APBD-P Belum Disahkan, Lilly Walandha: Warga Jangan Salah Paham
Connect with us

Manado

APBD-P Belum Disahkan, Lilly Walandha: Warga Jangan Salah Paham

Published

on

Lilly Walandha

KlikMANADO – Sejumlah pemilik akun media sosial mengkomplain belum disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja-Perubahan (APBD-P) tahun 2020 oleh DPRD Kota Manado.

Menariknya, diduga umumnya pihak yang mengkomplain merupakan para pendukung pasangan calon tertentu yang mengatasnamakan rakyat Kota Manado.

Mereka mengatakan, belum disahkannya APBD-P menghambat pembayaran gaji Tenaga Harian Lepas (THL), insentif rohaniwan, dana lansia (lanjut usia) dan beberapa item lain yang bersumber dari APBD.

Terkait komplain tersebut, Anggota DPRD Manado Lilly Walanda akhirnya angkat suara. Dia menegaskan, keterlambatan pengesahan APBD-P karena Pemkot Manado telat memasukkan draft-nya untuk dibahas di dewan, yakni pada 24 September 2020.

“Gji THL, lanjut usia (lansia), rohaniawan dan lain-lainnya terhambat karena Pemkot Manado lambat memasukkan draft APBD Perubahan 2020 Kota Manado ke DPRD,” ungkapnya, Rabu (14/10/2020).

Semestinya, lanjut Lilly Walandha, Pemkot Manado memasukkan draf APBD-P 2020 pada Minggu pertama Agustus sesuai jadwal yang ada. “Tapi faktanya baru dimasukkan ke dewan tanggal 24 September 2020,” bebernya.

Walandha meminta warga Manado bersabar. Pasalnya, ada item mencurigakan yang tercantum dalam APBD- P dan pinjaman Pemkot Manado. “Ini uang rakyat juga. Sehingga harus dibahas dengan teliti,” tegasnya.

Menurut dia, draft dimasukkan jauh-jauh hari, maka DPRD Kota Manado sudah menuntaskan APBD-P. “Jangan salah paham ya. Semua ada alur dan mekanisme. Ada aturan yang mengikat,” jelasnya.

“Pihak yang telat bekerja, hasil juga tertunda. Jadi kalau ada yang bilang dewan hambat, berarti mereka tidak paham, tidak mengerti akar masalahnya juga aturan yang ada. Yang salah adalah Pemkot bukan Dewan Manado,” tandasnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending