ASI Eksklusif, Bukan Sekadar Air Susu Ibu Biasa

ASI Eksklusif, Bukan Sekadar Air Susu Ibu Biasa
Penulis: Felania Monika Manopo

ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI tanpa memberikan makanan lain pada bayi yang berusia 0-6 bulan. Dengan demikian, bayi tidak diberikan tambahan cairan seperti susu formula, air putih, air teh, madu atau makanan padat sebelum usia enam bulan.

Sebenarnya, pemberian ASI eksklusif dianjurkan hingga usia bayi 4 bulan, akan tetapi lebih baik diberikan hingga usia bayi 6 bulan. Selanjutnya, pemberian ASI eksklusif dapat diberikan dengan pendamping makanan. Pemberian ASI sendiri dapat dilakukan hingga usia bayi berusia 2 tahun.

UNICEF mendukung penuh setiap upaya peningkatan kesadaran ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif. Begitu pula dukungan dari pemerintah untuk melarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan akan membantu dalam pemberian ASI eksklusif. Di sisi lain, ibu menyusui tetap bertanggung jawab untuk menyediakannya, meski sebagai wanita karir. Pada waktu senggang, mereka bisa memompa ASI dan tetap memberikan ASI eksklusif pada bayi.

ASI eksklusif adalah intervensi yang efektik untuk mencegah kematian anak, karena mengandung nutrisi tumbuh kembang bayi. Namun, menurut sejumlah survei, ditemukan kesadaran akan pemberian ASI semakin berkurang. Bahkan, masyarakat masih khawatir jika yang diberikan pada bayi tidak mengenyangkan, sehingga pemberian ASI harus ditambah dengan susu formula atau air putih, bahkan pemberian makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan. Sudah pasti ini adalah kesalahan.

Ibu tidak perlu khawatir, ASI eksklusif yang diberikan kepada bayi tidak membuat kenyang. Sebab, ASI memiliki jenis dan manfaat yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis ASI dan manfaatnya untuk bayi:

  1. Kolustrum. Merupakan cairan yang memiliki warna kekuning-kuningan, umumnya pada hari 1-3 setelah kelahiran. Jenis ASI ini dapat memberikan manfaat kepada bayi, karena mengandung protein yang dapat berfungsi sebagai antibody dalam membunuh kuman. Bahkan, kolustrum seringkali disebut sebagai imunisasi pada bayi yang baru lahir.
  2. Susu Transisi. Jenis ASI yang diproduksi setelah kolustrum pada hari ke 4-10 kelahiran bayi. Pada susu transisi terdapat immunoglobin protein dan laktosa, dengan konsentrasi yang lebih rendah dari kolustrum. Akan tetapi memiliki kandungan lemak dan jumlah kalori yang tinggi. Adapun warna dari ASI yang berjenis susu transisi ini lebih putih dari kolustrum.
  3. Susu Matur. ASI yang keluar setelah 10 hari dan seterusnya setelah kelahiran disebut sebagai susu matur. Warna ASI ini putih kental, sehingga komposisinya yang keluar dari isapan pertamanya adalah lemak dan karbohidrat yang lebih banyak jika dibandingkan isapan terakhir. Inilah alasannya sehingga jangan terlalu cepat memindahkan bayi ketika sedang menyusui, sebelum hisapan pada bayi habis.
Baca Juga :  Polling Harian Manado: Adriana dan Herson Perkasa

Manfaat ASI Eksklusif

Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa anak yang disusui pada saat anak-anak dengan ASI eksklusif, maka akan mengurangi berbagai jenis penyakit seperti obesitas, hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.

Pada penelitian lainnya yang menghubungkan pemberian ASI ekslusif dengan kemampuan test intelegensia, anak yang diberi ASI eksklusif memiliki kemampuan intelegensia lebih baik dibandingkan anak bersusu formula. Inilah hal penting sehingga ibu harus memberikan dukungan kepada anak atau bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif.

Manfaat ASI Eksklusif Untuk Bayi

  1. ASI memberikan manfaat pada bayi karena mudah dicerna, ketika pencernaannya belum begitu sempurna (di bawah usia 6 bulan).
  2. ASI dapat menyempurnakan tumbuh kembang bayi. Bahkan ASI dapat membuat bayi sehat dan cerdas.
  3. ASI dapat menjadi antibodi alami tubuh bayi, terutama yang berhubungan dengan penyakit infeksi.
  4. ASI akan selalu ada pada suhu yang tepat, sehingga tidak perlu khawatir akan membuat bayi terlalu panas atau dingin. Bahkan komposisi dan volume ASI akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Tidak perlu khawatir akan berkurang sampai 6 bulan.
  5. Pada sistem pencernaan bayi sampai 6 bulan, ASI merupakan makanan dan minuman yang tepat unuk bayi tanpa harus diberikan makanan atau cairan tambahan. Frekuensi bayi menyusu akan terganggu apabila diberikan minuman atau makanan selain ASI. Sehingga usahakan tetap memberikan ASI.

Manfaat ASI Eksklusif Untuk Ibu

Memberikan ASI ekslusif juga bermanfaat bagi ibu. Pascapersalinan, ibu yang mengalami pendarahan akan dibantu dengan pemberian ASI eksklusif. Selain itu akan mempercepat pengecilan rahim ke kondisi semula. Kondisi ini terjadi karena pada saat melahirkan dan segera disusukan akan membantu merangsang hisapan bayi dan diteruskan ke hipofisis pars posterior yang mengeluarkan hormon progesterone.

Manfaat ASI eksklusif akan membantu dalam mengembalikan tubuh ibu setelah hamil. Dengan aktivitas menyusui, maka timbunan lemak pada tubuh ibu akan dipergunakan untuk membentuk ASI, sehingga berat badan ibu akan kembali stabil.

Baca Juga :  Mengenal Kanker Pada Kandung Kemih

Selanjutnya adalah ikatan batin antara ibu dan anak akan lebih terjaga karena ibu dapat dengan mudah mengekspresikan sayang kepada anaknya. Dengan demikian ikatan batin semakin kuat.

Manfaat lainnya untuk ibu ketika memberikan ASI eksklusif adalah dapat mengurangi risiko kanker payudara dan juga kanker ovarium. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengamati korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui akan meningkatkan risiko kanker baik kanker payudara maupun kanker ovarium.

Dengan demikian penting bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif, yaitu memberikan ASI tanpa makanan dan cairan apapun selama minimal 4 bulan maksimal selama 6 bulan. Ayo mulai memberikan ASI eksklusif.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply