Connect with us

Headline

Ini Deretan Artis yang Ditahan Karena Narkoba, Tahun Ini

Published

on

KlikJAKARTA – Sepanjang tahun 2017 ini, artis yang ditangkap karena diduga mengonsumsi narkoba ternyata terhitung cukup banyak.

 

Dengan demikian, Safi, yang ditangkap Polisi akhir pekan lalu, telah menambah daftar artis yang diduga menjadi pengguna narkoba. Berikut kami sajikan daftar artis yang pernah ditangkap tahun ini karena masalah narkoba.

 

Andika ‘The Titans’

Andika, yang merupakan personel grup band ‘The Titans’ ditangkap satuan narkoba Polrestabes Bandung, atas kepemilikan narkoba jenis tembakau gorila, pada Februari 2017 lalu.

 

Pemilik nama asli Andika Naliputra Wirahardja ini ditangkap di kediamannya, saat sedang menerima pesanan barang itu. Andika mengaku telah memesan dan memakai barang haram itu sebanyak dua kali.

 

Ridho Rhoma

Putra pedangdut Rhoma Irama ini ditangkap satuan Narkoba Polres Jakarta Barat pada Sabtu (25/3/2017) lalu. Ridho ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Barat. Barang bukti sabu seberat 0,7 gram ikut diamankan.

 

Menurut Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, Ridho Rhoma membeli sabu dari seseorang seharga Rp1,8 juta. Meski demikian, Ridho berlaku kooperatif dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang bandar berinisial MS.

 

Iwa K

Rapper top satu ini diamankan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta, setelah ketahuan membawa ganja, di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, pada 29 April lalu. Ganja yang dibawanya diselipkan ke dalam bungkus rokok.

 

Iwa K sebenarnya akan bertolak ke Bone, untuk tampil bersama Saint Loco. Ganja seberat 1,4850 gram diselipkan dalam 3 linting rokok itu diketahui melalui pemeriksaan x-ray kedua. Pemeriksaan x-ray pertama, dia lolos.

 

Sean Azad

Putra kedua Ayu Azhari, Sean Azad, terjaring razia narkoba oleh pihak BNNP DKI Jakarta, di diskotek Illigals, Jakarta Barat, pada 11 Mei 2017 dini hari. Hasil tes urine di lokasi tersebut menyatakan, Sean positif menggunakan narkoba.

 

Ammar Zoni

Pemain sinetron ‘Anak Langit’ ini ditangkap di kediamannya di kawasan Perumahan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, pada 7 Juli 2017 lalu.

 

Barang bukti yang ditemukan saat kamar Ammar Zoni digeledah, yaitu 1 toples kaca berisi daun ganja kering seberat 39,1 gram, 6 batang rokok kretek, 1 kotak kaleng berisi 3 bungkus kertas paper Mars Brand, dan korek api gas warna merah.

 

Axel Matthew Thomas

Awalnya, nama putra Jeremy Thomas ini mencuat karena diduga dianiaya oknum polisi pada 15 Juli 2017 lalu. Saat itu, axel sedang berada di sebuah hotel di Jakarta Selatan.

 

Axel disebut-sebut salah seorang pemesan pil Happy Five dari dua orang warga negara Malaysia yang telah ditangkap polisi, yaitu JV dan DRW di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada 14 Juli lalu. Dia ditahan karena terbukti memesan narkoba.

 

Pretty Asmara

Bintang sinetron ‘Saras 008’ ini ditangkap pada Minggu (16/7/2017). Dia diduga menjadi seorang pengedar narkoba di kalangan artis baru.

 

Terhitung ada delapan orang yang juga ikut tertangkap bersamanya di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 01.00 WIB.

 

Yaitu Pretty Asmara, Model Gladyssta Lestira, model dan bintang iklan Sisi Salsabila, Hamdani Virgakusumah, penyanyi Daniar Widiana, tiga orang pedangdut yaitu Emilia Yusuf, Erlin Susanti, dan Melly Karlina, dan artis sinetron Asri Handayani.

 

Rio Reifan

Bintang sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini ditangkap di kawasan Bekasi karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Penangkapan bermula saat Rio melakukan pelanggaran lalu lintas di kawasan Jalan Raya Caman, Minggu, 13 Agustus 2017 malam.

 

Petugas memeriksa, lalu menemukan barang bukti berupa cangklong, pipet, dan bong (alat pengisap sabu). Selain itu, ditemukan satu bungkus plastik klip berisi sabu yang disimpan di dalam sarung kacamata.

 

Ello

Ello ditangkap pada Minggu (6/8/2017), di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mendapatkan dua paket ganja yang beratnya tak sampai lima gram.

 

(Tim)

Headline

PN Jakarta Pusat Tolak 2 Gugatan Moeldoko Cs

Published

on

KlikJAKARTA – Upaya hukum Moeldoko cs menggugat Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono di Pengadilan dipastikan kandas.

Bahkan, dua gugatan pihak yang menggelar KLB Deli Serdang beberapa waktu lalu, ditolak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, pada Selasa (4/5/2021).

Mehbob, Tim Advokasi DPP Partai Demokrat AHY, menyatakan bahwa gugatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun dkk tentang AD/ART Partai dinyatakan Gugur oleh Pengadilan karena Pengacara Penggugat sudah tiga kali tidak hadir sidang.

Makanya, Mehbob mengaku heran dengan ketidakhadiran pengacara penggugat. “Aneh, kalau sudah berani gugat, mengapa tidak berani hadir?” ketusnya.

Mehbob menduga, ketidakhadiran para pengacara tersebut di Pengadilan lantaran terungkapnya kasus dugaan Surat Kuasa Palsu 9 pengacara dkk yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan Kepolisian untuk kemudian dibawa ke meja hijau.

Gugatan Jhoni Allen Marbun atas pemecatan dirinya sebagai Kader Demokrat yang otomatis memberhentikan dirinya sebagai Anggota DPR-RI, juga ditolak Pengadilan.

“Undang-Undang Parpol tegas mengatur bahwa kalau mau protes tentang pemecatan ya ke Mahkamah Partai. Kalau ke Pengadilan tentu salah kamar,” jelasnya.

Mehbob menegaskan, pihaknya juga sedang menggugat 12 mantan kader di PN Jakarta Pusat terkait Perbuatan Melawan Hukum.

Mereka digugat atas dugaan melaksanakan KLB ilegal dengan peserta ‘abal-abal’ dan melakukan serangkaian kebohongan dengan mencitrakan dirinya sebagai pengurus partai yang sah.

“Kami tidak gentar. Kami siap membuktikan dengan fakta hukum bahwa tidak ada dualisme di dalam Partai Demokrat dan AHY adalah Ketua Umum yang sah,” tutup Mehbob.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Headline

Salurkan 3.000 Paket Untuk Dhuafa, Olly Apresiasi Baznas Sulut-Pegadaian

Published

on

Gubernur Olly Dondokambey
Gubernur Olly Dondokambey, Pinwil Pegadaian V Edy Purwanto, dan Ketua Baznas Sulut Hi Abid Takalamingan meninjau paket sembako yang akan disalurkan. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikSULUT – Baznas Sulut akan menyalurkan 3.000 paket sembako kepada kaum dhuafa yang ada di Sulawesi Utara.

Hal itu diketahui setelah Baznas Sulut melakukan penyerahan paket secara simbolis, di Masjid Raya Ahmad Yani, pada Selasa (4/5/2021).

Sebagaimana diungkapkan Kepala Baznas Sulut Hi Abid Takalamingan, penyaluran paket ini sudah menjadi yang ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Bantuan ini, lanjut dia, merupakan hasil kerja sama antara Baznas Sulut dan Pegadaian. “Dari 3.000 paket ini, 1.000 di antaranya berasal dari pegadaian,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, bantuan ini tidak hanya akan disalurkan di Kota Manado saja. “Selain Manado, ada Minut pada daerah kepulauan, di Sangihe, dan juga Mitra,” sebutnya.

Baznas Sulut salurkan bantuan
Penyerahan simbolis bantuan paket dari Pegadaian, yang diserahkan oleh Gubernur Sulut kepada Ketua Baznas Sulut. (Sumber Foto: KlikNews

Adapun Pemimpin Wilayah (Pinwil) Pegadaian V Manado Edy Purwanto mengungkapkan bahwa bahwa bantuan yang diberikan berasal dari amanat para pimpinan, karyawan, maupun nasabah pegadaian.

Menurut dia, amanat tersebut sangat penting karena saat ini masyarakat masih merasakan kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengapresiasi kerja sama yang terbangun antara Pegadaian dan Baznas Sulut.

Bahkan, kata Olly, kerja sama itu akan dijadikannya sebagai acuan untuk melobi Menteri BUMN. “Bahwa BUMN yang ada di Sulut, ke depan, ikut bekerja sama dalam penyaluran zakat maupun bantuan bersama Baznas Sulut,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Headline

Bappebti Ingatkan Warga Waspadai Penawaran Investasi EDCCash

Published

on

Bappebti Waspada Penipuan

KlikJAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap penawaran investasi berkedok aset kripto, oleh EDCCash (E-Dinar Coin Cash).

Pasalnya, pemilik perusahaan EDCCash telah ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka penipuan, penggelapan, dan pencucian uang, pada 22 April 2021 lalu.

Selain itu, sebagaimana diungkapkan Kepala Bappebti Sidharta Utama, kegiatan yang dilakukan perusahaan itu bukan termasuk jual beli aset kripto yang sesuai dengan ketetapan Bappebti.

EDCCash diketahui merekrut anggota baru dengan menggunakan skema piramida, yaitu memproduksi dan memperjualbelikan koin di antara anggotanya sendiri. “Masyarakat harus waspada terhadap penawaran investasi dengan skema piramida,” ujar Sidharta, dalam press release yang diterima KlikNews, pada Sabtu (1/5/2021).

Sidharta mengungkapkan, koin produksi EDCCash tidak termasuk dalam 229 jenis aset kripto yang diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Sebelumnya, satgas waspada investasi (SWI) termasuk di dalamnya Bappebti, menggelar rapat pada 18 Juni 2019. Pada rapat tersebut, pemilik EDCCash mengaku hanya membuat aplikasi yang dapat digunakan oleh komunitas untuk membeli E-Dinar Coin. Pemilik EDCCash juga mengaku tidak memberikan penawaran keuntungan. Namun, pada 29 September 2020, SWI sepakat menghentikan kegiatan EDCCash.

Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Melalui peraturan tersebut, Bappebti menetapkan sebanyak 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan.

Sidharta menegaskan, koin produksi EDCCash tidak memenuhi persyaratan sebagai aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto, yaitu berbasis distributed ledger technology berupa aset kripto utilitas (utility crypto) atau aset kripto beragun aset (crypto backed asset), nilai kapitalisasi pasar (market cap) masuk ke dalam peringkat 500 besar kapitalisasi pasar Aset Kripto (coinmarketcap), masuk dalam transaksi bursa aset kripto terbesar di dunia, memiliki manfaat ekonomi, seperti perpajakan, menumbuhkan industri informatika dan kompetensi tenaga ahli di bidang informatika, serta telah dilakukan penilaian terhadap risikonya.

Menurut Sidharta, investasi di bidang aset kripto semakin diminati masyarakat, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Harga aset kripto seperti bitcoin, ethereum, ripple, dogecoin, dan lainnya terus mengalami kenaikan.

“Transaksi aset kripto harus dilakukan dengan pengetahuan dan pemahaman tentang karakteristik dan risiko aset kripto. Harga aset kripto berjenis bitcoin mengalami fluktuasi yang sangat tinggi. Sehingga, bitcoin termasuk sebagai investasi yang berisiko tinggi,” ujar Sidharta.

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan M.Syist menambahkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di perdagangan berjangka komoditi (PBK), masyarakat perlu melakukan pengecekan legalitas pialang berjangka dan kewajaran keuntungan yang ditawarkan.

“Kami berharap masyarakat tidak tergiur dengan janji keuntungan di luar kewajaran. Masyarakat perlu mempelajari lebih dahulu mekanisme transaksi, keuntungan, dan kerugiannya,” tutup Syist.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending