Bantuan Pangan Nakes dan Non-Nakes di Bolsel Diduga Dimanfaatkan Tim Paslon Tertentu
Connect with us

Totabuan

Bantuan Pangan Nakes dan Non-Nakes di Bolsel Diduga Dimanfaatkan Tim Paslon Tertentu

Published

on

Pilkada Bolsel

KlikBOLSEL – Pengawasan terhadap proses Pilkada Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tahun 2020 tampaknya harus ditingkatkan.

Bagaimana tidak, makin dekatnya waktu pencoblosan membuat berbagai upaya memenangkan kontestasi pilkada di Tanah Totabuan Selatan ini gencar dilakukan.

Yang terbaru, muncul dugaan penyalahgunaan bantuan bahan pangan tambahan bagi Nakes dan non-nakes bukan ASN dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan tersebut disebut-sebut dimonopoli salah satu tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati, untuk menjaring dukungan masyarakat pada paslon tertentu.

Informasinya, bantuan dikemas dalam kantong berwarna putih bertuliskan BNPB. Isinya, 1 bungkus kacang hijau, 1 bungkus kacang tanah, 2 ikan kaleng dan 1 tepung terigu.

Bantuan ini terinformasi diserahkan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Felly Runtuwene saat menggelar reses, pada Minggu (18/10/2020), di Queen Resto Sondana, Kecamatan Bolaang Uki.

Diketahui, Nasdem merupakan salah satu partai pengusung paslon Riston Mokoagow dan Selviah Gobel (Riski).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolsel Daanan Mokodompit mengaku tak mengetahui adanya penyaluran bantuan berlabel BNPB itu.

Kata Mokodompit, Pemerintah Daerah Bolsel dalam hal ini BPBD tak dilibatkan. “Tidak ada komunikasi maupun informasi kepada kami soal penyaluran bantuan itu,” tegasnya.

Dia menambahkan, bantuan Covid-19 maupun bencana alam yang didapatkan dari BNPB beberapa waktu lalu, sudah tersalurkan.

Sejauh ini bantuan dari BNPB disalurkan lewat Pemkab melalui BPBD Bolsel. “Tetap satu pintu dari atas. Ini sejalan dengan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 25 tahun 2014 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Bantuan Logistik Penaggulangan Bencana bahwa setiap bantuan logistik dari tempat asal sampai ke penerima harus di bawah koordinasi dan kendali Kepala BPBD,” terangnya.

Dia juga mengaku, sudah berkoordinasi dengan BNPB terkait bantuan bertulis BNPB itu. “Mereka (BNPB) pun tidak tahu menahu terkait bantuan tersebut,” ketusnya.

“Untuk mengatasi penyalahgunaan serta memastikan bantuan ini tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat maka kami sudah berkoordinasi dengan BNPB tentang keterlibatan tim sukses Paslon,” sambungnya.

“Setelah koordinasi terkait hal itu, pihak BNPB akan melakukan peninjauan dan kroscek dilapangan serta menurunkan tim dilapangan terkait bantuan itu. Yang jelas, tidak ada bantuan dari BNPB yang melibatkan Paslon,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending