Banjir Bandang Mitra, Enam Rumah Hancur Tak Bersisa, Puluhan Lainnya Rusak Parah
Connect with us

Sulut

Banjir Bandang Mitra, Enam Rumah Hancur Tak Bersisa, Puluhan Lainnya Rusak Parah

Published

on

Di atas tanah ini berdiri tiga unit rumah warga Desa Pangu Satu sebelum diterjang banjir bandang

KlikMITRA – Enam rumah hancur tak bersisa, di Desa Pangu Satu akibat diterjang banjir bandang Senin, (20/09/2021) yang terjadi pukul 15.30 selain itu puluhan rumah lainnya rusak parah di Desa Pangu, Pangu Dua dan Wioi Raya

Dari hasil pantauan langsung wartawan Kliknews.net kondisi porak poranda akibat genangan air dan endapan lumpur terlihat di sejumlah rumah yang dihantam banjir, sedangkan satu rumah ibadah di Desa Pangu juga ikut menjadi korban ganasnya terjangan air yang turun dari perbukitan.

Dugaan sementara, penyebab banjir ini salah satunya akibat ilegal loging yang terjadi di bukit di atas perkampungan.

Hal ini diakui oleh Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH saat diwawancarai wartawan.

“Memang ada penebangan pohon di atas sana, tapi sudah kami tertibkan. Selain itu jembatan  di Kelurahan Nataan sudah tidak memadai karena hanya lebar tiga meter,” tukas Sumendap.

Kondisi bencana ini langsung mendapat perhatian dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang berkunjung di lokasi bencana. Gubernur Dondokambey menyaksikan langsung kondisi rumah terdampak dan menyerahkan bantuan logistik berupa mie instan dan air mineral kepada keluarga korban bencana.

“Untuk tahap awal ini dibantu  dulu logistik berupa makanan, kemudian akan dilakukan rehabilitasi terhadap rumah yang rusak. Saya akan bangun kembali rumah yang hancur rusak berat,” tandas Dondokambey.

Desa  Pangu Satu bisa dikatakan mengalami dampak terparah karena enam rumah hancur tak bersisa, sementara sejumlah rumah di Desa Pangu, Pangu Dua dan Desa Wioi terendam lumpur.

Sementara itu sampai dengan pukul 19.30 dalam daftar di Posko Bencana, bantuan berupa beras, air mineral, mie instan dan aneka kue dari berbagai pihak langsung mengalirr, sedangkan uang tunai Rp 1.100 ribu  .

Posko bencana alam ini diketuai oleh Camat  Ratahan Timur  Meyta Ompi SE.

Sementara  itu  dilaporkan seorang lelaki korban hanyut warga  Kelurahan Nataan Kecamatan Ratahan atas nama Welly Ngangi(60) belum diketahui keberadaannya. Sebelas personil Basarnas Manado belum dapat berbuat banyak akibat kondisi cuaca di Mitra masih diguyur hujan deras sejak siang hingga malam hari.

Koordinator Unit SAR Manado Nuriadin mengatakan pencarian  akan dilakukan besok hari Rabu,  (22/09/2021)

Berbagai pihak terkait turut membantu masyarakat membersihkan rumah dari lumpur. Diantaranya, BASARNAS 11 personil, RAPI 15 personil, Brimobda 25 personil, Polres Mitra dan Polsek Ratahan 90 personil, Pos A SAR Amurang, BPBD Mitra, Pos AL Lantanal VIII Manado dan Koramil Mitra. (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending