Begini Perjuangan SSK Untuk Menjadi Calon Wali Kota Manado
Connect with us

Manado

Begini Perjuangan SSK Untuk Menjadi Calon Wali Kota Manado

Published

on

KlikMANADO – Perjuangan Sonya Selviana Kembuan (SSK) untuk menjadi salah satu Calon Wali Kota Manado ternyata cukup panjang dan banyak menemui rintangan.

Perjuangan tersebut pun beberapa kali diutarakan ketika melakukan pertemuan dengan sejumlah komunitas yang akan memberikan dukungan kepadanya.

Berikut kisah perjuangan SSK yang sempat terekam KlikNews, dalam beberapa kesempatan.

Sejak awal berniat mencalonkan diri sebagai calon wali kota, SSK mengaku melakukan Doa Novena selama setahun. “Sebagai Umat Katolik, Saya menjalankannya,” tuturnya.

Dia mengatakan, awalnya memang dirinya akan mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Manado dari PDI Perjuangan.

Bahkan, kata dia, dirinya sempat diundang untuk mendaftar sebagai salah satu calon dari petinggi partai berlambang banteng moncong putih itu. “Memang waktu itu Saya juga adalah kader PDI Perjuangan,” ujarnya.

“Namun karena beberapa pertimbangan, akhirnya PDI Perjuangan memilih Pak Andrei Angouw,” sambung pengusaha sukses ini.

SSK menuturkan, sebelum mendapatkan SK dari Partai Golkar sehingga melengkapi kuota kursi pencalonan, dia sudah bertemu dengan Jimmy Rimba Rogi.

“Saat itu, Panglima (Imba) menawarkan Saya untuk menjadi papan dua (Calon Wakil Wali Kota), namun Saya bilang ke panglima bahwa Saya ini mau maju untuk papan satu, bukan papan dua,” tuturnya.

Memang, ketika itu, lanjut SSK, Imba ditugaskan Partai Golkar untuk mencari dan mendapatkan partai koalisi, karena partai berlambang beringin tersebut tidak mengusung sendiri.

Sementara dirinya baru mendapatkan dua kursi lewat PKS. “Waktu itu satu kursi lainnya masih melobi Partai Hanura, karena saat itu ada JPAR juga yang masuk calon juga di Partai Hanura,” akunya.

Selain Partai Hanura, SSK dan tim juga mendekati Partai Gerindra, yang akhirnya secara nasional berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Ketua Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (Tetty Paruntu), ujar SSK, tak mau partai yang dipimpinnya tersebut hanya menjadi partai pendukung pada Pilkada Manado.

Saat bersamaan, SSK bertemu dengan tetua Partai Golkar Hi Akbar Tanjung. “Pak Akbar Tanjung juga mendukung keinginan Ibu Tetty, dengan mengatakan lima kursi Golkar harus jadi pengusung bukan hanya pendukung,” ucapnya.

“Ibu Tetty pun langsung mencari siapa sebenarnya kader yang layak diusung. Memang ada beberapa nama yang sempat diusulkan, termasuk Pak Yongki Limen. Tapi Pak Yongki tak bersedia. Kata beliau (Yongki Limen) tak siap,” tambahnya.

Pada detik-detik terakhir, SK Partai Hanura terbit dengan keputusan bahwa dirinyalah yang menjadi calon wali kota. “Sehingga Saya sudah punya tiga kursi,” tukasnya.

Selanjutnya, dia menemui Ketua Partai Golkar Sulut Tetty Paruntu. “Saya katakan ke Ibu Tetty waktu itu, bahwa kalau Golkar mau jadi pengusung tidak ada jalan lain selain berkoalisi dengan PKS dan Partai Hanura. Karena Gerindra sudah dengan PDIP,” bebernya.

Itulah sebabnya sehingga SK Partai Golkar untuk dirinya baru terbit pada Jumat (4/9/2020), pukul 22.00. “Karena Panglima (Imba) terus bertahan mengatakan bahwa Gerindra masih mau koalisi dengan Golkar,” katanya.

“Maka Ibu Tetty menelepon Panglima meminta kepastiannya, dan ditunggu sampai pukul 21.00. Tetap tak ada kepastian. Dan Golkar memutuskan harus tetap mengusung. Akhirnya Saya ditelepon dan ditetapkan sebagai calon, bersama PKS dan Partai Hanura. Begitulah ceritanya,” ujarnya, lagi.

Makanya, dia sangat menyayangkan jika ada oknum yang menyerang Ketua Partai Golkar Sulut Tetty Paruntu, dengan tudingan ada ‘sesuatu’. “Karena Ibu Tetty sendiri memang telah menunggu lama kepastian SK Gerindra untuk Panglima,” jelasnya.

“Seandainya Panglima dapat SK dari Gerindra, maka Panglima yang dicalonkan dan Saya tidak,” tegasnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending