Bahaya Minuman Bersoda Bagi Kesehatan

Bahaya Minuman Bersoda Bagi Kesehatan
Penulis: Cantika Mokoginta

MINUMAN bersoda (berkarbonasi) adalah minuman yang sangat digandrungi oleh masyarakat, terutama bagi para remaja. Meminum minuman seperti ini terasa sangat menyegarkan, apalagi setelah melakukan berbagai aktivitas melelahkan.

Apalagi tidak sulit untuk mendapatkan minuman jenis ini, karena tersedia hampir di mana-mana, mulai dari warung kecil, pedagang kaki lima, restoran, kafe, hingga supermarket. Namun, ketika kita berbicara soal kesehatan, minuman bersoda mempunyai dampak buruk.

Oleh karena itu, kita harus lebih cermat untuk mengonsumsi makanan atau minuman, jangan hanya dilihat dari enak atau tidaknya saja. Melainkan juga dampak apa yang akan terjadi bagi tubuh kita.

Kita harus tahu bahwasannya minuman bersoda ini bias mengakibatkan osteoporosis atau pengeroposan tulang hingga proses penuaan yang cepat. Hasil penelitian beberapa ahli tulang dari Pusat Riset Osteoporosis, Universitas Creighton, Nebraska, Amerika Serikat, menemukan bahwa mengonsumsi minuman bersoda bisa mengakibatkan pengeroposan tulang hingga kerusakan tulang.

Penelitian yang dilakukan oleh Robert Haney dan Karen Rafferty ini melibatkan 30 perempuan berusia 20 sampai 40 tahun sebagai responden. Mereka dibagi dalam tiga kelompok responden untuk menjalani pemeriksaan air seni sebelum, selama, dan sesudah penelitian. Penelitian ini dilakukan selama lima hari berturut-turut, grup pertama mengonsumsi minuman bersoda tanpa kafein. Grup yang kedua mengonsumsi minuman kafein. Sedangkan grup yang ketiga meminum susu kambing meminum sebagai pembanding.

Setelah melakukan berbagai riset dan penelitian, para ahli menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa responden yang minum dua kaleng atau setara dengan 680 mililiter minuman bersoda tiap harinya mengalami kalsiuria (kalsium dalam urin). Pada kondisi ini, kalsium yang seharusnya dibutuhkan dan disimpan di dalam tulang terbuang sia-sia secara berlebihan bersama dengan terbuangnya urin atau air kencing.

Baca Juga :  Let's Check Up, Prodia Ingatkan Milenial Jaga Kesehatan

Direktur Pusat Osteoporosis, Universitas Connecticut, Dr Lawrence Raisz, pernah mengatakan bahwa mengonsumsi minuman bersoda satu atau dua gelas saja dapat berdampak negatif bagi tubuh kita terutama bagi kesehatan tulang.

Hal ini disebabkan karena minuman bersoda yang di dalamnya tidak terkandung kadar kalsium sedikit pun dan vitamin D yang cukup dibutuhkan oleh tubuh kita.

Pembentukan tulang normal membutuhkan mineral kalsium dan fosfat. Jika tubuh kekurangan kalsium dari makanan, produksi tulang dan jaringan tulang dapat terganggu. Terlebih ketika masih berusia muda, tubuh cenderung lebih cepat dan mudah dalam membuat tulang baru.

Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa fosfat yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan tulang yang terkandung dalam minuman bersoda itu mengandung efek racun bagi tubuh dan mengganggu kesehatan. Minuman soda ini akan mempercepat proses penuaan kulit serta otot dan memperparah gangguan jantung dan ginjal.

Bagi anak-anak yang sering mengonsumsi minuman soda ini juga memiliki sisi negatif. Anak yang berusia 12 tahun yang meneguk minuman mineral secara teratur akan mengalami perubahan yang meningkat dalam perkembangan tubuhnya dibanding dengan anak-anak lain yang tidak minum akan tetapi memilih minuman yang bersoda, berwarna pekat, ataupun makanan seperti buah kering, permen, dan soda, yang mengundang kerusakan pada gigi diakibatkan karsiogenik.

Tanda dan Gejala Tulang Keropos

Pada tahap awal, penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu. Dalam beberapa kasus, orang yang kondisi tulangnya sudah keropos bahkan tidak mengetahui secara pasti kondisi mereka, sampai sudah benar-benar mengalami patah tulang.

Gejala utama dari tulang keropos yang bisa terasa adalah tulang mudah patah karena insiden kecil, seperti terjatuh, terpeleset, dan lain sebagainya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, dapat muncul beberapa gejala osteoporosis yang meliputi nyeri tulang punggung bawah, nyeri leher, postur tubuh bungkuk, penurunan tinggi badan secara bertahap, dan mudah sekali mengalami patah tulang.

Baca Juga :  Hidup Sehat Tanpa Obesitas

Jika kondisi tersebut tidak segera diobati, tulang yang keropos bisa semakin memburuk dari waktu ke waktu. Ketika struktur dan komposisi tulang sudah semakin menipis dan melemah, risiko patah tulang kemudian meningkat.

Gejala osteoporosis yang sudah tergolong parah bisa mengakibatkan tulang patah karena hal sepele sampai berat. Entah itu bersin atau batuk yang kuat, maupun karena terjatuh. Bukan hanya itu. Beberapa orang kerap mengalami gejala berupa patah tulang iga, pergelangan tangan, atau panggul. Namun dari itu semua, sebagian besar kasus patah tulang karena pengeroposan ini terjadi di tulang belakang yang bisa sampai menyebabkan cacat.

Bagaimana Cara Mencegah Tulang Keropos?

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tulang memerlukan sejumlah pembebanan seumur hidup agar selalu kuat dan sehat. Jadi mitos bahwa makin tua makin perlu pengurangan latihan olah raga adalah tidak benar.

Justru sebaliknya, mereka yang berusia setengah baya dan lanjut usia harus teratur berlatih, yang programnya secara bertahap harus ditingkatkan. Aktivitas latihan termasuk peregangan dan relaksasi.

  1. Berhenti merokok. Faktanya, merokok tidak hanya buruk untuk paru-paru, namun juga buruk untuk kesehatan tulang Anda. Perokok tidak dapat menyerap kalsium yang penting untuk mempertahankan tulang yang kuat secara efisien. Perokok cenderung memiliki ukuran tulang yang lebih kecil dan massa tulang yang lebih rendah. Tingkat kesembuhan tulang retak lebih rendah pada perokok.  Pada usia 70, kepadatan tulang perokok 5 persen lebih rendah dari yang tidak merokok.
  2. Kurangi meminum-minuman bersoda. Konsumsi soda berlebih telah dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang. Penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition pada bulan September 2014, juga mencatat bahwa semakin banyak konsumsi soda, maka akan semakin besar risiko patah tulang pinggul. Di dalam soda mengandung zat phosporic acid yang dapat mengganggu dan menghalangi pembentukan kalsium pada tulang, sehingga mengganggu keseimbangan tulang. Dan apabila kalsium yang ada dalam tubuh rendah itu dapat mengakibatkan tulang lemah dan mudah terkena Osteoporosis. Selain itu, soda juga dapat membuat orang kelihatan lebih tua dan cepat menopause, dan kekurangan kalsium dan vitamin D.
  3. Kurangi mengonsumsi minuman yang mengandung kafein berlebih. Studi yang diterbitkan dalam BMC Musculoskeletal Disorders pada bulan Oktober 2016 menemukan bahwa konsumsi kafein berkontribusi terhadap kepadatan tulang rendah. Konsumsi kafein dapat menguras kalsium dari tulang dan mengurangi kekuatan tulang. Selain itu, kandungan xanthines pada kopi dapat meningkatkan pelepasan kalsium melalui air kencing yang menjadi pemicu tulang keropos.
Baca Juga :  Bitung Jadi Trending Topik Twitter. Ada Apa?

Nah semoga artikel saya bermanfaat bagi kalian semua dan terima kasih sudah membaca.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply