Begini Kondisi Rumah Rahman Lantoni Sebelum Direnovasi Total
Connect with us

Humaniora

Begini Kondisi Rumah Rahman Lantoni Sebelum Direnovasi Total

Published

on

Sesaat sebelum renovasi dimulai. (Sumber Foto: Facebook)

KlikMANADO – Solidaritas Umat Islam Sulawesi Utara mulai merenovasi total rumah milik Rahman Lantoni, Wakil Imam Masjid Al-Maqbuli, Taas, sejak Minggu (16/6/2021).

Upaya merenovasi yang diviralkan pertama kali oleh Kasie Pendis Kanwil Kemenag Sulut Hi Usran Mantow ini lewat media sosial, memang mendapat respon luar biasa dari berbagai pihak.

Banyak pihak yang datang secara langsung maupun tak langsung untuk sekadar memberikan sumbangan dalam bentuk uang tunai, agar renovasi berjalan sukses.

Lantas bagaimana sebenarnya kondisi rumah yang sekarang ini sudah rata dengan tanah? Berikut hasil pantauan KlikNews, sehari jelang dimulainya renovasi.

Dari luar, rumah yang berukuran 4 x 6 meter itu tampak sangat buruk dan membahayakan. Berdinding tripleks lapuk, yang beberapa bagiannya berlapiskan seng bekas penuh lubang kecil. Jendelanya kaca. Sebagiannya hanya dilapisi plastik.

Dinding bagian atasnya pun terlihat berlubang-lubang, dengan variasi ukuran lubang mulai dari yang kecil hingga besar. Di dekat pintu, tergantung sebuah papan bertuliskan “Menerima Service Elektronik”.

Di dalamnya, tampak tumpukan barang-barang elektronik bekas. Tak beraturan. Tumpukan barang elektronik bekas juga memenuhi sebuah kamar kecil. Rumah itu beratapkan seng penuh lubang, dengan dua balok kayu yang sepertinya jadi tiang penyangga darurat.

Adapun lantainya beralaskan tanah. Sepintas terlihat tak rata. Tumpukan barang membuat hanya satu orang saja yang bisa berada di dalamnya. Di rumah itu pun tak tampak sebuah ruangan kecil sebagai toilet.

Rahman Lantoni mengungkapkan, dia menempati rumah itu sejak 15 tahun lalu. Dia nyaman membina rumah tangganya di situ, sebelum akhirnya istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Banyaknya kenangan bersama sang istri, membuatnya enggan pindah. Apalagi, Lantoni mengisahkan, istrinya sudah mewasiatkannya untuk tetap tinggal di situ dan berusaha membangunnya, sebelum meninggal dunia.

Beberapa tahun lalu, ungkapnya, longsor sempat menerjang rumah itu. Sehingga sebagian dinding dapur dan kamarnya ambruk.

“Makanya kalau hujan deras, Saya tak bisa tidur. Khawatir jangan sampai longsor lagi,” katanya.

Sebagaimana penuturan sejumlah warga yang enggan menyebutkan namanya, mereka seringkali melihat Rahman tidur dalam posisi duduk. “Kalau hujan, dia (Rahman) berpindah-pindah posisi untuk menghindari air hujan yang menembus atap,” ungkap mereka.

Rencananya, rumah ini akan dibangun pada posisi yang berbeda. Menjauhi areal rawan longsor. Bangunannya pun rencananya semi permanen, yang di dalamnya terdiri dari sebuah ruang tamu, kamar tidur dan toilet. Menyesuaikan dengan keuangan yang masuk pada penanggung jawab pembangunan.

(***)

Advertisement

Trending