BNPB: 282 Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan Terdeteksi
Connect with us

Headline

BNPB: 282 Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan Terdeteksi

Published

on

KlikMANADO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada tahun ini ternyata masih tetap tinggi. Data yang dirilis Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Minggu (6/8/2017) malam, saat ini sudah ada 282 hotspot tersebar di 22 provinsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB RI Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, berdasarkan pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN pada Minggu (6/8/2017) pagi, terdeteksi Kalimantan Barat menjadi provinsi pengoleksi hotspot karhutla terbanyak, dengan 150 hotspot.
“109 hotspot kategori sedang (tingkat kepercayaan 30-79 persen) dan 41 hotspot kategori tinggi (tingkat kepercayaa  tinggi lebih dari 80 persen). Jumlah hotspot ini jauh lebih banyak daripada daerah lainnya,” terangnya.
Dia pun merinci daerah yang terdapat hotspot karhutla. “Yaitu, 7 hotspot di Papua, NTT ada 12, Kalimantan Barat 150, Lampung 9, Jawa Timur 5, Jawa Tengah 6, Jawa Barat 5, Papua Barat 2, NTB 3, Babel 11, Kepri 4, Maluku 2, Sulteng 1, Gorontalo 1, Sumsel 23, Kalteng 1, Riau 16, Sumut 9, Jambi 2, Sumbar 2, Sulsel 18, Malut 1,” ungkapnya.
“Hingga saat ini 5 provinsi telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Barat terdapat 5 kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yaitu Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Bengkayang,” tambahnya.
Menurut dia, jumlah hotspot tersebut kemungkinan bisa lebih banyak. “Karena adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Menariknya, pemerintah daerah (pemda) di daerah yang banyak hotspotnya, seperti Kapuas Hulu, Sanggau, Sintang dan Landak, belum menetapkan siaga darurat saat ini.
Dia menambahkan, penanganan kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan oleh satgas terpadu dari TNI, Polri, BNPB, KLHK, BPPT, Manggala Agni, BPBD, Dinas Damkar, SKPD, Masyarakat Peduli Api, dan masyarakat dengan terus memadamkan api.
“Beberapa petugas dari perusahaan perkebunan juga memberikan bantuan pemadaman. BNPB mengerahkan 18 helikopter pemboman air. Jutaan meter kubik air telah dijatuhkan di hotspot. Siang malam petugas satgas darat memadamkan api, bahkan berkemah di hutan untuk memadamkan api,” tegasnya. (Ayi)
Advertisement

Trending