Bahaya Penyakit Jantung Koroner
Connect with us

Catatan Publik

Bahaya Penyakit Jantung Koroner

Published

on

PENYAKIT jantung koroner adalah ketika pembuluh darah jantung (Arteri Koroner) tersumbat karena timbunan lemak. Jika lemak makin menumpuk, maka arterinya akan makin menyempit dan membuat aliran darah ke jantung ikut berkurang, sehingga memicu gejala penyakit jantung koroner.

Adapun gejalanya seperti sesak napas dan angina. Angina itu adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman, yang biasanya disebabkan kurangnya aliran darah ke jantung.

Berikutnya adalah tanda-tanda penyakit jantung koroner. Di antaranya yaitu sering merasa capek atau kelelahan tanpa sebab, gampang merasa goyah atau pusing saat berdiri atau melakukan aktivitas biasa, sesak napas yang terkadang terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

Selain pada dada, rasa nyeri juga bisa menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Tanda lainnya adalah keringat dingin dan mual.

Penanganan penyakit jantung koroner umumnya melibatkan perubahan pola hidup yang dapat dikombinasikan dengan obat-obatan atau prosedur medis.

Menjalani pola hidup sehat dapat meningkatkan kesehatan jantung. Contohnya adalah berhenti merokok, mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol, mengonsumsi makanan dengan seimbang, mengurangi stress, menjaga berat badan ideal, dan berolah raga secara teratur.

Beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner meliputi usia lanjut, dalam arti semakin tua arteri akan semakin menyempit dan rapuh. Pria lebih memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner daripada wanita.

Apabila ada anggota keluarga yang mengidap gangguan jantung, maka risiko penyakit jantung koroner meningkat. Merokok. Nikotin dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan atau kadar lemak darah yang tinggi. Selain itu, memiliki trauma mental atau stress, psikologis berat, dan jangka waktu panyakit juga merupakan faktor risiko lain.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner meliputi obat-obatan penurun kolestrol, termasuk statin, Niasin, dan fibrat. Obat-obatan ini membantu mengurangi kadar kolestrol darah, sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada pembuluh.

Ada juga Aspirin, yang adalah obat pengencer darah lainnya, membantu melarutkan darah yang tersumbat, dan mencegah risiko stroke atau infark miokard. Namun dalam beberapa kasus, Aspirin mungkin bukan pilihan yang baik. Beritahu dokter jika keluarga atau kerabat mengidap gangguan pembekuan darah.

Beta blockers yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan mencegah risiko Infark miokard. Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin. Obat ini dapat membantu mencegah risiko infark miokard.

Jika sudah merasa tanda dan gejala seperti di atas ada pada diri Anda, segeralah pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending