Bupati JG, Minut Sudah Masuk Pada Zona Kuning Penyebaran Covid-19
Connect with us

Sulut

Bupati JG, Minut Sudah Masuk Pada Zona Kuning Penyebaran Covid-19

Published

on

Bupati Joune Ganda disaksikan Kapolda Sulut Irjen Pol. Nana Sudjana MM, saat memaparkan kondisi penyebaran pandemic Covid-19 Minut di hadapan Kapolda, PJU Polda Sulut, Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat

KlikMINUT – Kondisi zonasi penyebaran Pandemic Covid-19 di Minut berangsur membaik. Dari sebelumnya berada pada zona merah, kemudian turun ke zona orange dan kini berada pada zona kuning atau resiko rendah. Hal terebut diungkapkan oleh Bupati Minut Joune Ganda dalam acara kunjungan kerja Kapolda Sulut Irjen Pol. Nana Sudjana MM Kamis, (22/04/2021) di Mapolres Minut.

“Saat ini diketahui, kondisi sebaran pandemic Covid-19 di Minut berada pada zona orange dengan tujuh kasus. Namun sebenarnya tidak demikian karena ada kesalahan penginputan data, yang sebenarnya ada dua kasus di Desa Maumbi Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa yang dimasukan di Desa Maumbi Kecamatan Kalawat Minut. Dengan demikian Minut sejatinya sudah berada pada zona kuning dengan resiko rendah, bukan lagi di zona orange dengan resiko sedang. Mudah-mudahan pekan depan telah diperbaiki” jelas Bupati JG.

Namun demikian, Bupati JG, meminta kepada warga Minut untuk tetap waspada dan terus mengikuti protocol kesehatan dengan menerapkan gerakan 5M (memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas dan interaksi)

Dikutip dari Berita Satu, masih banyak pertanyaan mengenai arti dan perbedaan zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Juri Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memberikan penjelasan secara khusus terkait pemetaan zonasi risiko. Wiku menerangkan, peta zona risiko dibuat dengan menggunakan indikator kesehatan masyarakat. Ada tiga indikator, yaitu epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Indikator ini berbasis pada pencatatan yang bersumber pada data surveilans dan database rumah sakit secara online yang dicatat oleh Kementerian Kesehatan.

“Dari indikator kesehatan masyarakat, dibagi menjadi empat. Zona merah untuk daerah dengan kasus Covid-19 sangat tinggi, zona oranye untuk risiko sedang, zona kuning untuk risiko rendah, dan zona hijau untuk daerah yang tidak ada kasus Covid-19,” terang Wiku.

Penentuan warna ini, tidak dilakukan secara asal, melainkan dipilih berdasarkan warna kebencanaan yang biasa digunakan untuk mengidentifikasikan risiko wilayah. Keempat warna ini juga biasa digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Indikator-indikator ini, juga direkomendasi oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Keakuratan perhitungan bergantung pada ketersediaan data dari waktu ke waktu.

Meski daerah berada di zona warna hijau, tidak berarti risiko di daerah tersebut menjadi nol Covid-19. Belajar dari pengalaman dari negara-negara seluruh dunia, daerah zona hijau tetap memiliki risiko penyebaran Covid-19.(Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending