Ini Pengakuan Eks Preman yang Beralih Jadi Driver Transportasi Online
Connect with us

Ekobis

Ini Pengakuan Eks Preman yang Beralih Jadi Driver Transportasi Online

Published

on

transportasi online

KlikMANADO – Cerita ini adalah ungkapan hati seorang driver transportasi online, yang mengaku adalah mantan preman di sebuah kampung di Manado, kepada KlikNews, tentang transportasi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi itu.

 

Cerita ini bermula saat penulis (Saya) melakukan order salah satu transportasi online dari Jalan Roda menuju Kawasan Megamas, Senin (9/10/2017) pagi. John. Sebut saja namanya John (disembunyikan). Dia menerima orderan Saya.

 

Seperti biasa, di awal perjalanan Saya diajak bercakap-cakap. Karena masih pagi, Saya pun mencoba mengarahkan pembicaraan ke arah plus minus dua brand transportasi online yang sedang digandrungi masyarakat Manado ini.

 

Secara gamblang, dia pun berargumen, dan sudah pasti pendapatnya itu menyimpulkan bahwa brand yang dibawanya memiliki lebih banyak keunggulan dari pada yang lain.

 

Selama perjalanan, penjelasan dan etika berkendara John membuatku merasa nyaman, meski panas pagi begitu menyengat.

 

Hingga akhirnya Saya memilih untuk memintanya melalui jalan memotong, sehingga perjalanan bisa lebih singkat. Sebab, Saya sendiri sebenarnya memang sedang tergesa-gesa. Dia pun mengatakan.

 

Di jalan memotong itu, kami berpapasan dengan driver transportasi online lainnya. Mereka saling menyapa, sembari membunyikan klakson dan berhenti sedetik.

 

Saya tak mengenal John. Apalagi driver yang baru saja berpakaian dengan kami. Tapi John tiba-tiba memberitahu Saya. “Dia itu dulu preman di kampung Saya pak. Tapi sekarang sudah insya,” beber John.

 

“Saya juga sama pak. Dulu tukang palak di kampung. Tapi Saya sadar kelakuan seperti itu tak ada gunanya,” pengakuannya yang serta merta membuatku kaget.

 

Dia melanjutkan cerita. Menurutnya, transportasi online, harus diakui, memiliki peran yang cukup besar. “Transportasi online membuka pikiran kami bahwa memasak, dan aksi preman lainnya tak bermanfaat,” ungkapnya.

 

“Dulu kami bingung mau kerja apa. Akhirnya ambil jalan tengah. Sekarang, dengan adanya Go-Jek, Grab, kami jadi punya peluang untuk bekerja sambil memikirkan masa depan keluarga, khususnya anak-anak,” ucapnya.

 

Dan Saya tiba di tujuan. Pembicaraan ditutupnya dengan ucapan terima kasih. Sekarang muncul pertanyaan baru di kepala saya, jika nantinya nasib transportasi online di Manado sama seperti yang dialami di Jawa Barat, apa yang akan terjadi?Semoga saja tidak.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending