Connect with us

Humaniora

Ini Alasan Burung Manguni Jadi Lambang Minahasa

Published

on

Burung Manguni Minahasa

KlikMANADO – Burung Manguni merupakan lambang Minahasa. Bahkan, burung ini menjadi figur utama yang dikaitkan dengan motto “I Yayat U Santi”.

 

Tapi tak semua warga Minahasa mengetahui latar belakang pembuatannya maupun siapa penciptanya. Berikut kami sajikan ulasan terkait hal ini, yang dikutip dari berbagai sumber.

 

Munculnya lambang Burung Manguni berawal saat Pemerintah Kabupaten Minahasa menyelenggarakan sayembara penciptaan lambang Minahasa, pada tahun 1967.

 

Sayembara ini diikuti empat seniman, dan akhirnya karya Adolf Kainde dipilih panitia sayembara sebagai gambar lambang terbaik. Lewat Sidang DPRD Minahasa, gambar ini pun ditetapkan menjadi logo Pemerintah Kabupaten Minahasa.

 

Adolf Kainde sebenarnya bukan putra Minahasa asli. Adolf diketahui merupakan pria kelahiran Flores pada tahun 1937, namun bersekolah di Tomohon. Selain mengajar di SMA Aquino, dia juga berprofesi sebagai staf redaksi Harian Kompas edisi Sulawesi Utara, dan meninggal dunia di Malalayang pada tahun 2000.

 

Untuk melahirkan lambang Minahasa, Adolf terlebih dahulu melakukan konsultasi perencanaan gambar dengan pamannya, Johanis Ngangi, yang waktu itu adalah anggota Badan Pemerintahan Harian era Bupati Letkol Sumampouw.

(baca halaman berikut)

Laman: 1 2 3 4

Humaniora

Warga Ketang Baru Antusias Ikuti Vaksinasi di Masjid Nurul Huda

Published

on

Suasana vaksinasi. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikMANADO – Pemerintah Kelurahan Ketang Baru bekerja sama dengan Badan Takmir, Keimaman Masjid Nurul Huda, menggelar vaksinasi Covid-19 untuk warga, di halaman Masjid Nurul Huda.

Vaksinasi oleh Petugas Vaksin Puskesmas Wawonasa itu dilakukan selama dua hari, yaitu sejak Senin (7/6/2021) hingga Selasa (8/6/2021).

Kepala Kelurahan Ketang Baru Muhammad Awal mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan untuk menyukseskan target vaksinasi yang dicanangkan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.

“Sebagaimana yang telah disampaikan Bapak Wali Kota Manado, bahwa targetnya akhir tahun 2021 ini seluruh warga Kota Manado sudah divaksin,” katanya.

Lurah yang dikenal low profile ini mengatakan, antusiasme warga Ketang Baru untuk divaksin terhitung tinggi. Buktinya, pendaftar awal melebihi target.

“Tapi setelah melalui proses screening, didapati ada warga yang tak bisa divaksin karena ada penyakit bawaan, saat akan divaksin tensi darah tinggi, flu, dan lain-lain,” ungkapnya.

Sebenarnya juga, kata Awal, program tersebut dijadwalkan hanya berlangsung satu hari. “Tapi karena masih ada permintaan, maka ditambah lagi satu hari,” bebernya.

Awal pun menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah ikut berpartisipasi, sembari meminta mereka untuk tetap menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. “Ini untuk kebaikan kita bersama,” tukasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Humaniora

Punya Visi yang Sama, Matuari Kawanua dan Duta GenRe Berkolaborasi

Published

on

Matuari Kawanua

KlikMANADO – Kehadiran komunitas Matuari Kawanua yang baru saja dilaunching pada Sabtu (5/6/2021), ternyata cukup menarik bagi komunitas serupa.

Buktinya, beberapa saat setelah launching, Duta GenRe Kota Manado langsung menyatakan minatnya untuk berkolaborasi dengan Matuari Kawanua.

Duta GenRe Kota Manado Erlangga Suherman mengungkapkan, keinginan berkolaborasi muncul setelah mendengarkan visi Matuari Kawanua yang bergerak di bidang sosial.

Kata Erlangga, visi Duta GenRe, yang memiliki ciri khas salam GenRe, dan Matuari Kawanua memiliki kesamaan, khususnya terkait program-programnya.

“Pertama, adalah tidak melakukan pernikahan pada usia dini. Kedua, tidak melakukan seks pranikah. Ketiga, tidak mengkonsumsi napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif),” sebutnya.

“Sebagai bentuk perlawanan untuk menolak ketiga hal tersebut yang merupakan permasalahan remaja sekarang, maka berangkat dari hal itu pula saya dan teman-teman siap berkolaborasi dengan komunitas Matuari Kawanua untuk ke depannya,” ucap Erlangga Suherman.

Senada disampaikan Duta GenRe Sulawesi Utara Bintang Mokodompit. Bintang mengapresiasi kehadiran komunitas yang lahir berlandaskan kesadaran sosial untuk mencoba menjawab problematika Kota Manado.

“Kita ketahui bersama adapun masalah yang sudah sering terjadi ialah perihal seks di luar nikah, kasus pencabulan bahkan kekerasan seksual. Hal ini bisa diminimalisir dengan adanya edukasi kepada masyarakat lewat sosialisasi-sosialisasi mengenai sex education,” ungkapnya.

Sementara itu, Leader Matuari Kawanua Muazidan Takalamingan mengatakan, berdasarkan kesepakatan kolaborasi antara dua komunitas ini, maka akan diformulasikan kegiatan edukasi kepada masyarakat dengan melakukan persiapan-persiapan ke depannya.

“Kita akan lakukan sosialisasi di tiga kecamatan yang berada di wilayah Manado Utara (Tuminting, Bunaken, Singkil), dikarenakan terlalu tinggi tingkat kerawanan kasus-kasus sosial. Maka kolaborasi ini akan menjadi visi ke depan untuk kita sebagai anak muda Manado sadar akan keadaan lingkungan sekitar kita,” pungkasnya.

(***)

Continue Reading

Humaniora

15 Pemuda Manado Bentuk Matuari Kawanua

Published

on

Matuari Kawanua

KlikMANADO – Sebanyak 15 pemuda Kota Manado melaunching sebuah komunitas bernama Matuari Kawanua, pada Sabtu (5/6/2021). Launching dilakukan dengan cara bersih-bersih Pantai Karangria, Boulevard II.

Diungkapkan fasilitator Muazidan Takalamingan, Matuari Kawanua dibentuk dengan alasan kuat.

“Tidak lain dan tidak bukan karena adanya kesadaran diri sebagai anak Manado yang tergerak hatinya melihat problematika sosial, yang terhimpun dari banyak aspek masalah,” ungkapnya.

“Misalkan aspek pendidikan, partisipatif masyarakat dalam bidang pemerintahan, bahkan sampai pada dampak lingkungan,” sambungnya.

Sebanyak 15 pemuda tersebut, kata Zidan, memiliki niatan yang sama menjadi solusi atas problematika tersebut, dengan selalu mengedepankan slogan yang telah mendarah daging, yaitu “Sitou Timou Tumou Tou (Manusia bisa disebut manusia jika sudah bisa memanusiakan manusia yang lain”.

Direktur LKBHMI Cabang Manado ini juga menjelaskan bahwa Matuari Kawanua sengaja dipilih menjadi nama komunitas tersebut.

“Berasal dari kosakata Minahasa. Matuari berarti persaudaraan, sementara Kawanua berarti suatu pemukiman atau wilayah dalam hal ini Kota Manado,” jelasnya.

“Secara utuh berarti persaudaraan dalam suatu wilayah dengan prinsip baku sayang baku kase pintar,” tambahnya.

Adapun personel komunitas ini terdiri dari mahasiswa Unsrat, IAIN Manado, Unima, dan IAKN Manado.

Berikut susunan pengurusnya:

Leader: Muazidan Takalamingan

Secretary: Ilham Zakaria

Finance: Humaira Wahyudi

Divisi Literasi

Divisi Multimedia

Divisi Artistik

Divisi Recruitment and Development

(***)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending