BOS Dicairkan, Tiga Bulan Honor Guru SD Negeri Watutumou 2 Belum Dibayar
Connect with us

Minut

BOS Dicairkan, Tiga Bulan Honor Guru SD Negeri Watutumou 2 Belum Dibayar

Published

on

Besouw : Ini Tindakan Disiplin

KlikMINUT – Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan oleh pemerintah lewat APBN yang bertujuan mengatasi operasional belanja di sekolah justru sebaliknya menjadi persoalan yang menganggu kegiatan belajar mengajar, akibat belum dibayarnya honorarium sejumlah guru yang mengajar di SD Negeri Watutumou Dua di Desa Watutumou Dua Kecamatan Kalawat.

Hal ini terungkap saat sejumlah guru sekolah tersebut menemui Hukum Tua Desa Watutumo Dua Defli Bawanda.

Dari pertemuan guru honor dan hukum tua itu,  terungkap, bahwa untuk pencairan dana BOS, informasi yang diterima, bahwa dana BOS untuk SDN Watutumou Dua sebesar Rp 62 .667.000 dengan jumlah siswa 221 telah ditarik dari rekening sekolah oleh Kepala Sekolah Fenny Besouw M.Pd dan bendahara, namun anehnya honorarium dari guru-guru tidak kunjung dibayarkan.

Hal ini disesalkan oleh hukum tua yang menerima laporan para guru tersebut.

“Honorarium mereka, tidak dibayarkan padahal mereka telah melaksanakan tugasnya selang tiga bulan berjalan,” ungkap Bawanda mengutip laporan para guru, Rabu, (24/03/2021)

Menurut Bawanda ada banyak ketimpangan yang terindikasi dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut. Dalam musrenbang desa, dilaporkan juga dugaan pemotongan PIP (Program Indonesia Pintar) sebesar Rp 50 ribu yang merupakan dana aspirasi anggota Dewan Provinsi Adriana Dondokambey  dengan alasan akan dipakai untuk pembuatan jalan masuk ke sekolah.

“Buku rekening yang dipegang anak-anak dikumpulkan oleh oknum Kepsek dengan alasan menghindari kerumunan di Bank kemudian dicairkan. Nah saat penyaluran, diadakan pemotongan yang tidak bisa ditolak oleh para orang tua,” beber Bawanda seraya mengatakan, pemotongan dengan alasan apapun tidak dibenarkan karena PIP aspirasi tersebut merupakan hak sepenuhnya dari anak-anak. Padahal, Bawanda menyebutkan, sekolah yang menjadi kebanggaan warga Desa Watutumou Dua ini, mulai awal pembangunan sampai dengan saat ini banyak mendapatkan bantuan aspirasi dari anggota dewan kabupaten maupun provinsi.

Ditemui terpisah, saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SD Negeri Watutumou Dua, Fenny Besouw M.Pd juga menyesalkan tindakan laporan yang dilakukan para guru honor tersebut kepada hukum tua.

Menurut Besouw semua persoalan yang terjadi di satuan pendidikan yang dipimpinnya menjadi tanggung jawab sepenuhnya dirinya sendiri.

“Apa yang terjadi di sekolah, sebenarnya diselesaikan di sekolah, bukan melapor ke-sana-kemari. Kalau ada hal yang kurang jelas sebenarnya bisa bertanya kepada saya apa sebab honorarium belum dibayarkan, bukan ditanyakan ke pihak lain,” sesal Besouw.

Diakuinya, anggaran BOS regular tersebut telah dicairkan namun untuk pembayaran akan dilakukan bulan april karena pembayaran tersebut diperuntukan sampai dengan april. Lagipula salah satu dari guru honor tersebut belum memilik Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)

“Saat ini sedang dihitung belanja modal sekolah apalagi sebagai persiapan untuk pembelajaran tatap muka langsung, setelah itu, honorarium guru tenaga harian lepas akan dibayarkan pada april nanti. Jika setelah april tidak dibayarkan silahkan menuntut ke saya. Ini adalah juga merupakan tindakan disiplin, karena sebagai kepala sekolah saya berhak membina para guru di sini,” terang Besouw.

Ditambahkannya, untuk persoalan pemotongan PIP aspirasi yang didugakan kepadanya sudah diselesaikan  oleh Kepala Bidang Dikdas, Dinas Pendikan Minut Ferry Bensuil beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini, masih ada delapan buah rekomendasi yang tidak diambil oleh peserta didik-orang tua. Dan untuk partisipasi yang sudah diberikan oleh orang tua sebelumnya, siap saya kembalikan jika memang mereka menghendakinya,” pungkas Besouw.

Hal ini dibenarkan Oleh Kepala Dinas Pendidikan Minut, Olfie Kalengkongan M.Pd saat ditemui media ini.

“Persoalan pemotongan saya sudah memerintahkan Kabid Dikdas untuk turun menyelesaikannya dan sudah selesai. Tapi untuk pembayaran dana honorarium guru melalui dana BOOS regular itu merupakan urusan sepenuhnya dari pihak sekolah yang bersangkutan, karena itu langsung dicairkan ke rekening sekolah melalui laporan dapodik,” tukas Kalengkongan.(Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending