Connect with us

Humaniora

Badan Keuangan Daerah Tomohon Gelar Bimtek Penyusunan RKA

Published

on

Badan Keuangan Daerah Kota Tomohon

KlikTOMOHON – Badan Keuangan Daerah Tomohon menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (3/10/2017).

 

Kegiatan yang rencananya berlangsung  selama dua hari ini, yakni 3 – 5 Oktober, diikuti oleh perwakilan dari masing-masing Perangkat Daerah pada Pemerintah Daerah Kota Tomohon.

 

Wali Kota Tomohon Jimmy Eman saat membuka kegiatan menegaskan, penyusunan RKA mengacu pada UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 34 ayat 2 dan peraturan Mendagri nomor 13 tahun 2006.

 

“Sebagaimana diubah dengan Peraturan Mendagri nomor 21 tahun 2011 pasal 83. Dijelaskannya dalam penyusunan RKA yang menjadi bagian dari APBD juga harus sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional untuk periode 5 tahun yang dijabarkan dalam rencana kerja pemerintah setiap tahunnya serta mengacu pada tema, sasaran dan prioritas pembangunan nasional sehingga adanya sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat,” ungkapnya.

 

“Melalui kegiatan ini, kepada Perangkat Daerah diharapkan dapat menpedomani akan hal-hal dalam semua materi yang ada”, terang Eman.

 

Sementara itu, Sekretaris Kota Tomohon Harold Lolowang saat memberikan materi, mengingatkan kepada ASN jajaran Pemkot Tomohon untuk lebih teliti dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. “Apalagi kalau ada kaitan dengan perbendaharaan di Perangkat Daerah,” ujarnya.

 

“Untuk suksesnya pelaksanaan pemerintahan, kepada para ASN diharapkan dapat menunjukan berbagai bentuk inovasi pelaksanaan tugas di Perangkat Daerah masing-masing sehingga kedepan ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya”, jelas Lolowang.

 

Kepala Badan Keuangan Daerah Tomohon Gerardus Mogi melalui Sekretaris Djon S Liuw
didampingi Kepala Bidang Anggaran Olivia E Pondaag mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terkait dengan perencanaan anggaran khususnya penyusunan RKA-SKPD.

 

“Mengingat proses penyusunan APBD masih memiliki kendala khususnya pada penyusunan RKA SKPD maka perlu diadakan kegiatan ini,” jelas Pondaag.

 

Kesempatan itu Wali Kota Tomohon Jimmy Eman menyamatkan tanda peserta kepada perwakilan peserta. Hadir sebagai narasumber dari Kemendagri Mukjizat, dan dari Kemenkeu Mosa Pandawa Sakti dan unsur BPKP perwakilan Sulut.

 

(Tim)

Humaniora

H2M Peduli Bencana Manado

Published

on

KlikMANADO – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Manado, pada Sabtu (16/1/2021), ternyata membuat Anggota DPR RI Hi Herson Mayulu (H2M) prihatin.

Sebagaimana pantauan KlikNews pada Minggu (17/1/2021), H2M melalui H2M Network langsung bergerak membagikan bantuan berupa makanan siap makan kepada para korban bencana. Di antaranya di Kampung Tela Mahawu, Bailang, Ternate Baru, Ketang Baru, Sario dan korban tanah longsor.

Terpantau, tim yang membagikan bantuan dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok bantuan korban banjir Tuminting, kelompok bantuan korban banjir Singkil, dan kelompok bantuan korban tanah longsor.

Bantuan yang siap disalurkan. (Sumber Foto: Istimewa)

Hingga Minggu (17/1/2021) malam ini, H2M Network melalui Rumah Aspirasi terus mendistribusikan makanan siap makan. Bahkan terinformasi, mereka akan terus bergerak meringankan beban korban banjir pada Senin (18/1/2021) besok.

Menurut personel H2M Network Yudistira Nusrin, bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian anggota DPR RI dari PDIP dapil Sulawesi Utara, Herson Mayulu, atas bencana yang menimpa masyarakat Manado.

“Tak perlu kami menyebutkan berapa banyak dan bagaimana isi bantuannya. Pastinya, kami berharap bantuan ini bisa mengurangi kesulitan yang sedang dirasakan masyarakat korban bencana,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Humaniora

KKSS Sulut Peduli Bencana Majene dan Manado

Published

on

KlikSULUT – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Utara (Sulut) merespons cepat bencana alam yang menimpa warga.

Setelah menyalurkan bantuan kepada warga Sulawesi Barat (Sulbar) yang ditimpa bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, kini KKSS Sulut membuka donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Kota Manado, pada Sabtu (15/1/2021).

Bahkan terinformasi, organisasi paguyuban ini langsung mengumpulkan bantuan sukarela bagi korban bencana. Menurut Bendahara Hi Sudharmono, aksi tersebut sebenarnya merupakan gerakan spontanitas warga perantau asal Sulawesi Selatan yang ada di Sulut.

“Kami sangat prihatin dengan bencana yang terjadi. Makanya ini gerakan spontanitas,” ungkap Hi Sudharmono.

“Secara pribadi, kami juga telah mengirimkan bantuan ala kadarnya, yang kami rasa sangat dibutuhkan para korban gempa,” katanya.

“Bagi yang mau memberikan donasi, bisa melalui BPP KKSS Bank Sulselbar dengan nomor rekening 400-201-000000118-9,” terangnya.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Gempa Majene Rusak Dua Rumah Warga di Mamuju

Published

on

https://www.kliknews.net/wp-content/uploads/IMG-20210114-WA0039.jpg
Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa Majene. (Sumber Foto: BNPB)

KlikJAKARTA – Sebanyak dua rumah warga di Mamuju mengalami kerusakan saat gempa Majene berkekuatan M5,9 pada Kamis siang (14/1/2021), pukul 13.35 WIB.

Saat ini beberapa BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak gempa tersebut. Laporan sementara lainnya menyebutkan, 1 unit barak Sabhara Polda Sulawesi Barat mengalami kerusakan.

Di samping itu, 1 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan bahwa warganya merasakan guncangan kuat.

Warga merasakan gempa kuat selama kurang lebih 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah. Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Majene melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa terkait dampak dari gempa.

Sedangkan BPBD Kabupaten Mamuju menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat 3 hingga 4 detik. Masyarakat juga panik dan keluar rumah. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak gempa.

Hal serupa juga diinformasikan BPBD Kabupaten Poliwali Mandar. Gempa dirasakan kuat oleh masyarakat sekitar 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah untuk menghindari dampak buruk gempa.

Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak memicu terjadinya tsunami.

Melihat analisis peta guncangan BMKG dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M5,9 memicu kekuatan guncangan IV MMI di Mamuju, III – IV MMI di Majene, Mamuju Utara, Majuju Tengah, III MMI di Toraja, Mamasa, II – III MMI di Pinrang, Pare-pare, Wajo, Polewali Mandar, Tanah Grogot, II MMI di Balikpapan.

Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala IV MMI menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.

Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sedangkan II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Raditya Jati mengungkapkan, BNPB melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD untuk memonitor kondisi pascagempa.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending