Connect with us

Sulut

Arifin Djakani Terpilih Ketua IKA STAIN-IAIN Manado 2021-2026

Published

on

KlikMANADO – Arifin Djakani akhirnya terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) STAIN-IAIN Manado periode 2021-2026, dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKA STAIN-IAIN Manado, di Aula IAIN Manado, pada Jumat (5/3/2021).

Sebagaimana pantauan KlikNews, awalnya terdapat lima alumni yang mencalonkan diri sebagai ketua. Mereka adalah Arifin Djakani, Mardan Umar, Feybi Ismail, Syamsudin Antuli, dan Kalo Tahirun.

Namun dalam perkembangan musyawarah, tiga calon menyatakan mundur dari pencalonan, dan tinggal menyisakan Arifin Djakani dan Kalo Tahirun.

Selanjutnya, Arifin dan Tahirun pun menyampaikan visi dan misi ketua. Menariknya, pascapenyampaian visi dan misi, Kalo Tahirun langsung menyatakan mengundurkan diri.

Sehingga secara otomatis tinggal menyisakan Arifin, dan langsung ditetapkan sebagai Ketua Terpilih.

Sementara itu, Arifin menyatakan maju sebagai Ketua IKA STAIN-IAIN Manado tanpa kepentingan apapun. “Tak ada interest politik dan lainnya,” tegasnya.

Dia mengaku hanya ingin berbakti kepada kampus yang telah memberikannya pendidikan, pengetahuan yang mumpuni, sehingga bisa berkarir secara maksimal. “Harus kembali ke IAIN Manado,” terangnya.

Sekadar informasi, Arifin adalah alumni Jurusan Syariah tahun 2000. Saat ini dia menjabat Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

(Sahril Kadir)

Sulut

Masalah Banjir dan Relokasi Menyeruak Dalam Reses Amir Liputo di Mahawu

Published

on

Suasana. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikSULUT – Persoalan banjir dan relokasi warga Mahawu menyeruak dalam Reses Pertama Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Hi Amir Liputo, di Kelurahan Mahawu, pada Rabu (14/4/2021).

Apalagi dalam reses kali itu, Hi Amir Liputo menghadirkan Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.

Tokoh muda Kelurahan Mahawu Andi Noer Bongkang menyatakan, pelaksanaan rehabilitasi sungai harus disertai keterbukaan informasi yang baik.

“Sebab masyarakat perlu tahu konsekuensi dari kegiatan ini secara utuh. Jangan sampai informasi tentang konsekuensinya simpang siur,” pintanya.

Menurut dia, sebenarnya masyarakat Mahawu cukup kooperatif dengan kebijakan rehabilitasi sungai. Yang menjadikannya terlihat tidak menerima adalah informasi yang tidak akurat dan simpang siur,” sambungnya.

“Kalau konsekuensinya adalah warga dipindah, maka harus diinformasikan secara jelas. Apalagi sekarang ini banyak yang telah bermasalah hukum karena relokasi,” tambahnya.

Senada diungkapkan tokoh masyarakat Noho Poiyo. Menurut dia, apapun program yang baik dari pemerintah akan diterima baik pula oleh masyarakat. Tapi, kata dia, program tersebut harus dijalankan secara transparan.

Adapun Nur, warga setempat, juga angkat bicara. Dia menegaskan bahwa kondisi masyarakat Kelurahan Mahawu saat ini sangat memprihatinkan.

Sebab, kelurahan ini seakan sudah menjadi langganan banjir. “Sekarang ini hujan satu jam saja, air sudah menggenangi kampung setinggi betis orang dewasa,” keluhnya.

Dia juga menyayangkan, makin tingginya potensi banjir justru terjadi setelah dilakukannya pengerukan sungai oleh Balai Sungai, beberapa waktu lalu. “Ini yang aneh,” ketusnya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Perwakilan Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah membuat perencanaan terhadap sungai-sungai di Manado.

Namun dia mengakui bahwa hingga saat ini yang dikerjakan baru bersifat solusi sementara. “Untuk action harus ada perencanaan yang benar-benar matang,” ujarnya.

Pada sisi lain, dia mengapresiasi masyarakat Mahawu yang mendukung penuh program rehabilitasi sungai.

Sementara itu, Hi Amir Liputo mengatakan, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I sengaja dihadirkan pada reses kali ini. “Karena memang sekarang ini persoalan paling pelik di wilayah ini adalah sungai dan banjir,” ungkapnya.

Dia berharap, ke depan permasalahan banjir di kelurahan ini bisa teratasi secara lebih baik lagi. Sekadar informasi, reses itu juga dihadiri Lurah Kelurahan Mahawu dan masyarakat setempat.

Continue Reading

Sulut

Amir Liputo Akan Sahur Bersama Warga Saat Ramadan

Published

on

Reses
Reses di Titiwungen Selatan. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikSULUT – Anggota DPRD Sulut Hi Amir Liputo menggelar Reses Pertama tahun 2021, di empat titik berbeda di Kota Manado, pada Sabtu dan Minggu (10-11/4/2021).

Sebagaimana pantauan KlikNews, Titiwungen Selatan dan Malalayang 1 menjadi dua titik yang didatangi Hi Amir untuk mendengarkan langsung aspirasi warga, pada Sabtu (10/4/2021).

Selanjutnya, Reses dilakukan di Malendeng dan Ketang Baru, pada Minggu (11/4/2021) siang dan sore. Terinformasi, kegiatan serupa akan digelar di Cempaka Kecamatan Bunaken pada malamnya.

Selain mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga di lokasi kegiatan, Hi Amir Liputo juga menyatakan memiliki program khusus pada Bulan Ramadan 1442 Hijriah tahun ini.

Program tersebut, kata dia, adalah Sahur Bersama Warga. “Program ini akan dijalankan dengan cara kami akan menginap dan sahur di rumah warga yang berkategori sangat kurang mampu,” ujar Sekretaris DPW PKS Sulut ini.

Selain menginap dan sahur, lanjut Hi Amir, dia akan berupaya menyelesaikan sejumlah kebutuhan pokok tuan rumah. “Ya, seperti kalau ada yang lantainya masih tanah, maka kita akan bantu supaya bisa lebih baik,” katanya.

Reses di Ketang Baru. (Sumber Foto: KlikNews)

Menurut dia, hal itu dilakukan agar kedekatannya dengan warga yang membutuhkan makin erat, tanpa sekat. “Anggota dewan itu dipilih rakyat. Maka rakyat berhak untuk menyampaikan keluhan secara langsung, tanpa ada sekat,” ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan Sahur Bersama Warga ini berjalan sesuai harapan. “Saya berharap ini bisa jadi contoh buat anggota dewan lainnya, khususnya dari Partai Keadilan Sejahtera, agar terus berkhidmat untuk masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, dalam reses Hi Amir Liputo banyak mendengarkan keluhan yang berkaitan dengan infrastruktur maupun program-program pemerintah, di antara tentang tambatan perahu Jangkar Sandar yang hancur saat gelombang tinggi beberapa waktu lalu, masalah banjir Welong, dan lainnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Sulut

Mor Bastiaan: Partai Demokrat Masih Buka Pintu Maaf Bagi Kader Peserta KLB Ilegal

Published

on

Mor Bastiaan

KlikSULUT – Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) Mor Bastiaan mengaku sejak awal berkeyakinan bahwa kebenaran ada di pihak Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Statement Mor tersebut disampaikannya setelah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengumumkan menolak permohonan pengesahan Partai Demokrat versi KSP Moeldoko, pada Rabu (31/3/2021).

Keyakinan tersebut, kata Mor, karena AHY terpilih secara sah dalam Kongres V di Jakarta, sehingga bisa menakhodai Partai Demokrat.

Dia pun mengajak seluruh kader dan simpatisan yang tetap setia dengan kepemimpinan AHY agar tidak terlalu bereforia dengan hasil keputusan ini. “Namun kita tetap saja rendah hati dan mengucap syukur kepada Tuhan,” ujarnya. 

Selain itu, lanjut dia, Partai Demokrat sedang mempersiapkan diri menghadapi Pemilu akan datang secara maksimal.

Adapun bagi kader yang sudah dipecat dan sempat ikut KLB yang lalu, Mor menegaskan bahwa pintu maaf Partai Demokrat masih terbuka lebar. “Kita mengajak untuk tetap dalam kedamaian saja. Sebab damai itu indah,” ungkapnya.

“Terima kasih juga kepada Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang dapat menegakkan kebenaran serta dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemerintahan saat ini adalah pemerintahan yang masih dapat dipercaya,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending