Manado itu Eksotik. Harus Dijaga. Ini Catatan Hermanto Mohamad
Connect with us

Catatan Publik

Manado itu Eksotik; Rindu Jadi Wisatawan di Daerah Sendiri

Published

on

Manado itu Eksotik

Manado itu cantik, elok dan eksotik. Coba lihat saja, Manado dikelilingi oleh pegunungan nan hijau. Sisi barat terdapat Gunung Klabat yang nampak sejuk dipandang mata. Di sisi selatan, puncak Gunung Lokon menambah daya tarik tersendiri. Lain halnya di sisi timur, nampak dari kejauhan Pulau Manado Tua yang begitu kokoh berdiri di tengah laut.

 

Akan tetapi, semua keindahan itu sirna ketika kita melihat ke dalam kota. Dari sisi penataan, menurut saya kurang bisa menunjang daya tarik kota ini. Contoh kecil yang tampak sehari-hari yakni keadaan Pasar Bersehati, kemacetan yang sering terjadi akibat ruas jalan tidak seimbang dengan volume kendaraan yang setiap bulan bertambah. Ditambah lagi penataan dan pengelolaan sampah yang belum begitu maksimal.

 

Ditambah lagi masalah pepohonan di pinggir jalan yang justru banyak membuat masalah ketimbang fungsi penghijauannya. Kenapa saya bilang begitu? Tentu saja, ada alasannya.

 

Pertama, dari sisi penempatan, pohon tersebut banyak mengganggu sarana dan prasarana lainnya seperti kabel listrik dan telepon. Akarnya sering kali merusak drainase, trotoar dan bahu jalan.

 

Berikutnya, dari sisi bahayanya. Seringkali cabang pohon tersebut sering menjorok ke jalan, yang mana hal ini bisa membahayakan pengguna jalan. Belum lagi pohon yang sering patah cabangnya, dan lebih parah lagi apabila pohon itu tumbang. Dimana hal ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Dari sisi efisiensi, pohon yang ditanam di pinggir jalan adalah salah satu penyumbang sampah di kota, dimana daunnya yang sering berserakan dan membuat tak enak dipandang mata. Dan hal ini juga membuat para pekerja harus ekstra kerja pagi, siang dan sore hari.

 

Untuk itu perlu adanya peninjauan kembali pohon apa yang cocok ditanam. Kalau saya bisa usul, coba dengan tanaman yang daunnya tahan lama jatuhnya atau pohon rendah dengan daun yang lebar. Pohon yang ditanam sekarang ini hanya cocok di perbukitan sebagai pohon reboisasi.

 

Sehubungan dengan hal di atas, jika kota kita tampak indah, bersih dan nyaman, maka kita sendiri yang akan menikmatinya. Kita tidak perlu mengeluarkan uang hanya untuk jalan-jalan keluar daerah jika daerah kita saja sudah bisa buat kita nyaman.

 

Ditambah lagi jika pemerintah sesegera mungkin menyelesaikan sarana dan prasaran publik yang saya lihat sekarang belum dimaksimalkan. Mungkin bisa diajak juga pihak swasta dalam membantu program pemerintah.

 

Saya yakin, semua itu bisa dicapai jika kita mau dan merasa memiliki daerah ini. Semoga saja suatu hari nanti kita bisa menjadi wisatawan di kota kita sendiri. Amin. (***)

Advertisement

Trending