sulut, Ketua Asosiasi Pertukangan Indonesia Sulut Rommy, Staf Khusus Gubernur dr Makmun Djaafara, dan para pengurus KPS Jago.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending